Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » SWAKKA Dorong Sistem Peringatan Dini Antikorupsi di Tasikmalaya

SWAKKA Dorong Sistem Peringatan Dini Antikorupsi di Tasikmalaya

  • account_circle KangHasan
  • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
  • visibility 7
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA Langkah Sawala Wartawan dan Konten Kreator Aspiratif (SWAKKA) mendatangi Kejaksaan Negeri dan Inspektorat di Kota Tasikmalaya serta Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (5/2/2026), dinilai sebagai upaya mendorong pencegahan korupsi sejak dini. Di tengah sorotan publik terhadap tata kelola pemerintahan daerah, agenda tersebut dipandang sebagai bentuk penguatan sistem peringatan dini (early warning system) berbasis pengawasan publik.

Alih-alih menunggu persoalan membesar, SWAKKA memilih menyampaikan catatan dan data lebih awal kepada lembaga pengawas. Pendekatan ini menempatkan pers tidak semata sebagai pelapor dugaan pelanggaran, tetapi sebagai bagian dari mekanisme pencegahan.

Pencegahan sebagai Titik Tekan

SWAKKA merupakan komunitas jurnalis dan konten kreator yang dihimpun dari 15 media daring lintas wilayah Priangan. Sejak awal berdiri, komunitas ini menaruh perhatian pada keterbukaan informasi dan akuntabilitas pejabat publik sebagai fondasi pencegahan korupsi.

Ketua Presidium SWAKKA, Ahmad Mukhlis, menyatakan bahwa pengawasan yang efektif seharusnya bekerja sebelum persoalan masuk ke tahap penindakan. Menurutnya, pencegahan hanya mungkin dilakukan jika ada komunikasi terbuka antara pers dan lembaga pengawas.

“Ketika data disampaikan sejak awal dan ditanggapi secara terbuka, potensi masalah bisa dicegah sebelum berkembang,” ujarnya.

Etika Pejabat sebagai Sinyal Awal

Dalam kunjungan tersebut, SWAKKA membawa catatan yang tidak hanya menyangkut dugaan penyimpangan, tetapi juga pola perilaku pejabat publik. Humas SWAKKA, Deni Heryanto, menilai bahwa sikap tertutup terhadap pers kerap menjadi sinyal awal persoalan tata kelola.

Ia menyebutkan masih ditemukannya pejabat yang enggan merespons konfirmasi, menghindari aktivitas pers, atau tidak menyediakan informasi publik secara memadai. Menurutnya, kondisi tersebut perlu dibaca sebagai peringatan dini, bukan sekadar persoalan komunikasi.

“Korupsi jarang muncul tiba-tiba. Ia biasanya diawali dari kebiasaan menutup informasi dan melemahkan kontrol,” kata Deni.

Data sebagai Alarm Pengawasan

SWAKKA menegaskan bahwa seluruh informasi yang disampaikan kepada Kejaksaan dan Inspektorat berbasis data dan sumber yang dapat dipertanggungjawabkan. Catatan tersebut dihimpun dari dokumen resmi, penelusuran lapangan, hingga keterangan narasumber internal.

Wakil Ketua Presidium SWAKKA, Diki Samani, menyebutkan bahwa salah satu contoh yang disampaikan adalah persoalan Gedung PLUT di Kabupaten Tasikmalaya, yang telah lama menjadi perhatian publik. Menurutnya, keterbukaan respons aparat pengawas terhadap isu semacam itu penting untuk mencegah spekulasi dan memperkuat kepercayaan publik.

Selain itu, SWAKKA juga mencatat indikasi persoalan di sektor pendidikan, kesehatan, hingga layanan sosial. Seluruh catatan tersebut disampaikan sebagai alarm awal agar lembaga pengawas dapat bertindak preventif.

Menuju Pengawasan yang Preventif

Bagi SWAKKA, langkah ini merupakan bagian dari upaya mendorong pergeseran paradigma pengawasan, dari reaktif menjadi preventif. Komunitas ini berharap Kejaksaan dan Inspektorat dapat memanfaatkan informasi publik sebagai bahan deteksi dini, bukan menunggu laporan formal atau kasus besar mencuat.

Publik kini menanti bagaimana lembaga pengawas merespons sinyal awal tersebut. Apakah akan ditindaklanjuti sebagai bagian dari sistem pencegahan, atau kembali diperlakukan sebagai catatan rutin. Dari sinilah efektivitas early warning system dalam tata kelola pemerintahan daerah Tasikmalaya akan terlihat. (KH)

  • Penulis: KangHasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gaji ASN Sukabumi Telat Masuk, Ada Apa?

    Gaji ASN Sukabumi Telat Masuk, Ada Apa?

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA SUKABUMI — Ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi dibuat resah. Hingga pertengahan Januari 2026, gaji bulanan yang biasa mereka terima di awal bulan belum juga masuk ke rekening. Kondisi ini memicu keluhan luas, terutama karena bertepatan dengan kebutuhan rumah tangga dan kewajiban cicilan yang tidak bisa ditunda. Fenomena […]

  • Aset Pemkot Sukabumi

    Ironi Pengelolaan Aset Pemkot Sukabumi: Lemah Keteladanan

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle Admin Wartaloka
    • visibility 11
    • 0Komentar

    wartaloka.com, KUPAS. Di balik temuan 351 aset Pemkot Sukabumi yang tidak diketahui keberadaannya, tersimpan ironi tata kelola yang tak bisa diabaikan. Data auditor negara menunjukkan, perangkat daerah dengan fungsi strategis dalam pengelolaan keuangan, perencanaan, dan administrasi justru menempati porsi dominan dalam sebaran aset yang belum dapat diyakini keberadaannya. Fakta ini membuat persoalan aset bergerak dari […]

  • Menjaga Likuiditas, Pemkot Tasikmalaya Tempuh Skema THR Bertahap

    Menjaga Likuiditas, Pemkot Tasikmalaya Tempuh Skema THR Bertahap

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 6
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA – Kebijakan pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) Aparatur Sipil Negara (ASN) secara bertahap oleh Pemerintah Kota Tasikmalaya memunculkan beragam respons. Namun jika dilihat dari sudut pandang fiskal, langkah tersebut mencerminkan upaya menjaga keseimbangan keuangan daerah di tengah keterbatasan likuiditas. Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, menegaskan bahwa Pemerintah Kota Tasikmalaya tidak ingin […]

  • truk tabrak gerobak mie ayam di sukabumi

    Diduga Rem Blong, Truk Tabrak Gerobak Mie Ayam di Sukabumi

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • account_circle Admin Wartaloka
    • visibility 10
    • 0Komentar

    wartaloka.com, PERISTIWA. Kecelakaan truk di Sukabumi kembali terjadi. Sebuah kendaraan jenis Dum truk bermuatan tanah menabrak lapak pedagang mie di kawasan Leuwigoong, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Selasa (4/11/2025) sekitar pukul 14.20 WIB. Insiden itu menyebabkan dua pedagang mie mengalami luka-luka cukup serius. Keduanya langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis. Beruntung, tidak […]

  • Sering Makan Korban, Jalan Ahmad Yani Palabuhanratu Segera Diperbaiki

    Sering Makan Korban, Jalan Ahmad Yani Palabuhanratu Segera Diperbaiki

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA SUKABUMI – Keluhan warga Palabuhanratu soal kondisi Jalan Ahmad Yani akhirnya mendapat kepastian. Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) memastikan ruas jalan protokol tersebut akan segera diperbaiki. Jalan Ahmad Yani diketahui mengalami kerusakan parah sepanjang sekitar 900 meter. Kondisi berlubang dan tergenang air saat hujan membuat jalur ini rawan kecelakaan, terutama […]

  • Sukabumi: Ramadan di Tengah Kecemasan Bencana Pergeseran Tanah

    Sukabumi: Ramadan di Tengah Kecemasan Bencana Pergeseran Tanah

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 7
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA SUKABUMI – Ramadan tahun ini menjadi momen yang tak terlupakan sekaligus menyayat hati bagi sejumlah warga Kampung Cijarian, Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Di saat umat Muslim lain menikmati suasana sahur dan berbuka puasa bersama keluarga di rumah masing-masing, sebagian warga di wilayah ini justru harus menjalani ibadah dalam kondisi […]

expand_less