Proyek Drainase Irigasi P3A Rp195 Juta di Copong Garut Rusak, Warga Protes
- account_circle KangHasan
- calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
- visibility 92
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Wartaloka, BERITA GARUT – Proyek drainase irigasi P3A di kawasan Copong, Kelurahan Kota Wetan, Kabupaten Garut, menuai protes setelah bangunan yang baru sekitar satu tahun selesai dibangun kini dilaporkan mengalami kerusakan.
Proyek yang disebut menelan anggaran sekitar Rp195 juta tersebut merupakan saluran air P3A yang digunakan untuk mendukung kebutuhan irigasi masyarakat. Namun, kondisi fisik bangunan saat ini justru menjadi sorotan karena sejumlah bagian terlihat mengalami kerusakan cukup parah.
Kerusakan terutama terlihat pada bagian dinding bangunan yang mengalami retak-retak. Selain itu, lapisan plesteran juga tampak hancur dan mengelupas di sejumlah bagian.
Baru Sekitar Setahun, Sudah Rusak
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena usia bangunan relatif masih muda. Proyek drainase irigasi tersebut diketahui baru selesai dibangun sekitar satu tahun lalu.

Kerusakan yang muncul dalam waktu relatif singkat kemudian menimbulkan pertanyaan mengenai ketahanan konstruksi serta kualitas pekerjaan yang dilakukan.
Di lapangan, kerusakan pada dinding dan plesteran menjadi bagian yang paling terlihat. Kondisi itu dikhawatirkan dapat memengaruhi fungsi saluran apabila kerusakan terus berkembang.
Dugaan Kualitas Material Dipertanyakan
Muncul dugaan bahwa kerusakan tersebut berkaitan dengan kualitas campuran material yang digunakan dalam pembangunan.
Dugaan itu muncul karena bangunan dinilai belum terlalu lama digunakan, tetapi sejumlah bagian fisiknya sudah mengalami kerusakan.
Namun demikian, dugaan mengenai kualitas material tersebut masih perlu dibuktikan melalui pemeriksaan teknis. Tidak bisa serta-merta disimpulkan bahwa kerusakan disebabkan oleh kualitas material sebelum dilakukan pengecekan terhadap spesifikasi pekerjaan, konstruksi, maupun kondisi saluran di lapangan.
Jika kualitas material maupun pelaksanaan pekerjaan memang tidak sesuai standar teknis, kondisi tersebut tentu perlu menjadi perhatian karena proyek menggunakan anggaran publik.
Gerusan Air hingga Perubahan Cuaca Jadi Sorotan
Selain dugaan kualitas material, daya tahan fisik bangunan juga menjadi persoalan yang perlu diperiksa.
Sebagai saluran irigasi, konstruksi tersebut secara langsung berhadapan dengan aliran dan gerusan air. Perubahan cuaca juga dapat memberikan tekanan terhadap struktur bangunan dari waktu ke waktu.
Karena itu, pemeriksaan teknis diperlukan untuk mengetahui apakah kerusakan yang terjadi berkaitan dengan kualitas material, metode pelaksanaan pekerjaan, kondisi lingkungan, atau faktor lainnya.
Dengan nilai proyek sekitar Rp195 juta, masyarakat tentu berharap pembangunan infrastruktur irigasi tersebut dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang, bukan justru membutuhkan perbaikan dalam waktu relatif singkat.
Kondisi proyek drainase irigasi P3A di Copong Kabupaten Garut tersebut kini menjadi perhatian dan diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui pemeriksaan pihak berwenang agar penyebab kerusakan serta kualitas pekerjaan dapat diketahui secara objektif. (kh)
- Penulis: KangHasan
