Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Berita Daerah » Kontroversi MBG Sukabumi Berakhir? Dela Shifa Buka Fakta Baru Soal SPPG Lembursitu

Kontroversi MBG Sukabumi Berakhir? Dela Shifa Buka Fakta Baru Soal SPPG Lembursitu

  • account_circle KangHasan
  • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
  • visibility 239
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wartaloka, BERITA SUKABUMINama Dela Shifa Fauziah sebelumnya menjadi sorotan publik setelah pernyataannya mengenai dugaan praktik korupsi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) viral di media sosial. Ia menyebut adanya dugaan manipulasi data pembelian bahan baku di SPPG Lembursitu Sukabumi, sebuah unit penyedia program MBG yang berada di Kota Sukabumi.

Dalam sebuah podcast yang beredar luas di internet, Dela mengungkap sejumlah dugaan ketidaksesuaian data pengadaan bahan makanan, termasuk beras dan bahan baku lainnya. Pernyataan tersebut langsung memicu perdebatan di ruang publik dan menarik perhatian berbagai pihak.

Namun beberapa waktu setelah kontroversi itu mencuat, Dela akhirnya memberikan klarifikasi resmi terkait pernyataannya.

Klarifikasi Resmi dan Permohonan Maaf

Melalui rekaman video yang dirilis pada Rabu (11/3/2026), Dela Shifa Fauziah menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang muncul akibat konten podcast yang ia buat sebelumnya.

Dalam pernyataannya, mantan akuntan SPPG Lembursitu Sukabumi itu mengakui bahwa data yang ia gunakan saat menyampaikan dugaan tersebut belum sepenuhnya lengkap. Hal inilah yang kemudian memicu ketidaksinkronan informasi serta kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Saya Dela Shifa Fauziah menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya atas kegaduhan yang muncul dari konten podcast yang saya buat beberapa waktu lalu,” ujarnya dalam video klarifikasi.

Permohonan maaf tersebut juga ditujukan kepada sejumlah lembaga yang sempat terseret dalam polemik ini, termasuk Badan Gizi Nasional serta Yayasan Ath-Tho-Mitra.

Dela menegaskan bahwa pembuatan podcast tersebut merupakan inisiatif pribadinya dan tidak ada tekanan dari pihak mana pun.

Dipicu Emosi Akibat Perselisihan dengan Mitra

Dalam klarifikasinya, Dela juga menjelaskan latar belakang munculnya podcast yang menyinggung dugaan korupsi di SPPG Lembursitu Sukabumi.

Ia mengaku saat itu sedang berada dalam kondisi emosi setelah terjadi perselisihan dengan salah satu mitra kerja. Situasi tersebut membuatnya terpancing untuk mengungkapkan berbagai hal secara terbuka melalui podcast.

“Karena saya terpancing emosi akibat kata-kata yang disampaikan oleh mitra kepada saya. Saya merasa tidak terima, sehingga muncul ide untuk membuat podcast tersebut,” ungkapnya.

Menurut Dela, keputusan tersebut diambil secara spontan tanpa melalui proses verifikasi data yang lebih menyeluruh.

Perbedaan Data Setelah Dilakukan Verifikasi

Lebih lanjut, Dela menjelaskan bahwa setelah dilakukan proses pengecekan dan validasi bersama, ditemukan adanya perbedaan antara catatan yang ia miliki dengan data sebenarnya di lapangan.

Perbedaan tersebut terutama berkaitan dengan tambahan bahan baku yang sudah dipesan melalui proses purchase order (PO), tetapi belum tercatat dalam data pribadinya saat itu.

“Klarifikasi yang ingin saya sampaikan adalah bahwa data yang saya buat sebelumnya sudah diverifikasi bersama menggunakan faktur dan invoice yang ada. Ternyata terdapat penambahan bahan baku dari barang yang sudah di-PO-kan dan belum masuk dalam catatan saya,” jelasnya.

Akibatnya, data yang ia sampaikan dalam podcast menjadi tidak sinkron dengan kondisi sebenarnya di SPPG Lembursitu Sukabumi.

Upaya Meluruskan Informasi yang Terlanjur Viral

Dela menegaskan bahwa klarifikasi yang ia sampaikan merupakan bentuk tanggung jawab pribadi untuk meluruskan informasi yang telah terlanjur menyebar luas di media sosial.

Ia berharap kejadian ini dapat menjadi pelajaran penting bagi dirinya untuk lebih berhati-hati dalam menyampaikan informasi, terutama yang berkaitan dengan institusi dan program publik.

“Klarifikasi ini saya buat murni atas keinginan saya sendiri tanpa adanya paksaan dari siapa pun, karena saya merasa bertanggung jawab untuk meluruskan kembali informasi yang sudah beredar,” ujarnya.

Kasus yang melibatkan SPPG Lembursitu Sukabumi ini sebelumnya sempat memicu berbagai tanggapan, termasuk dari pihak pengelola setempat. Kepala SPPG Lembursitu 2 juga sempat memberikan respons atas pernyataan yang beredar sebelum akhirnya muncul klarifikasi dari Dela.

Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan polemik terkait dugaan manipulasi data dalam program MBG di SPPG Lembursitu Sukabumi dapat menjadi lebih jelas bagi publik. (KH)

  • Penulis: KangHasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gerakan Pangan Murah Kabupaten Bogor Sukses Distribusi ribuan Ton Pangan

    Gerakan Pangan Murah Kabupaten Bogor Sukses Distribusi ribuan Ton Pangan

    • calendar_month Kamis, 1 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BOGOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor berhasil melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) Istimewa 2025 secara menyeluruh di seluruh wilayah Kabupaten Bogor. Program ini menjadi salah satu langkah strategis Pemkab Bogor dalam menjaga stabilitas harga pangan sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi sepanjang tahun 2025. Sepanjang pelaksanaannya, GPM Istimewa 2025 telah […]

  • Kecelakaan Kereta Api di Bekasi Timur, Puluhan Korban Dievakuasi

    Kecelakaan Kereta Api di Bekasi Timur, Puluhan Korban Dievakuasi

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 246
    • 0Komentar

    Kecelakaan kereta api di Bekasi Timur libatkan KRL dan KA Argo Bromo, 38 korban luka dievakuasi.

  • tanggap darurat bencana kota tasikmalaya

    Kota Tasikmalaya Tetapkan Tanggap Darurat Bencana, BPBD Minta Warga Aktif Melapor

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • account_circle Admin Wartaloka
    • visibility 141
    • 0Komentar

    wartaloka.com, LIPUTAN. Pemerintah Kota Tasikmalaya menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana mulai Kamis (06/11/2025). Kebijakan ini diberlakukan selama lima hari untuk mempercepat penanganan bencana yang terjadi di sejumlah titik wilayah kota. Keputusan tersebut merupakan kelanjutan dari Status Siaga Bencana sebelumnya. Berdasarkan kondisi lapangan, diperlukan peningkatan mobilisasi personel, peralatan, serta koordinasi antarinstansi untuk menangani kejadian seperti pohon […]

  • Rusaknya Moral Generasi, Akibat Sistem Pendidikan Kapitalis

    Rusaknya Moral Generasi, Akibat Sistem Pendidikan Kapitalis

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 273
    • 0Komentar

    Kasus pelecehan di kampus dinilai akibat sistem pendidikan kapitalis yang mengabaikan akhlak dan agama.

  • Persija vs persib 10 Mei 2026

    Persib Bungkam Persija di Segiri, Adam Alis Jadi Penentu Kemenangan Maung Bandung

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Persib Bandung sukses menaklukkan Persija Jakarta 2-1 dalam duel panas Super League 2025/2026. Adam Alis jadi pahlawan kemenangan.

  • Idul Fitri 1447 Hijriah: Kemenangan Sejati Bukan Soal Kemewahan

    Idul Fitri 1447 Hijriah: Kemenangan Sejati Bukan Soal Kemewahan

    • calendar_month Sabtu, 21 Mar 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Wartaloka, OPINI – Selamat merayakan Idul Fitri 1447 Hijriah. Setelah sebulan penuh menjalani tempaan spiritual di bulan Ramadan, umat Muslim akhirnya tiba pada sebuah titik yang disebut sebagai kemenangan. Namun, kemenangan ini bukan sekadar perayaan seremonial atau tradisi tahunan. Lebih dari itu, Idul Fitri adalah refleksi dari perjalanan batin yang sarat makna. Ramadan telah mengajarkan […]

expand_less