Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Berita Daerah » LHKPN Kepala Bapenda Ciamis Disorot, Publik Tunggu Klarifikasi Soal Lonjakan Harta

LHKPN Kepala Bapenda Ciamis Disorot, Publik Tunggu Klarifikasi Soal Lonjakan Harta

  • account_circle KangHasan
  • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
  • visibility 437
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wartaloka, BERITA CIAMIS – Di era keterbukaan informasi seperti sekarang, perubahan angka dalam laporan kekayaan pejabat publik hampir pasti tak luput dari perhatian. Apalagi jika lonjakannya bukan puluhan juta, melainkan miliaran rupiah dalam waktu relatif singkat.

Itulah yang kini menjadi perbincangan setelah data LHKPN Kepala Bapenda Ciamis menunjukkan kenaikan nilai kekayaan yang cukup signifikan hanya dalam satu tahun pelaporan.

Berdasarkan dokumen yang beredar, total kekayaan Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Ciamis, Aef Saefuloh, pada periode 2024 tercatat sekitar Rp978 juta. Setahun berselang, dalam laporan periode 2025, angka itu melonjak menjadi kurang lebih Rp3,5 miliar.

Selisihnya bukan kecil: sekitar Rp2,5 miliar.

Yang paling menarik perhatian ada pada komponen aset tanah dan bangunan, yang sebelumnya tercatat sekitar Rp819 juta, lalu melonjak menjadi sekitar Rp3,4 miliar.

Secara aturan, tentu kenaikan kekayaan bukan sesuatu yang otomatis bermasalah. Tidak ada regulasi yang melarang pejabat memiliki pertambahan aset, selama seluruhnya berasal dari sumber yang sah dan dilaporkan sesuai ketentuan.

Namun dalam praktik komunikasi publik, angka sebesar itu hampir pasti memunculkan pertanyaan.

Dan itu hal yang sangat normal.

LHKPN Kepala Bapenda Ciamis Jadi Perbincangan, Ini Kenapa

LHKPN bukan Sekadar Formalitas Tahunan.

Instrumen ini dibuat untuk memastikan transparansi pejabat publik, sekaligus memberi ruang bagi masyarakat untuk ikut melakukan pengawasan.

Karena itu, ketika terjadi perubahan besar dalam laporan kekayaan, publik secara alami akan mencoba memahami konteks di balik angka tersebut.

  • Apakah berasal dari transaksi jual beli aset?
  • Apakah ada warisan keluarga?
  • Apakah hibah?
  • Atau justru hasil investasi yang memang baru tercatat pada periode tertentu?

Pertanyaan seperti ini bukan bentuk tuduhan. Ini justru bagian dari logika keterbukaan.

Bendahara Center Maula Indonesia (CMI), Rahmat Sidik, termasuk yang ikut menyoroti perubahan tersebut. Menurutnya, lonjakan kekayaan pejabat memang tidak serta-merta menunjukkan adanya pelanggaran.

Namun publik, kata dia, tetap berhak meminta penjelasan. Di sinilah letak sensitivitas jabatan publik.

Apalagi posisi Kepala Bapenda bukan jabatan biasa.

Instansi ini mengelola sektor yang sangat dekat dengan urusan fiskal daerah, mulai dari pendapatan pajak hingga optimalisasi penerimaan daerah.

Itu sebabnya, ketika muncul sorotan harta pejabat Ciamis, respons yang paling sehat justru keterbukaan.

  • Penulis: KangHasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Defisit Anggaran APBD Jabar Awal 2026, Tunggakan Proyek Capai ratusan Miliar

    Defisit Anggaran APBD Jabar Awal 2026, Tunggakan Proyek Capai ratusan Miliar

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA JABAR – Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengawali Tahun Anggaran 2026 dengan tekanan fiskal yang cukup berat. Kewajiban melunasi tunggakan pembayaran sejumlah proyek pembangunan tahun 2025 senilai Rp621 miliar menjadi beban awal yang langsung menggerus ruang fiskal daerah dan tantangan serius dalam pengelolaan APBD 2026. Kondisi ini diakui Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam […]

  • Sahur on the Road Dilarang di Bandung, Ini Alasannya

    Sahur on the Road Dilarang di Bandung, Ini Alasannya

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BANDUNG – Menjelang bulan suci Ramadhan 1447 H, suasana Kota Bandung diharapkan tetap aman, nyaman, dan penuh kekhusyukan. Namun, satu kebijakan tegas kembali ditegaskan oleh Polrestabes Bandung: pelarangan Sahur on the road (SOTR) dan aksi balap liar di seluruh wilayah Kota Bandung. Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol. Budi Sartono, menyampaikan bahwa keputusan ini bukan […]

  • Indonesia dalam Kepungan Mafia Judol Internasional: Mengapa Susah Diberantas dan Apa Solusi Hakikinya?

    Indonesia dalam Kepungan Mafia Judol Internasional: Mengapa Susah Diberantas dan Apa Solusi Hakikinya?

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 199
    • 0Komentar

    Indonesia dinilai jadi target mafia judol internasional. Mengapa judi online sulit diberantas? Simak akar masalah dan solusi sistemisnya.

  • Rusaknya Moral Generasi, Akibat Sistem Pendidikan Kapitalis

    Rusaknya Moral Generasi, Akibat Sistem Pendidikan Kapitalis

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 273
    • 0Komentar

    Kasus pelecehan di kampus dinilai akibat sistem pendidikan kapitalis yang mengabaikan akhlak dan agama.

  • Prediksi Final Liga Champions 2026: PSG vs Arsenal-wartaloka

    Prediksi Final Liga Champions 2026: PSG Sedikit Lebih Diunggulkan

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Prediksi PSG vs Arsenal di final Liga Champions. Adu serangan PSG melawan pertahanan disiplin Arsenal.

  • tanggap darurat bencana kota tasikmalaya

    Kota Tasikmalaya Tetapkan Tanggap Darurat Bencana, BPBD Minta Warga Aktif Melapor

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • account_circle Admin Wartaloka
    • visibility 140
    • 0Komentar

    wartaloka.com, LIPUTAN. Pemerintah Kota Tasikmalaya menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana mulai Kamis (06/11/2025). Kebijakan ini diberlakukan selama lima hari untuk mempercepat penanganan bencana yang terjadi di sejumlah titik wilayah kota. Keputusan tersebut merupakan kelanjutan dari Status Siaga Bencana sebelumnya. Berdasarkan kondisi lapangan, diperlukan peningkatan mobilisasi personel, peralatan, serta koordinasi antarinstansi untuk menangani kejadian seperti pohon […]

expand_less