Blokade Selat Hormuz Masih Ketat, Baru 4 Kapal Bisa Lolos
- account_circle KangHasan
- calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
- visibility 18
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Wartaloka, BERITA DUNIA – Situasi blokade Selat Hormuz masih jauh dari normal. Di tengah konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel, hanya empat kapal yang dilaporkan berhasil melintasi jalur strategis tersebut.
Laporan media internasional menyebutkan satu kapal kontainer milik perusahaan Prancis CMA CGM serta tiga kapal tanker yang berafiliasi dengan Oman berhasil keluar dari Teluk.
Meski demikian, risiko keamanan di kawasan tersebut masih tergolong tinggi.Kapal CMA CGM Kribi bahkan tercatat sebagai kapal pertama dari perusahaan pelayaran Barat yang berani menembus jalur tersebut sejak konflik memanas pada akhir Februari 2026.

Rute Alternatif Dipilih Demi Hindari Ancaman
Kapal berbendera Malta tersebut diketahui mengaktifkan transponder di sekitar Dubai sebelum melanjutkan perjalanan melalui jalur dekat Pulau Larak, yang berada di wilayah perairan Iran.
Sementara itu, tiga kapal tanker lainnya—termasuk LNG Sohar milik Mitsui OSK Lines—juga berhasil melintasi selat dengan rute yang lebih aman, yakni mendekati garis pantai Oman.
Strategi ini menunjukkan bahwa meski blokade Selat Hormuz belum sepenuhnya ditutup, ancaman keamanan memaksa kapal-kapal global mengubah jalur pelayaran mereka.
Jalur Energi Dunia Tersendat
Selat Hormuz merupakan jalur vital yang mengangkut sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas dunia. Gangguan di wilayah ini langsung berdampak pada stabilitas energi global.Akibat konflik, aktivitas pelayaran di jalur tersebut sempat anjlok drastis.
Bahkan, laporan menyebut penurunan lalu lintas kapal mencapai hingga 95 persen dari kondisi normal.
Data juga mengungkap sekitar 200 kapal sempat terjebak saat eskalasi konflik mencapai puncaknya.
Dampak Meluas ke Sektor Pangan Global
Dampak blokade Selat Hormuz tidak hanya dirasakan sektor energi, tetapi juga merembet ke rantai pasok pangan dunia.Sekitar sepertiga perdagangan bahan baku pupuk global diketahui melewati jalur ini.
Gangguan distribusi berpotensi memicu kenaikan harga pangan di berbagai negara. Meski demikian, hingga akhir Maret, masih ada sekitar 100 kapal yang berhasil melintas, meski dalam jumlah terbatas dan dengan pengamanan ketat.
Tekanan Internasional ke Iran Semakin Kuat
Seiring berlanjutnya krisis, tekanan global terhadap Iran terus meningkat. Pemerintah Inggris menegaskan perlunya langkah internasional yang terkoordinasi untuk memastikan jalur pelayaran kembali terbuka.
Menteri Luar Negeri Inggris, Yvette Cooper, juga menolak wacana penerapan tarif tinggi bagi kapal yang melintas di selat tersebut. Ia menyebut kebijakan itu sebagai bentuk “gerbang tol Teheran” yang berpotensi memperburuk situasi global. (KH)
- Penulis: KangHasan
