FIK Unsil Edukasi Siswa SMAN 7 Tasikmalaya soal Fenomena LGBT
- account_circle KangHasan
- calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
- visibility 208
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA – Tim Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Siliwangi (Unsil) menyelenggarakan kegiatan Program Pengabdian Berbasis Masyarakat (PPBM) di SMAN 7 Kota Tasikmalaya, Selasa (11/8/2026).
Mengusung tema “Penguatan Karakter dan Resiliensi Remaja terhadap Pengaruh Fenomena LGBT“, kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran, daya tahan moral, serta pemahaman kesehatan dan hukum peserta didik dalam menghadapi pengaruh fenomena penyimpangan seksual.
Unsil Berikan Edukasi dari Berbagai Perspektif
Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan dari pihak SMAN 7 Kota Tasikmalaya dan tim dosen Unsil. Setelah itu, tim pengabdian memberikan pemaparan materi mengenai fenomena LGBT dari berbagai tinjauan.
Materi yang disampaikan mencakup perspektif kesehatan masyarakat, psikologi perkembangan remaja, hukum positif, hingga nilai-nilai keagamaan.
Untuk memperkuat pemahaman peserta didik, tim Unsil juga membagikan buku saku pegangan serta poster edukatif kepada para peserta.

Tim Dosen FIK Unsil Turut Dampingi Kegiatan
Kegiatan PPBM tersebut dilaksanakan oleh tim dosen FIK Unsil yang diketuai Dr. Asep Suryana Abudarrahman, S.Pd., M.Kes.
Adapun anggota tim terdiri dari:
1. Dr. Acep Zoni Saeful Mubarok, S.Ag., M.Ag.
2. Dr. Prima Endang Susilowati, M.Si.
3. Rian Arie Gustaman, S.K.M., M.Kes.
4. Satya Santika, S.Pd., M.Pd.
5. Ridwan Gumilar, S.Pd., M.Pd.
Ketua Tim Pengabdian Unsil, Dr. Asep Suryana Abudarrahman, S.Pd., M.Kes., mengatakan intervensi edukasi di tingkat sekolah menengah sangat penting untuk membentuk benteng pertahanan karakter siswa.

Menurutnya, remaja berada pada fase pencarian identitas yang membuat mereka rentan terhadap pengaruh lingkungan maupun paparan media sosial.
“Remaja berada pada fase pencarian identitas yang rentan terhadap pengaruh lingkungan dan paparan media sosial. Melalui edukasi yang komprehensif dan inisiasi pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan LGBT di sekolah, kami berharap dapat membentengi para siswa, memperkuat resiliensi mereka, serta menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, aman, dan berkarakter,” ujar Dr. Asep Suryana Abudarrahman.
Unsil Dorong Penguatan Karakter Remaja
Melalui program tersebut, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Siliwangi menegaskan komitmennya untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung tumbuh kembang generasi muda.
Program edukasi di lingkungan sekolah diharapkan dapat memperkuat pemahaman peserta didik sekaligus membangun ketahanan diri dalam menghadapi berbagai pengaruh lingkungan dan perkembangan teknologi.
Dengan pendekatan kesehatan, psikologi, hukum, dan nilai-nilai keagamaan, kegiatan PPBM ini diarahkan untuk mendukung terbentuknya generasi muda yang sehat secara fisik, mental, dan spiritual. (kh)
- Penulis: KangHasan
