Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Berita Daerah » Pro kontra Galian Pasir Cikalong Begini Kata Tokoh Masyarakat

Pro kontra Galian Pasir Cikalong Begini Kata Tokoh Masyarakat

  • account_circle KangHasan
  • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
  • visibility 39
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA. Polemik galian pasir Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya, kembali menjadi perhatian. Di tengah sorotan mengenai dugaan dampak terhadap lingkungan pesisir, muncul pula pandangan lain dari masyarakat yang meminta persoalan tersebut dilihat secara lebih utuh.

Salah satunya disampaikan H. Kamnan, 60 tahun, tokoh masyarakat Desa Mandalajaya, Kecamatan Cikalong. Menurutnya, pembahasan mengenai aktivitas galian pasir di wilayah tersebut tidak semestinya hanya dilihat dari aktivitas pengerukan material.

Ada aspek ekonomi masyarakat serta kondisi muara yang, menurut dia, juga perlu menjadi bagian dari pembahasan.

Pandangan tersebut menjadi perspektif lain dalam polemik galian pasir Cikalong yang berkembang di masyarakat. Sebab, bagi warga di sekitar kawasan pesisir, aktivitas galian pasir berkaitan dengan berbagai persoalan sekaligus, mulai dari sumber penghasilan, kondisi lingkungan, hingga keadaan muara.

Galian Pasir Cikalong dan Sisi Ekonomi Masyarakat

H. Kamnan mengatakan aktivitas galian pasir memiliki kaitan dengan penghasilan sebagian masyarakat di sekitar lokasi.

Karena itu, menurutnya, pembahasan mengenai kegiatan tersebut perlu mempertimbangkan kondisi ekonomi warga yang merasakan manfaat dari aktivitas tersebut.

Namun, ia juga menegaskan bahwa aspek ekonomi tidak berarti mengabaikan persoalan lingkungan maupun ketentuan yang berlaku.

Dengan demikian, manfaat ekonomi yang disampaikan H. Kamnan perlu dipahami sebagai pandangan dari salah satu tokoh masyarakat, bukan sebagai kesimpulan bahwa seluruh warga mendukung aktivitas galian pasir.

Di sisi lain, ia juga menyinggung pembangunan kirmir yang disebut berkaitan dengan penguatan struktur dinding jalan desa.

Informasi mengenai pembangunan tersebut masih membutuhkan penjelasan lebih lanjut dari pemerintah desa maupun pihak yang menangani pekerjaan tersebut. Masyarakat perlu mengetahui sumber pembiayaan, bentuk pekerjaan, serta apakah terdapat keterkaitan dengan aktivitas yang berlangsung di kawasan galian.

Penjelasan terbuka diperlukan agar berbagai informasi yang berkembang di lapangan dapat diuji berdasarkan data.

Pengerukan Disebut Berkaitan dengan Pendangkalan Muara

Selain sisi ekonomi, H. Kamnan juga menyampaikan pandangannya mengenai kondisi muara di kawasan Cikalong Kabupaten Tasikmalaya.

Menurut keterangan yang disampaikannya kepada redaksi, pengerukan disebut dapat membantu memperdalam alur muara yang mengalami pendangkalan.

Dalam pandangan tersebut, kondisi alur muara perlu diperhatikan karena berkaitan dengan kelancaran aliran air. Pengerukan diharapkan dapat membantu mengurangi potensi genangan maupun banjir.

Meski demikian, hubungan antara pengerukan dan pengurangan risiko banjir tidak bisa langsung dianggap sebagai kesimpulan teknis.

Untuk membuktikan hal tersebut, diperlukan data dan kajian dari instansi yang memiliki kompetensi. Sejumlah faktor perlu diperhitungkan, mulai dari kedalaman muara, tingkat sedimentasi, kapasitas aliran air, kondisi pasang surut, hingga karakteristik kawasan pesisir.

Jika pengerukan memang dilakukan dengan tujuan menangani pendangkalan, data kondisi muara sebelum dan setelah pengerukan akan menjadi informasi penting untuk mengetahui apakah kegiatan tersebut benar-benar memberikan dampak sebagaimana yang diharapkan.

Begitu pula dengan aspek lingkungan. Potensi perubahan terhadap ekosistem pesisir perlu dilihat berdasarkan kajian dan hasil pengawasan, bukan semata-mata berdasarkan asumsi dari salah satu pihak.

Polemik Galian Pasir Cikalong Perlu Dilihat Secara Utuh

Polemik galian pasir Cikalong pada akhirnya tidak cukup dilihat hanya dari posisi mendukung atau menolak.

Ada warga yang mempertanyakan dampak lingkungan. Namun di sisi lain, terdapat pula masyarakat yang melihat adanya aspek ekonomi serta persoalan pendangkalan muara yang perlu diperhatikan.

Kedua perspektif tersebut seharusnya dapat ditempatkan dalam ruang pembahasan yang sama.

Pemerintah memiliki peran penting untuk menjelaskan status kegiatan, dasar aturan yang digunakan, mekanisme pengawasan, serta langkah yang dilakukan untuk memastikan aktivitas di kawasan pesisir tidak menimbulkan dampak yang merugikan masyarakat.

Sementara pihak yang melakukan kegiatan juga perlu terbuka mengenai tujuan pengerukan, metode yang digunakan, lokasi kegiatan, volume material yang dikeruk, serta langkah pengendalian dampak lingkungan.

Dengan informasi tersebut, masyarakat dapat menilai persoalan berdasarkan fakta yang lebih lengkap.

Bukan Sekadar Pro dan Kontra

Pandangan H. Kamnan menambah perspektif dalam melihat polemik galian pasir di Desa Mandalajaya, Kecamatan Cikalong.

Di satu sisi terdapat kepentingan ekonomi masyarakat. Di sisi lain ada kebutuhan untuk menjaga lingkungan dan memastikan kondisi muara tetap berfungsi dengan baik.

Keduanya tidak harus selalu diposisikan sebagai kepentingan yang bertentangan.

Jika pengerukan memang memberikan manfaat dalam mengatasi pendangkalan, manfaat tersebut perlu diperkuat dengan data teknis. Jika aktivitas tersebut memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat, dampaknya juga perlu dijelaskan secara terbuka.

Sebaliknya, apabila terdapat persoalan lingkungan ataupun legalitas, masyarakat berhak mendapatkan penjelasan dari pemerintah dan instansi yang memiliki kewenangan.

Dengan begitu, perdebatan mengenai galian pasir Cikalong tidak berhenti pada narasi pro dan kontra.

Yang dibutuhkan masyarakat adalah kepastian berdasarkan fakta: aktivitas ekonomi tetap diperhatikan, kondisi muara dijaga, lingkungan tidak dikorbankan, dan seluruh kegiatan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Redaksi sangat membuka ruang bagi pemerintah, masyarakat, pihak pengelola, maupun instansi terkait untuk memberikan penjelasan dan hak jawab mengenai aktivitas galian pasir di Cikalong. (kh)

  • Penulis: KangHasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aset Pemkot Sukabumi Bermasalah BPKPD dan Bappeda paling banyak

    BPKPD dan BAPPEDA Paling Bermasalah dalam Aset Pemkot Sukabumi

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle Admin Wartaloka
    • visibility 254
    • 0Komentar

    wartaloka.com, KUPAS. Persoalan ratusan aset Pemkot Sukabumi yang tidak diketahui keberadaannya tidak tersebar merata. Data auditor negara menunjukkan, sebaran aset paling dominan terkonsentrasi pada sejumlah perangkat daerah tertentu, terutama Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), serta Sekretariat Daerah (Setda). Temuan ini memberi lapisan baru dalam membaca persoalan. Jika sebelumnya […]

  • Kecelakaan Wisatawan Asing Jadi Alarm bagi Wisata Bahari Sukabumi

    Kecelakaan Wisatawan Asing Jadi Alarm bagi Wisata Bahari Sukabumi

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 217
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA SUKABUMI – Insiden kecelakaan wisatawan asing di Pantai Buffalo, Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, pada Senin (5/1/2025), kembali membuka mata banyak pihak soal pentingnya keselamatan wisata bahari. Seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Arab Saudi, Al Muhanna Hasan Radhi, meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan saat bermain jetski. Peristiwa ini langsung mendapat perhatian serius dari […]

  • Putusan Sidang Praperadilan Wakil Walikota Bandung.

    Putusan Sidang Praperadilan Wakil Walikota Bandung.

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 214
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BANDUNG – Pengadilan Negeri (PN) Bandung menolak seluruh gugatan praperadilan yang diajukan wakil walikota Bandung, Erwin, terkait penetapan dirinya sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyalahgunaan wewenang. Putusan ini dibacakan dalam sidang yang digelar Senin (12/1/2026) dan secara resmi menutup upaya hukum awal Erwin untuk menggugat status hukumnya. Majelis hakim yang dipimpin Agus Komarudin […]

  • Rajin OTT, tapi Malas Antisipasi?

    Rajin OTT, tapi Malas Antisipasi?

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 312
    • 0Komentar

    Wartaloka, OPINI – Gelombang operasi tangkap tangan (OTT) terhadap kepala daerah kembali terjadi dalam waktu yang berdekatan. Teranyar, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman dalam operasi di Jawa Tengah. Penangkapan ini menambah daftar kepala daerah yang terjerat kasus korupsi dalam beberapa bulan terakhir. Sebelumnya, KPK juga menjerat Bupati Pati Sudewo serta […]

  • tanggap darurat bencana kota tasikmalaya

    Kota Tasikmalaya Tetapkan Tanggap Darurat Bencana, BPBD Minta Warga Aktif Melapor

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • account_circle Admin Wartaloka
    • visibility 222
    • 0Komentar

    wartaloka.com, LIPUTAN. Pemerintah Kota Tasikmalaya menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana mulai Kamis (06/11/2025). Kebijakan ini diberlakukan selama lima hari untuk mempercepat penanganan bencana yang terjadi di sejumlah titik wilayah kota. Keputusan tersebut merupakan kelanjutan dari Status Siaga Bencana sebelumnya. Berdasarkan kondisi lapangan, diperlukan peningkatan mobilisasi personel, peralatan, serta koordinasi antarinstansi untuk menangani kejadian seperti pohon […]

  • Terminal Bubulak Bogor Disorot Wali Kota

    Terminal Bubulak Bogor Disorot Wali Kota

    • calendar_month Kamis, 1 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 225
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BOGOR – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, melakukan inspeksi langsung ke Terminal Bubulak pascahujan deras yang mengguyur Kota Bogor, Rabu (31/12/2025). Peninjauan ini dilakukan untuk melihat secara langsung hasil revitalisasi terminal yang telah dilaksanakan beberapa waktu lalu, sekaligus memastikan fungsi infrastruktur berjalan optimal. Saat berkeliling di area terminal, Dedie Rachim menemukan adanya […]

expand_less