Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kupas » Dari Kendaraan Hingga PC, Entah Dimana Keberadaanya

Dari Kendaraan Hingga PC, Entah Dimana Keberadaanya

  • account_circle Admin Wartaloka
  • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
  • visibility 152
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

wartaloka.com, KUPAS. Ketika publik mendengar ratusan aset pemerintah daerah tidak diketahui keberadaannya, bayangan yang muncul kerap berhenti pada kendaraan dinas lama. Namun data auditor negara menunjukkan gambaran yang jauh lebih kompleks. Dari 351 unit aset Pemkot Sukabumi yang keberadaannya belum dapat diyakini, mayoritas justru berupa perangkat teknologi informasi yang menjadi alat kerja harian aparatur.

Perangkat tersebut mencakup laptop, notebook, PC, PC workstation, hingga tablet dari berbagai merek dan spesifikasi. Aset-aset ini tersebar di sejumlah perangkat daerah dan tercatat sebagai Barang Milik Daerah (BMD) yang masih aktif dalam daftar inventaris. Artinya, secara administrasi aset itu dianggap ada dan digunakan, meski saat pemeriksaan fisik dilakukan, keberadaannya tidak dapat ditunjukkan.

Komposisi ini mengubah sudut pandang atas persoalan yang muncul. Masalahnya bukan sekadar kendaraan operasional yang menua dan berpindah tangan seiring waktu, melainkan perangkat kerja utama ASN yang seharusnya melekat pada aktivitas pelayanan publik sehari-hari.

Perangkat TIK Mendominasi, Kendaraan Bukan Satu-satunya

Berdasarkan pengelompokan data auditor negara, perangkat TIK menjadi kelompok terbesar dari total 351 aset yang tidak diketahui keberadaannya. Laptop dan notebook mendominasi, disusul PC workstation—termasuk unit bernilai relatif tinggi—serta tablet seperti iPad dan perangkat sejenis. Sebagian besar tercatat dalam kondisi “baik”, meski fisiknya tidak dapat dibuktikan.

Kendaraan dinas tetap menjadi bagian dari temuan, terutama sepeda motor operasional yang banyak tercatat pada unit kerja tertentu. Namun secara jumlah, kendaraan bukan komponen mayoritas. Fakta ini penting karena memperluas makna risiko yang dihadapi pemerintah daerah. Kehilangan jejak perangkat TIK tidak hanya berdampak pada nilai aset, tetapi juga pada kontinuitas kerja, keamanan data, dan memori kelembagaan.

Yang tak kalah penting, rentang tahun perolehan aset menunjukkan variasi lebar. Ada perangkat yang dibeli satu dekade lalu, namun terdapat pula aset yang relatif baru, diperoleh dalam beberapa tahun terakhir. Dengan demikian, anggapan bahwa ketidakjelasan keberadaan aset semata-mata disebabkan usia barang menjadi kurang relevan.

Cara perolehan aset juga beragam. Mayoritas berasal dari pengadaan, sebagian dari pembelian langsung, dan ada pula yang diperoleh melalui hibah. Apa pun cara perolehannya, statusnya tetap sama: aset publik yang wajib dicatat, diamankan, dan dipertanggungjawabkan.

Dampak dan Pertanyaan yang Mengemuka

Komposisi aset yang didominasi perangkat TIK membawa konsekuensi yang lebih luas. Perangkat-perangkat ini lazim digunakan untuk pengolahan data, penyusunan laporan, hingga perencanaan program. Ketika keberadaannya tidak dapat diyakini, fungsi pengendalian internal ikut dipertanyakan.

Data auditor negara mencatat bahwa kondisi ini berkontribusi pada belum optimalnya pemanfaatan data inventaris sebagai alat pengendalian aset. Dengan kata lain, daftar barang ada, nilainya tercatat, tetapi kepastian fisik dan penguasaan belum terjamin. Di titik ini, persoalan bergeser dari sekadar administrasi menuju tata kelola.

Publik pun wajar bertanya: bagaimana mekanisme serah-terima perangkat kerja di internal Pemkot Sukabumi? Bagaimana pengamanan saat terjadi mutasi pegawai, dan sejauh mana pengawasan melekat dijalankan. Pertanyaan-pertanyaan ini muncul bukan untuk menuduh, melainkan untuk memastikan aset yang dibeli dengan uang rakyat benar-benar mendukung pelayanan publik.

Auditor negara telah merekomendasikan agar pemerintah daerah menelusuri dan melaporkan keberadaan seluruh aset yang belum dapat diyakini, sekaligus membenahi sistem pengendalian dan inventarisasi. Dengan komposisi aset yang didominasi perangkat kerja modern, upaya penelusuran itu diharapkan tidak berhenti pada pencarian fisik semata, tetapi juga pada pembenahan sistem agar kejadian serupa tidak berulang.

Berita ini menunjukkan satu hal: persoalan aset Pemkot Sukabumi bukan cerita lama tentang motor tua, melainkan cerminan tantangan tata kelola di era kerja digital. Dan di sanalah, pekerjaan rumah sesungguhnya menanti untuk diselesaikan. (AR)

  • Penulis: Admin Wartaloka

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kota Tasikmalaya: Mahasiswi Hilang, Keluarga Minta Bantuan Warga 

    Kota Tasikmalaya: Mahasiswi Hilang, Keluarga Minta Bantuan Warga 

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 217
    • 0Komentar

    Seorang mahasiswi hilang dari Universitas Mayasari Bakti, Kota Tasikmalaya

  • Dinkes Kota Bandung Siap Siaga Hadapi Libur Nataru.

    Dinkes Kota Bandung Siap Siaga Hadapi Libur Nataru.

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle KangHasan
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung menyiapkan berbagai langkah kesiapsiagaan untuk mengantisipasi potensi krisis kesehatan selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Upaya ini dilakukan seiring dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, kepadatan di pusat keramaian, serta risiko kedaruratan medis di lokasi wisata dan sarana transportasi publik. Kepala Dinas […]

  • Tasik Oktober Festival 2025

    Raksa Budaya Santun Tasik Oktober Festival 2025

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • account_circle Deni Heryanto
    • visibility 141
    • 0Komentar

    wartaloka.com, BERITA. Semangat kebudayaan dan kebersamaan terasa kuat dalam gelaran Tasik Oktober Festival 2025 yang berlangsung di Lapang Karangsambung, Kecamatan Cibeureum, Selasa (21/10/2025). Ribuan warga dari berbagai penjuru kota tumpah ruah menikmati rangkaian acara Raksa Budaya Santun yang menjadi salah satu agenda utama festival tersebut. Anak-anak, remaja, hingga orang tua larut dalam suasana penuh warna, […]

  • Pemancing Hilang di Cikeueus Sukabumi

    Pemancing Hilang di Cikeueus, Pencarian Memasuki Hari Kedua

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle Admin Wartaloka
    • visibility 141
    • 0Komentar

    wartaloka.com, BERITA. Upaya pencarian terhadap dua pemancing yang hilang di Pantai Cikeueus, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, kembali dilanjutkan pada Senin (17/11/2025). Namun hingga petang, hasilnya masih nihil. Musibah ini menyita perhatian warga pesisir karena lokasi kejadian dikenal memiliki ombak kuat yang sewaktu-waktu datang tanpa tanda. Pencarian Difokuskan di Laut dan Darat Sejak pukul 07.00 WIB, […]

  • Pergeseran Tanah Bantargadung: Lereng Gundul Jadi Sorotan

    Pergeseran Tanah Bantargadung: Lereng Gundul Jadi Sorotan

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA SUKABUMI — Bencana kembali terjadi di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi. Ratusan warga Kampung Cijambe, Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung, terpaksa meninggalkan rumah mereka setelah pergeseran tanah dipicu hujan ekstrem melanda kawasan tersebut, Senin (02/03/2026). Sedikitnya 104 Kepala Keluarga (KK) atau 324 jiwa kini bertahan di tenda darurat. Kejadian yang terjadi secara bertahap itu membuat […]

  • Prediksi Persib vs Malut United: Ujian Konsistensi Maung Bandung di Kandang

    Prediksi Persib vs Malut United: Ujian Konsistensi Maung Bandung di Kandang

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BANDUNG – Persib Bandung akan melakoni laga penting saat menjamu Malut United pada pertandingan pekan ke-20 BRI Super League hari Jumat (06/02/2026) malam, mulai pukul 19.00 WIB. Duel ini menjadi krusial bagi Maung Bandung untuk menjaga momentum dan konsistensi, sementara Malut United datang dengan ambisi mencuri poin dari tim papan atas. Bermain di […]

expand_less