Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Berita Daerah » Kontroversi MBG Sukabumi Berakhir? Dela Shifa Buka Fakta Baru Soal SPPG Lembursitu

Kontroversi MBG Sukabumi Berakhir? Dela Shifa Buka Fakta Baru Soal SPPG Lembursitu

  • account_circle KangHasan
  • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
  • visibility 355
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wartaloka, BERITA SUKABUMINama Dela Shifa Fauziah sebelumnya menjadi sorotan publik setelah pernyataannya mengenai dugaan praktik korupsi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) viral di media sosial. Ia menyebut adanya dugaan manipulasi data pembelian bahan baku di SPPG Lembursitu Sukabumi, sebuah unit penyedia program MBG yang berada di Kota Sukabumi.

Dalam sebuah podcast yang beredar luas di internet, Dela mengungkap sejumlah dugaan ketidaksesuaian data pengadaan bahan makanan, termasuk beras dan bahan baku lainnya. Pernyataan tersebut langsung memicu perdebatan di ruang publik dan menarik perhatian berbagai pihak.

Namun beberapa waktu setelah kontroversi itu mencuat, Dela akhirnya memberikan klarifikasi resmi terkait pernyataannya.

Klarifikasi Resmi dan Permohonan Maaf

Melalui rekaman video yang dirilis pada Rabu (11/3/2026), Dela Shifa Fauziah menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang muncul akibat konten podcast yang ia buat sebelumnya.

Dalam pernyataannya, mantan akuntan SPPG Lembursitu Sukabumi itu mengakui bahwa data yang ia gunakan saat menyampaikan dugaan tersebut belum sepenuhnya lengkap. Hal inilah yang kemudian memicu ketidaksinkronan informasi serta kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Saya Dela Shifa Fauziah menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya atas kegaduhan yang muncul dari konten podcast yang saya buat beberapa waktu lalu,” ujarnya dalam video klarifikasi.

Permohonan maaf tersebut juga ditujukan kepada sejumlah lembaga yang sempat terseret dalam polemik ini, termasuk Badan Gizi Nasional serta Yayasan Ath-Tho-Mitra.

Dela menegaskan bahwa pembuatan podcast tersebut merupakan inisiatif pribadinya dan tidak ada tekanan dari pihak mana pun.

Dipicu Emosi Akibat Perselisihan dengan Mitra

Dalam klarifikasinya, Dela juga menjelaskan latar belakang munculnya podcast yang menyinggung dugaan korupsi di SPPG Lembursitu Sukabumi.

Ia mengaku saat itu sedang berada dalam kondisi emosi setelah terjadi perselisihan dengan salah satu mitra kerja. Situasi tersebut membuatnya terpancing untuk mengungkapkan berbagai hal secara terbuka melalui podcast.

“Karena saya terpancing emosi akibat kata-kata yang disampaikan oleh mitra kepada saya. Saya merasa tidak terima, sehingga muncul ide untuk membuat podcast tersebut,” ungkapnya.

Menurut Dela, keputusan tersebut diambil secara spontan tanpa melalui proses verifikasi data yang lebih menyeluruh.

Perbedaan Data Setelah Dilakukan Verifikasi

Lebih lanjut, Dela menjelaskan bahwa setelah dilakukan proses pengecekan dan validasi bersama, ditemukan adanya perbedaan antara catatan yang ia miliki dengan data sebenarnya di lapangan.

Perbedaan tersebut terutama berkaitan dengan tambahan bahan baku yang sudah dipesan melalui proses purchase order (PO), tetapi belum tercatat dalam data pribadinya saat itu.

“Klarifikasi yang ingin saya sampaikan adalah bahwa data yang saya buat sebelumnya sudah diverifikasi bersama menggunakan faktur dan invoice yang ada. Ternyata terdapat penambahan bahan baku dari barang yang sudah di-PO-kan dan belum masuk dalam catatan saya,” jelasnya.

Akibatnya, data yang ia sampaikan dalam podcast menjadi tidak sinkron dengan kondisi sebenarnya di SPPG Lembursitu Sukabumi.

Upaya Meluruskan Informasi yang Terlanjur Viral

Dela menegaskan bahwa klarifikasi yang ia sampaikan merupakan bentuk tanggung jawab pribadi untuk meluruskan informasi yang telah terlanjur menyebar luas di media sosial.

Ia berharap kejadian ini dapat menjadi pelajaran penting bagi dirinya untuk lebih berhati-hati dalam menyampaikan informasi, terutama yang berkaitan dengan institusi dan program publik.

“Klarifikasi ini saya buat murni atas keinginan saya sendiri tanpa adanya paksaan dari siapa pun, karena saya merasa bertanggung jawab untuk meluruskan kembali informasi yang sudah beredar,” ujarnya.

Kasus yang melibatkan SPPG Lembursitu Sukabumi ini sebelumnya sempat memicu berbagai tanggapan, termasuk dari pihak pengelola setempat. Kepala SPPG Lembursitu 2 juga sempat memberikan respons atas pernyataan yang beredar sebelum akhirnya muncul klarifikasi dari Dela.

Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan polemik terkait dugaan manipulasi data dalam program MBG di SPPG Lembursitu Sukabumi dapat menjadi lebih jelas bagi publik. (KH)

  • Penulis: KangHasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gibran ke Tasikmalaya:  Aparat Gabungan Siaga Sejak Pagi

    Gibran ke Tasikmalaya: Aparat Gabungan Siaga Sejak Pagi

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 217
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA – Menjelang kedatangan Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka, aparat gabungan mulai bersiaga di sejumlah titik strategis di Kota Tasikmalaya, Selasa (20/1/2026). Salah satu lokasi yang menjadi pusat pengamanan adalah area depan Pasar Cikurubuk, pasar terbesar di wilayah Priangan Timur. Sejak pagi hari, petugas gabungan dari TNI, Polri, dan unsur pengamanan […]

  • psm-vs-persib-bojan-hodak-barba-absen-berita-olahraga-wartaloka

    PERSIB Krisis Jelang Duel Kontra PSM, Tiga Sosok Penting Harus Absen

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 215
    • 0Komentar

    PERSIB Bandung dipastikan tanpa Bojan Hodak, Federico Barba, dan Luciano Guaycochea saat duel PSM Makassar Vs Persib Bandung di pekan ke-33 Super League.

  • Pihak RSUD Jampangkulon Akhirnya Mulai Buka Suara

    Pihak RSUD Jampangkulon Akhirnya Mulai Buka Suara

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 223
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA SUKABUMI – Kasus meninggalnya NS (12), remaja asal Kecamatan Jampangkulon yang viral di media sosial karena diduga menjadi korban kekerasan, kini mulai menemukan titik terang dari sisi medis. Pihak RSUD Jampangkulon akhirnya memberikan penjelasan resmi terkait kondisi korban sebelum dinyatakan meninggal dunia. Penjelasan medis ini penting untuk meluruskan berbagai spekulasi yang beredar di […]

  • LHKPN Kepala Bapenda Ciamis Disorot, Publik Tunggu Klarifikasi Soal Lonjakan Harta

    LHKPN Kepala Bapenda Ciamis Disorot, Publik Tunggu Klarifikasi Soal Lonjakan Harta

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 576
    • 0Komentar

    Lonjakan LHKPN Kepala Bapenda Ciamis hingga Rp2,5 miliar dalam setahun jadi sorotan. Publik menanti klarifikasi resmi.

  • Pergeseran Tanah Bantargadung: Lereng Gundul Jadi Sorotan

    Pergeseran Tanah Bantargadung: Lereng Gundul Jadi Sorotan

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 216
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA SUKABUMI — Bencana kembali terjadi di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi. Ratusan warga Kampung Cijambe, Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung, terpaksa meninggalkan rumah mereka setelah pergeseran tanah dipicu hujan ekstrem melanda kawasan tersebut, Senin (02/03/2026). Sedikitnya 104 Kepala Keluarga (KK) atau 324 jiwa kini bertahan di tenda darurat. Kejadian yang terjadi secara bertahap itu membuat […]

  • Harga Pertamax Naik, Pengguna Kendaraan Harus Rogoh Kocek Lebih Dalam

    Harga Pertamax Naik, Pengguna Kendaraan Harus Rogoh Kocek Lebih Dalam

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 300
    • 0Komentar

    Harga Pertamax naik menjadi Rp16.250 per liter. Pengguna kendaraan harus menambah biaya hingga Rp158 ribu untuk sekali pengisian penuh 40 liter.

expand_less