Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » SWAKKA Dorong Sistem Peringatan Dini Antikorupsi di Tasikmalaya

SWAKKA Dorong Sistem Peringatan Dini Antikorupsi di Tasikmalaya

  • account_circle KangHasan
  • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
  • visibility 225
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA Langkah Sawala Wartawan dan Konten Kreator Aspiratif (SWAKKA) mendatangi Kejaksaan Negeri dan Inspektorat di Kota Tasikmalaya serta Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (5/2/2026), dinilai sebagai upaya mendorong pencegahan korupsi sejak dini. Di tengah sorotan publik terhadap tata kelola pemerintahan daerah, agenda tersebut dipandang sebagai bentuk penguatan sistem peringatan dini (early warning system) berbasis pengawasan publik.

Alih-alih menunggu persoalan membesar, SWAKKA memilih menyampaikan catatan dan data lebih awal kepada lembaga pengawas. Pendekatan ini menempatkan pers tidak semata sebagai pelapor dugaan pelanggaran, tetapi sebagai bagian dari mekanisme pencegahan.

Pencegahan sebagai Titik Tekan

SWAKKA merupakan komunitas jurnalis dan konten kreator yang dihimpun dari 15 media daring lintas wilayah Priangan. Sejak awal berdiri, komunitas ini menaruh perhatian pada keterbukaan informasi dan akuntabilitas pejabat publik sebagai fondasi pencegahan korupsi.

Ketua Presidium SWAKKA, Ahmad Mukhlis, menyatakan bahwa pengawasan yang efektif seharusnya bekerja sebelum persoalan masuk ke tahap penindakan. Menurutnya, pencegahan hanya mungkin dilakukan jika ada komunikasi terbuka antara pers dan lembaga pengawas.

“Ketika data disampaikan sejak awal dan ditanggapi secara terbuka, potensi masalah bisa dicegah sebelum berkembang,” ujarnya.

Etika Pejabat sebagai Sinyal Awal

Dalam kunjungan tersebut, SWAKKA membawa catatan yang tidak hanya menyangkut dugaan penyimpangan, tetapi juga pola perilaku pejabat publik. Humas SWAKKA, Deni Heryanto, menilai bahwa sikap tertutup terhadap pers kerap menjadi sinyal awal persoalan tata kelola.

Ia menyebutkan masih ditemukannya pejabat yang enggan merespons konfirmasi, menghindari aktivitas pers, atau tidak menyediakan informasi publik secara memadai. Menurutnya, kondisi tersebut perlu dibaca sebagai peringatan dini, bukan sekadar persoalan komunikasi.

“Korupsi jarang muncul tiba-tiba. Ia biasanya diawali dari kebiasaan menutup informasi dan melemahkan kontrol,” kata Deni.

Data sebagai Alarm Pengawasan

SWAKKA menegaskan bahwa seluruh informasi yang disampaikan kepada Kejaksaan dan Inspektorat berbasis data dan sumber yang dapat dipertanggungjawabkan. Catatan tersebut dihimpun dari dokumen resmi, penelusuran lapangan, hingga keterangan narasumber internal.

Wakil Ketua Presidium SWAKKA, Diki Samani, menyebutkan bahwa salah satu contoh yang disampaikan adalah persoalan Gedung PLUT di Kabupaten Tasikmalaya, yang telah lama menjadi perhatian publik. Menurutnya, keterbukaan respons aparat pengawas terhadap isu semacam itu penting untuk mencegah spekulasi dan memperkuat kepercayaan publik.

Selain itu, SWAKKA juga mencatat indikasi persoalan di sektor pendidikan, kesehatan, hingga layanan sosial. Seluruh catatan tersebut disampaikan sebagai alarm awal agar lembaga pengawas dapat bertindak preventif.

Menuju Pengawasan yang Preventif

Bagi SWAKKA, langkah ini merupakan bagian dari upaya mendorong pergeseran paradigma pengawasan, dari reaktif menjadi preventif. Komunitas ini berharap Kejaksaan dan Inspektorat dapat memanfaatkan informasi publik sebagai bahan deteksi dini, bukan menunggu laporan formal atau kasus besar mencuat.

Publik kini menanti bagaimana lembaga pengawas merespons sinyal awal tersebut. Apakah akan ditindaklanjuti sebagai bagian dari sistem pencegahan, atau kembali diperlakukan sebagai catatan rutin. Dari sinilah efektivitas early warning system dalam tata kelola pemerintahan daerah Tasikmalaya akan terlihat. (KH)

  • Penulis: KangHasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aset Pemkot Sukabumi

    Ironi Pengelolaan Aset Pemkot Sukabumi: Lemah Keteladanan

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle Admin Wartaloka
    • visibility 245
    • 0Komentar

    wartaloka.com, KUPAS. Di balik temuan 351 aset Pemkot Sukabumi yang tidak diketahui keberadaannya, tersimpan ironi tata kelola yang tak bisa diabaikan. Data auditor negara menunjukkan, perangkat daerah dengan fungsi strategis dalam pengelolaan keuangan, perencanaan, dan administrasi justru menempati porsi dominan dalam sebaran aset yang belum dapat diyakini keberadaannya. Fakta ini membuat persoalan aset bergerak dari […]

  • 3 Pekan Tanpa Jawaban, Pedagang Pasar Cikurubuk Bersiap Gelar Aksi

    3 Pekan Tanpa Jawaban, Pedagang Pasar Cikurubuk Bersiap Gelar Aksi

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 210
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA – Kekecewaan para Pedagang di Pasar Cikurubuk terhadap pemerintah daerah disebut semakin meningkat. Setelah hampir tiga pekan sejak surat resmi disampaikan kepada Wali Kota Tasikmalaya, para pedagang mengaku belum menerima tanggapan dari pemerintah kota. Situasi tersebut mendorong para pedagang bersama sejumlah elemen masyarakat menyiapkan langkah lanjutan berupa aksi massa yang direncanakan berlangsung […]

  • Tasikmalaya: Penemuan Mayat di Cibeureum,  Bikin Warga Geger

    Tasikmalaya: Penemuan Mayat di Cibeureum, Bikin Warga Geger

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 220
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA – Warga Perum Bumi Kersanagara, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, digegerkan dengan peristiwa penemuan mayat di Cibeureum, Selasa (17/02/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Seorang pria bernama Danil (56) ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya dan diduga telah wafat lebih dari satu minggu. Peristiwa tersebut sontak mengundang perhatian warga sekitar. Hingga menjelang petang, kerumunan […]

  • Bupati Bogor Rudy Susmanto Beri Penghargaan Guru di HGN 2025

    Bupati Bogor Rudy Susmanto Beri Penghargaan Guru di HGN 2025

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • account_circle KangHasan
    • visibility 220
    • 0Komentar

    Wartaloka, Berita Bogor. Peringatan Hari Guru Nasional 2025 di Kabupaten Bogor menjadi momentum penting untuk memberikan apresiasi kepada para insan pendidikan. Bupati Bogor Rudy Susmanto memberikan penghargaan kepada para guru atas dedikasi dan pengabdian mereka dalam mencerdaskan generasi bangsa, pada Upacara Peringatan Hari Guru Nasional 2025 sekaligus HUT PGRI ke-80 tingkat Kabupaten Bogor, yang digelar […]

  • Dedie Rachim Serahkan DPA Kota Bogor 2026, Tekankan Integritas ASN

    Dedie Rachim Serahkan DPA Kota Bogor 2026, Tekankan Integritas ASN

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 229
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BOGOR – Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menegaskan bahwa tantangan pembangunan ke depan akan semakin berat, sementara harapan masyarakat terus meningkat. Pesan itu ia sampaikan saat menyerahkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Kota Bogor Tahun Anggaran 2026 di Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor, Jumat (2/1/2026). Di awal tahun anggaran, Dedie mengingatkan seluruh […]

  • Wibawa Guru Direndahkan: Buah Sistem Pendidikan Sekuler Kapitalistik

    Wibawa Guru Direndahkan: Buah Sistem Pendidikan Sekuler Kapitalistik

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 316
    • 0Komentar

    Merosotnya adab siswa menjadi bukti gagalnya sistem pendidikan sekuler dalam memuliakan guru dan akhlak.

expand_less