Musibah Tambang Bogor: Enam korban Jiwa, DPRD Jabar Desak PT Antam Bertindak
- account_circle KangHasan
- calendar_month Senin, 19 Jan 2026
- visibility 66
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Wartaloka, BERITA BOGOR – Musibah tambang Bogor kembali mengguncang warga Kabupaten Bogor. Enam orang warga Desa Bangun Jaya, Kecamatan Cigudeg, diduga meninggal dunia setelah terpapar asap misterius di salah satu lubang bekas tambang emas milik PT Antam Pongkor. Tragedi ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban sekaligus memunculkan pertanyaan serius soal pengawasan lubang tambang yang sudah tidak aktif.
Baca juga: Asap Pekat dan Gas Beracun, Musibah Tambang Bogor Bikin Evakuasi Tertahan
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Doni Maradona Hutabarat, menyampaikan belasungkawa mendalam atas peristiwa tersebut. Ia menegaskan bahwa insiden ini tidak boleh berhenti sebagai musibah semata, tetapi harus diusut tuntas untuk mengetahui penyebab pasti kematian para korban.
“Saya turut berduka cita atas wafatnya enam warga Desa Bangun Jaya, Kecamatan Cigudeg. Ini tragedi kemanusiaan yang harus diungkap secara menyeluruh agar tidak terulang,” ujar Doni kepada awak media, Minggu (18/01/2026).
Korban Berjatuhan di Lubang Bekas Tambang
Berdasarkan informasi yang dihimpun, para korban diketahui berasal dari Kampung Cimapag, Desa Bangun Jaya. Mereka diduga terjebak di dalam lubang bekas tambang yang sudah lama tidak beroperasi dan terpapar asap atau gas beracun.
Tiga korban pertama atas nama Firman, Asri, dan Soni dinyatakan meninggal dunia lebih dulu. Jenazah mereka tiba di kampung halaman dan langsung dimakamkan oleh pihak keluarga. Menyusul kemudian tiga korban lainnya, yakni Barok, Deni, dan Adun, yang dipulangkan pada Jumat (15/01/2026) dini hari dan dimakamkan pada hari yang sama.
Doni mengungkapkan, informasi mengenai jumlah korban sempat simpang siur. Ia mengetahui adanya enam korban warga Desa Bangun Jaya setelah membaca laporan dari media online.
Baca juga: Musibah Tambang Bogor: Asap Misterius Menjadi Kendala Evakuasi
“Kami awalnya mendapat informasi ada korban dari Desa Urug. Tapi kemudian terkonfirmasi bahwa ada enam korban dari Desa Bangun Jaya, yang pulang ke kampung halaman di waktu berbeda,” jelasnya.
Desakan Pengawasan Ketat terhadap PT Antam
Doni menegaskan, lubang bekas tambang tersebut berada di wilayah konsesi PT Antam. Karena itu, ia menilai pengawasan dan pengamanan area tambang, termasuk yang sudah tidak aktif, merupakan tanggung jawab perusahaan.
“Inikan wilayah mereka. Pengawasan terhadap lubang-lubang bekas tambang agar tidak membahayakan masyarakat adalah tanggung jawab PT Antam,” tegas Doni.
Menurutnya, musibah tambang Bogor ini menjadi alarm keras bagi semua pihak. Lubang bekas tambang yang dibiarkan terbuka tanpa pengamanan memadai sangat berisiko bagi warga sekitar, terutama di wilayah yang aktivitas masyarakatnya masih dekat dengan area tambang.
Ia juga mendorong adanya evaluasi menyeluruh dan audit keselamatan terhadap seluruh lubang bekas tambang di kawasan Pongkor. Langkah ini penting agar kejadian serupa tidak kembali merenggut nyawa warga.
Tragedi ini tidak hanya meninggalkan luka bagi keluarga korban, tetapi juga menjadi pengingat bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama di atas kepentingan apa pun. Tanpa pengawasan ketat dan tanggung jawab penuh, musibah tambang Bogor berpotensi kembali terulang. (KH)
-” musibah datangna teu bisa disangka-sangka, kukituna urang kudu salawasana ikhtiar ngajaga kasalametan tur tawakal dinu sagala laku lampah urang”-
- Penulis: KangHasan
