Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kupas » Wow! 351 Aset Pemkot Sukabumi Tak Diketahui Keberadaannya

Wow! 351 Aset Pemkot Sukabumi Tak Diketahui Keberadaannya

  • account_circle Admin Wartaloka
  • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
  • visibility 170
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

wartaloka.com, KUPAS. Ratusan aset milik Pemerintah Kota Sukabumi tercatat dalam pembukuan daerah, namun keberadaannya tidak dapat diyakini saat dilakukan pemeriksaan. Berdasarkan data auditor negara dalam pemeriksaan tahun 2024, sedikitnya 351 unit aset berupa kendaraan dinas dan perangkat teknologi informasi tercatat tidak diketahui keberadaannya.

Aset-aset tersebut mencakup sepeda motor dan kendaraan operasional, serta perangkat kerja aparatur seperti laptop, PC, notebook, tablet, dan perangkat sejenisnya. Total nilai perolehan aset mencapai sekitar Rp3,6 miliar. Pemeriksaan dilakukan tidak hanya berbasis dokumen, tetapi juga melalui uji fisik secara sampling untuk memastikan keberadaan barang yang tercatat.

Dalam catatan pemeriksaan, auditor negara menyebutkan bahwa konfirmasi telah dilakukan kepada perangkat daerah terkait. Namun hingga proses pemeriksaan berakhir, belum diperoleh penjelasan maupun bukti fisik yang dapat memastikan keberadaan ratusan aset tersebut. Kondisi ini membuat auditor menyimpulkan bahwa keberadaan aset belum dapat diyakini.

Temuan ini menjadi perhatian karena aset yang dimaksud merupakan alat kerja utama aparatur, bukan barang yang bersifat pelengkap. Di tengah tuntutan pelayanan publik yang efektif, ketidakjelasan keberadaan perangkat kerja tersebut menimbulkan pertanyaan serius mengenai pengelolaan dan pengamanan aset daerah.

Tidak Sesuai Ketentuan Pengelolaan Aset

Auditor negara menilai kondisi tersebut tidak sejalan dengan ketentuan pengelolaan keuangan dan barang milik daerah. Regulasi mewajibkan setiap pengguna barang untuk mengelola, mencatat, dan mengamankan aset yang berada dalam penguasaannya, agar dapat dipertanggungjawabkan secara administrasi maupun fisik.

Dalam pemeriksaan, auditor juga menyoroti bahwa data aset belum sepenuhnya berfungsi sebagai alat pengendalian. Hal ini tercermin dari fakta bahwa ratusan aset masih tercatat dalam daftar inventaris, bahkan sebagian besar dicatat dalam kondisi “baik”, namun tidak dapat ditunjukkan saat diminta pembuktian fisik.

Dari sisi tata kelola, kondisi tersebut menunjukkan adanya kelemahan pengawasan dan pengendalian aset, serta kurang optimalnya proses inventarisasi. Auditor negara menilai pencatatan yang tidak disertai kepastian fisik berisiko menurunkan kualitas pengelolaan keuangan daerah dan mengaburkan tanggung jawab atas aset publik.

Pemeriksaan juga menegaskan bahwa aset yang dicatat sebagai aset tetap seharusnya benar-benar ada dan dikuasai. Jika tidak, maka pencatatan tersebut berpotensi menimbulkan ketidaksesuaian dalam penyajian laporan keuangan dan melemahkan fungsi akuntabilitas.

Tanggung Jawab Struktural dan Tenggat Tindak Lanjut

Auditor tidak menyebutkan individu tertentu, namun menempatkan tanggung jawab secara struktural pada pengelola barang daerah dan jajaran perangkat daerah yang menguasai aset. Dalam catatannya, auditor menyebut pengawasan belum optimal, koordinasi inventarisasi belum efektif, serta pencatatan dan pengamanan aset masih perlu dibenahi.

Atas kondisi tersebut, auditor negara merekomendasikan agar pemerintah daerah menelusuri dan melaporkan keberadaan 351 aset yang tidak diketahui tersebut. Selain itu, penguatan sistem pengendalian, pembaruan data inventaris, dan peningkatan ketertiban administrasi aset juga menjadi bagian dari rekomendasi yang harus ditindaklanjuti.

Pemerintah Kota Sukabumi, melalui jajaran terkait, menyatakan sependapat dengan hasil pemeriksaan auditor negara dan berkomitmen melakukan perbaikan pengelolaan aset. Auditor memberikan batas waktu 60 hari sejak hasil pemeriksaan diterima untuk menindaklanjuti seluruh rekomendasi yang disampaikan.

Temuan ini menjadi pengingat penting bahwa aset daerah bukan sekadar angka dalam laporan, melainkan barang publik yang harus ada, terjaga, dan dapat dipertanggungjawabkan. Publik kini menanti, apakah penelusuran tersebut mampu menjawab pertanyaan paling mendasar: di mana sebenarnya aset-aset yang dibeli dengan uang rakyat itu berada. (AR)

  • Penulis: Admin Wartaloka

Rekomendasi Untuk Anda

  • Izin Usaha Toko Sen Sen Ternyata Grosir

    Izin Usaha Toko Sen Sen Ternyata Grosir, tapi Nekat Ngecer!

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Admin Wartaloka
    • visibility 197
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA – Isu dugaan pelanggaran izin usaha oleh Toko Sen Sen di Kota Tasikmalaya akhirnya mendapat pengakuan dari pemerintah daerah. Dalam pertemuan dengan massa aksi pedagang Pasar Cikurubuk, pejabat Pemerintah Kota Tasikmalaya menyatakan bahwa Toko Sen Sen memang memiliki izin usaha sebagai perdagangan besar atau grosir, namun dalam praktiknya melayani penjualan eceran. Temuan tersebut disampaikan […]

  • umkm sukabumi dapat perlengkapan alat kebersihan

    Dinkes Kota Sukabumi Serahkan Alat Kebersihan untuk 50 UMKM

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • account_circle Admin Wartaloka
    • visibility 142
    • 0Komentar

    wartaloka.com, LIPUTAN. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi menggelar kegiatan Rapat Koordinasi Pelaksanaan Survei PIRT bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) produk pangan industri rumah tangga (IRTP), Selasa (28/10/2025). Kegiatan berlangsung di Ruang Pertemuan Lantai Atas Kantor Dinas Kesehatan Kota Sukabumi dan dihadiri puluhan pelaku UMKM yang bergerak di bidang pangan olahan. Kegiatan tersebut […]

  • Ketika Anggota DPRD Partai Gerindra Tasikmalaya Turun ke Jalan

    Ketika Anggota DPRD Partai Gerindra Tasikmalaya Turun ke Jalan

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle Admin Wartaloka
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA – Menjelang waktu berbuka puasa, suasana di depan Kantor DPC Gerindra Tasikmalaya pada Senin (9/3/2026) tampak berbeda dari hari-hari biasa. Jalanan yang biasanya dipenuhi kendaraan sore hari berubah menjadi ruang pertemuan sederhana antara wakil rakyat dan warga. Di titik itu, anggota DPRD dari Gerindra Tasikmalaya turun langsung ke jalan untuk menyapa masyarakat sambil membagikan […]

  • Wibawa Guru Direndahkan: Buah Sistem Pendidikan Sekuler Kapitalistik

    Wibawa Guru Direndahkan: Buah Sistem Pendidikan Sekuler Kapitalistik

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 242
    • 0Komentar

    Merosotnya adab siswa menjadi bukti gagalnya sistem pendidikan sekuler dalam memuliakan guru dan akhlak.

  • Ranking 2, Tapi Mengemis di Malam Hari?

    Ranking 2, Tapi Mengemis di Malam Hari?

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA – Malam di pusat Kota Tasikmalaya tak pernah benar-benar sepi. Lampu rumah makan menyala terang, bahkan sebuah Masjid yang berdiri megah disana masih belum surut kegiatannya setelah Sholat Tarawih malam itu. Namun di antara gemerlap dan riuh rendah kesibukan itu, berdiri seorang anak perempuan berhijab. Namanya Nisa. Siang hari ia duduk di […]

  • langit italia merah - fenomena alam langka

    Fenomena Langka! Langit Italia Terlihat Merah

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • account_circle Admin Wartaloka
    • visibility 148
    • 0Komentar

    wartaloka.com, BERITA. Sebuah pemandangan langka sekaligus memukau terjadi di Eropa pada Selasa (12/11/2025). Langit Italia terlihat merah ketika aurora borealis berwarna menyala melintas di atas kawasan Pegunungan Alpen, termasuk di sekitar Gunung Matterhorn, Lembah Aosta. Fenomena ini mencuri perhatian warga hingga viral di berbagai platform media sosial, karena warna aurora yang muncul jauh berbeda dari […]

expand_less