Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Gangguan Jiwa di Ciamis Meningkat, RSUD Kawali Simpulkan Faktor Penyebabnya.

Gangguan Jiwa di Ciamis Meningkat, RSUD Kawali Simpulkan Faktor Penyebabnya.

  • account_circle KangHasan
  • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
  • visibility 91
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wartaloka, BERITA CIAMIS“Hirup kudu loba syukur jeung ulah luhur teuing hate, sabab hirup mah sok aya waktuna naék jeung turun.”
Pepatah Sunda itu mengingatkan bahwa rasa syukur dan sikap tawadlu kerap menjadi penyangga batin saat hidup berada dalam tekanan. Namun realitas di lapangan menunjukkan, tidak semua orang mampu bertahan ketika beban ekonomi dan persoalan rumah tangga datang bersamaan.

Itulah gambaran yang kini tercermin dari data gangguan jiwa di Ciamis. Sepanjang tahun 2025, RSUD Kawali mencatat peningkatan signifikan jumlah pasien dengan gangguan kejiwaan. Tekanan ekonomi dan konflik dalam rumah tangga disebut sebagai faktor pemicu utama tren tersebut.

148 Pasien Sepanjang 2025, Mayoritas Usia Produktif

Direktur RSUD Kawali, Evie Tiyanti, mengungkapkan bahwa selama 2025 pihaknya telah melayani 148 pasien gangguan jiwa. Mayoritas pasien berjenis kelamin laki-laki dan berada pada rentang usia produktif, yakni 20 hingga 40 tahun.

“Jika dilihat dari tren bulanan, banyak pasien datang dengan diagnosis skizofrenia. Gejalanya meliputi halusinasi, perubahan perilaku, pikiran kacau, serta emosi yang tidak stabil. Faktor pemicu utamanya masih didominasi masalah ekonomi dan rumah tangga,” ujar Evie, Senin (5/1/2026).

Menurutnya, tekanan hidup yang datang bertubi-tubi sering kali membuat seseorang kehilangan kemampuan mengelola stres, hingga akhirnya berdampak pada kesehatan mental.

Kapasitas Terbatas, Layani Pasien dari Luar Daerah

Evie menjelaskan, RSUD Kawali tidak hanya melayani warga Kabupaten Ciamis, tetapi juga menerima pasien rujukan dari luar daerah. Seluruh layanan kesehatan jiwa di rumah sakit ini dapat diakses oleh pasien pengguna BPJS Kesehatan.

“Saat ini kami memiliki delapan tempat tidur untuk pasien gangguan jiwa, terdiri dari empat ruang akut dan empat ruang tenang,” jelasnya.

Dengan keterbatasan kapasitas tersebut, rumah sakit harus melakukan penyesuaian layanan, terutama ketika jumlah pasien meningkat dalam waktu bersamaan. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi fasilitas kesehatan daerah dalam merespons meningkatnya kasus gangguan jiwa di Ciamis.

Judi Online Bukan Faktor Dominan

Menanggapi isu maraknya gangguan jiwa akibat kecanduan judi online, Evie menegaskan bahwa faktor tersebut memang ada, namun tidak dominan. Berdasarkan data sepanjang 2025, hanya satu pasien yang tercatat memiliki dugaan gangguan jiwa akibat judi online.

“Mayoritas kasus tetap dipicu oleh tekanan ekonomi dan persoalan keluarga. Judi online bukan faktor utama di sini,” tegasnya.

Terkait penanganan medis, Evie menyebutkan bahwa metode dan durasi perawatan sangat bergantung pada tingkat keparahan kondisi pasien. Sebagian cukup menjalani rawat jalan, sementara pasien dengan kondisi berat memerlukan perawatan intensif melalui rawat inap.

“Penanganan sangat bervariasi, tergantung kondisi pasien saat pertama kali datang,” pungkasnya.

Meningkatnya pasien gangguan jiwa di Ciamis dan sekitarnya, khususnya pasien di RSUD Kawali ini dapat menjadi sinyal penting bahwa persoalan ekonomi dan ketahanan keluarga tidak bisa dipandang sebelah mata. Di sinilah nilai syukur, kerendahan hati, dan saling menguatkan dalam keluarga kembali menemukan relevansinya di tengah tekanan hidup yang kian kompleks. (KH)

  • Penulis: KangHasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Musibah Tambang Bogor: Enam korban Jiwa, DPRD Jabar Desak PT Antam Bertindak

    Musibah Tambang Bogor: Enam korban Jiwa, DPRD Jabar Desak PT Antam Bertindak

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BOGOR – Musibah tambang Bogor kembali mengguncang warga Kabupaten Bogor. Enam orang warga Desa Bangun Jaya, Kecamatan Cigudeg, diduga meninggal dunia setelah terpapar asap misterius di salah satu lubang bekas tambang emas milik PT Antam Pongkor. Tragedi ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban sekaligus memunculkan pertanyaan serius soal pengawasan lubang tambang yang […]

  • putr kota tasikmalaya

    Spanduk Dukungan untuk Kejati Jabar Beredar, Dinas PUTR Tasikmalaya Jadi Sorotan

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • account_circle Admin Wartaloka
    • visibility 79
    • 0Komentar

    wartaloka.com, BERITA. Sebuah foto memperlihatkan dua orang yang membentangkan spanduk dukungan kepada Kejaksaan Tinggi Jawa Barat (Kejati Jabar) tengah beredar luas di platform WhatsApp pada Selasa (11/11/2025). Gambar tersebut diterima oleh redaksi Lintas Priangan tanpa disertai pesan, keterangan, maupun identitas pengirimnya. Saat redaksi mencoba meminta klarifikasi lebih lanjut, nomor pengirim justru memilih diam dan tidak […]

  • perempuan yang diduga melompat dari Jembatan Sasak Besi di Kampung Simpang, RT 03 RW 02, Desa Mulyasari, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut - Wartaloka

    Perempuan Diduga Melompat dari Jembatan Sasak Besi di Bayongbong Garut

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Polisi dan warga menyelamatkan perempuan yang diduga melompat dari Jembatan Sasak Besi Bayongbong Garut.

  • Kontroversi MBG Sukabumi Berakhir? Dela Shifa Buka Fakta Baru Soal SPPG Lembursitu

    Kontroversi MBG Sukabumi Berakhir? Dela Shifa Buka Fakta Baru Soal SPPG Lembursitu

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA SUKABUMI – Nama Dela Shifa Fauziah sebelumnya menjadi sorotan publik setelah pernyataannya mengenai dugaan praktik korupsi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) viral di media sosial. Ia menyebut adanya dugaan manipulasi data pembelian bahan baku di SPPG Lembursitu Sukabumi, sebuah unit penyedia program MBG yang berada di Kota Sukabumi. Dalam sebuah podcast yang […]

  • Aset Pemkot Sukabumi

    Wow! 351 Aset Pemkot Sukabumi Tak Diketahui Keberadaannya

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle Admin Wartaloka
    • visibility 93
    • 0Komentar

    wartaloka.com, KUPAS. Ratusan aset milik Pemerintah Kota Sukabumi tercatat dalam pembukuan daerah, namun keberadaannya tidak dapat diyakini saat dilakukan pemeriksaan. Berdasarkan data auditor negara dalam pemeriksaan tahun 2024, sedikitnya 351 unit aset berupa kendaraan dinas dan perangkat teknologi informasi tercatat tidak diketahui keberadaannya. Aset-aset tersebut mencakup sepeda motor dan kendaraan operasional, serta perangkat kerja aparatur […]

  • Aset Pemkot Sukabumi

    Ironi Pengelolaan Aset Pemkot Sukabumi: Lemah Keteladanan

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle Admin Wartaloka
    • visibility 85
    • 0Komentar

    wartaloka.com, KUPAS. Di balik temuan 351 aset Pemkot Sukabumi yang tidak diketahui keberadaannya, tersimpan ironi tata kelola yang tak bisa diabaikan. Data auditor negara menunjukkan, perangkat daerah dengan fungsi strategis dalam pengelolaan keuangan, perencanaan, dan administrasi justru menempati porsi dominan dalam sebaran aset yang belum dapat diyakini keberadaannya. Fakta ini membuat persoalan aset bergerak dari […]

expand_less