Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Hardiknas: Dunia Pendidikan Makin Buram Dan Memprihatinkan

Hardiknas: Dunia Pendidikan Makin Buram Dan Memprihatinkan

  • account_circle KangHasan
  • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
  • visibility 285
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wartaloka, OPINISetiap 2 Mei, kita disuguhi pemandangan yang sama. Upacara khidmat, pidato bertenaga, seragam putih yang katanya lambang kesucian niat. Tapi mari jujur sejenak: apakah “suci” masih jadi kata yang tepat untuk potret pendidikan kita hari ini?

Ruang Pendidikan = Ruang Darurat Moral?

Di balik gegap gempita seremonial itu, ruang kelas pelan-pelan berubah jadi ruang darurat moral. Berita kekerasan dan pelecehan seksual oleh pelajar bukan lagi satu-dua kasus.

Joki UTBK dan plagiat bukan lagi aib, tapi “strategi”. Narkoba menyelinap ke bangku sekolah. Dan yang paling getir: guru yang mendidik dengan ketegasan justru lebih cepat masuk jeruji daripada murid yang melanggar aturan.

Kalau ini disebut “kenakalan remaja”, mungkin kita sedang terlalu baik hati memberi nama pada sebuah kegagalan sistemik.

Sistem pendidikan sekuler kapitalistik yang kita rawat hari ini memang pandai mencetak angka. Tapi ia gagal mencetak manusia. Yang lahir adalah generasi yang disuruh bermimpi tinggi, tapi tidak dibekali kompas moral untuk sampai ke sana.

Wajar jika jalan pintas jadi pilihan. Ketika agama hanya jadi pelajaran 2 jam seminggu, dan sanksi hukum lembek untuk anak di bawah umur, jangan heran jika ruang kebebasan berubah jadi ruang kebablasan.

Islam: Pendidikan adalah Proyek Peradaban

Islam memandang ini dengan cara berbeda. Pendidikan bukan pabrik ijazah. Ia adalah proyek peradaban. Tujuannya jelas: melahirkan insan yang cerdas otaknya, hidup hatinya. Solusinya hanya satu, yaitu penerapan Islam kaffah yang menjadikan aqidah Islam sebagai asas kurikulum.

Di dalamnya ada sanksi yang mendidik, bukan memanjakan. Ada negara yang aktif menciptakan suasana takwa, bukan pasif menonton degradasi. Ada sinergi keluarga, sekolah, dan masyarakat yang semua berjalan di atas rel syariat yang sama.

Ini bukan nostalgia kejayaan masa lalu. Ini tawaran masa depan. Maka, Hardiknas kali ini jangan lagi jadi panggung pembenaran. Anggap ia sebagai tamparan halus: sampai kapan kita memoles gedung yang pondasinya retak? Mau terus bertahan dengan sistem yang jelas-jelas sakit, atau mulai berani merujuk pada resep Islam kaffah yang pernah terbukti menyembuhkan peradaban.

Ahsri Zahra Nuraini – Pelajar

Parongpong KBB

  • Penulis: KangHasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Korban Longsor Cisarua Bandung Barat Bertambah, 53 Kantong Jenazah Dievakuasi hingga Hari Kelima

    Korban Longsor Cisarua Bandung Barat Bertambah, 53 Kantong Jenazah Dievakuasi hingga Hari Kelima

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BANDUNG – Operasi pencarian korban Longsor Cisarua Bandung Barat terus menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga hari kelima pencarian, Rabu (28/1/2026) pukul 16.00 WIB, Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi 53 kantong jenazah dari lokasi longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Meski demikian, sebanyak 27 korban lainnya masih dinyatakan hilang dan terus […]

  • pekerja-sektor-informal-makin-banyak-negara-lemah-ciptakan-lapangan-kerja-opini wartaloka

    Pekerja Informal, UMKM, dan GIG Makin Banyak, Negara Lemah Ciptakan Lapangan Kerja?

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 209
    • 0Komentar

    Meningkatnya pekerja sektor informal, dinilai menjadi tanda lemahnya negara dalam menyediakan lapangan kerja layak. Simak analisis dan solusi perspektif Islam.

  • Aset Pemkot Sukabumi yang Baru pun Tak Terlacak

    Aset Pemkot Sukabumi yang Relatif Baru, Ikut Tak Terlacak

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle Admin Wartaloka
    • visibility 158
    • 0Komentar

    wartaloka.com, KUPAS. Persoalan ratusan aset Pemkot Sukabumi yang tidak diketahui keberadaannya ternyata tidak berhenti pada barang lama. Data auditor negara menunjukkan, di antara 351 unit aset yang keberadaannya belum dapat diyakini, terdapat perangkat kerja yang relatif baru, termasuk yang diperoleh dalam beberapa tahun terakhir. Temuan ini penting karena mematahkan anggapan bahwa ketidakjelasan aset semata-mata disebabkan […]

  • umkm sukabumi dapat perlengkapan alat kebersihan

    Dinkes Kota Sukabumi Serahkan Alat Kebersihan untuk 50 UMKM

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • account_circle Admin Wartaloka
    • visibility 142
    • 0Komentar

    wartaloka.com, LIPUTAN. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi menggelar kegiatan Rapat Koordinasi Pelaksanaan Survei PIRT bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) produk pangan industri rumah tangga (IRTP), Selasa (28/10/2025). Kegiatan berlangsung di Ruang Pertemuan Lantai Atas Kantor Dinas Kesehatan Kota Sukabumi dan dihadiri puluhan pelaku UMKM yang bergerak di bidang pangan olahan. Kegiatan tersebut […]

  • Prediksi Final Liga Champions 2026: PSG vs Arsenal-wartaloka

    Prediksi Final Liga Champions 2026: PSG Sedikit Lebih Diunggulkan

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Prediksi PSG vs Arsenal di final Liga Champions. Adu serangan PSG melawan pertahanan disiplin Arsenal.

  • Malam Tahun Baru di Sukabumi Berubah Mengenaskan

    Malam Tahun Baru di Sukabumi Berubah Mengenaskan

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA SUKABUMI — Insiden penyerangan sekelompok remaja yang melukai empat remaja lain terjadi di Jalan R. Syamsudin, tak jauh dari Balai Kota Sukabumi, insiden tersbut terjadi pada Kamis malam, 1 Januari 2025. Peristiwa ini berlangsung saat ribuan warga berkumpul merayakan malam pergantian tahun. Kronologi Insiden di Sukabumi Menurut keterangan saksi mata, insiden berlangsung sekitar […]

expand_less