Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Berita Daerah » Menjaga Likuiditas, Pemkot Tasikmalaya Tempuh Skema THR Bertahap

Menjaga Likuiditas, Pemkot Tasikmalaya Tempuh Skema THR Bertahap

  • account_circle KangHasan
  • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
  • visibility 62
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wartaloka, BERITA TASIKMALAYAKebijakan pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) Aparatur Sipil Negara (ASN) secara bertahap oleh Pemerintah Kota Tasikmalaya memunculkan beragam respons. Namun jika dilihat dari sudut pandang fiskal, langkah tersebut mencerminkan upaya menjaga keseimbangan keuangan daerah di tengah keterbatasan likuiditas.

Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, menegaskan bahwa Pemerintah Kota Tasikmalaya tidak ingin terburu-buru dalam mengambil keputusan pengeluaran anggaran. Menurutnya, strategi pengelolaan fiskal menjadi kunci agar stabilitas keuangan daerah tetap terjaga.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa pendekatan yang diambil tidak semata berbasis ketersediaan dana secara nominal, melainkan mempertimbangkan kesinambungan fiskal dalam jangka menengah.


Likuiditas, Bukan Sekadar Anggaran

Penjelasan lebih rinci disampaikan Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya, Asep Goparulloh. Ia menyebut kebutuhan anggaran untuk THR ASN mencapai sekitar Rp40 miliar, sementara kas daerah yang tersedia saat ini berada di kisaran Rp24 miliar.

Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan likuiditas, di mana kebutuhan pembayaran tidak sepenuhnya sejalan dengan ketersediaan kas pada waktu yang sama.

Dalam praktik pengelolaan keuangan publik, situasi semacam ini bukan hal yang luar biasa. Perbedaan antara anggaran yang telah direncanakan dan kas yang tersedia sering terjadi, terutama ketika pendapatan daerah belum sepenuhnya terealisasi atau transfer dari pemerintah pusat belum masuk secara optimal.


Menimbang Risiko Fiskal

Dalam konteks tersebut, keputusan untuk membayarkan THR secara bertahap dapat dilihat sebagai langkah mitigasi risiko. Pemerintah daerah tampak berupaya menghindari tekanan likuiditas yang berlebihan dalam jangka pendek, yang berpotensi mengganggu belanja prioritas lainnya.

Pilihan untuk tidak menempuh skema pembiayaan instan, seperti pinjaman, juga mencerminkan kehati-hatian. Tambahan beban bunga dan kewajiban di masa depan menjadi pertimbangan yang tidak bisa diabaikan dalam pengelolaan APBD.

Dengan kata lain, kebijakan ini menempatkan stabilitas fiskal sebagai prioritas, tanpa mengabaikan kewajiban pembayaran kepada ASN.


Jalan Tengah dalam Pengelolaan Keuangan

Ketua Presidium Komunitas Media SWAKKA (Sawala Wartawan dan Konten Kreator Aspiratif), Ahmad Mukhlis, menilai keputusan tersebut menunjukkan keberanian dalam menjaga kesehatan fiskal daerah, meskipun berisiko menuai kritik dalam jangka pendek.

“Ini bukan keputusan populer, tapi justru di situlah letak keberaniannya. Pemerintah bisa saja mengambil jalan cepat dengan pinjaman, tapi mereka memilih menahan diri demi menjaga keuangan daerah tetap sehat,” ujar Ahmad Mukhlis.

Dalam posisi tersebut, skema pembayaran bertahap menjadi jalan tengah antara dua kepentingan: memenuhi hak pegawai dan menjaga kesehatan fiskal daerah.

Pemerintah tetap memastikan bahwa seluruh kewajiban akan dipenuhi, meskipun pelaksanaannya disesuaikan dengan dinamika arus kas yang tersedia.

Pendekatan ini mencerminkan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan keuangan daerah, di mana setiap keputusan tidak hanya dilihat dari kebutuhan saat ini, tetapi juga dampaknya terhadap stabilitas ke depan.


Catatan Akhir

Kebijakan THR ASN bertahap di Kota Tasikmalaya pada akhirnya memperlihatkan satu hal mendasar dalam tata kelola keuangan publik: keseimbangan antara kewajiban dan kapasitas fiskal.

Di tengah ekspektasi yang tinggi, pemerintah daerah dihadapkan pada realitas pengelolaan kas yang tidak selalu ideal. Dalam situasi seperti ini, keputusan yang diambil sering kali bukan tentang pilihan yang paling populer, melainkan yang paling memungkinkan untuk menjaga keberlanjutan. (KH)

  • Penulis: KangHasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Strategi Swasembada Pangan Tasikmalaya Dimulai dari Siswa

    Strategi Swasembada Pangan Tasikmalaya Dimulai dari Siswa

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA – Upaya mewujudkan swasembada pangan Tasikmalaya kini tidak lagi sebatas wacana kebijakan. Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mulai menanamkan konsep kemandirian pangan langsung dari lingkungan sekolah melalui peluncuran gerakan satu siswa satu pohon di Kecamatan Cikalong. Program yang diresmikan Bupati Tasikmalaya, H. Cecep Nurul Yakin, ini menjadi pendekatan baru dalam membangun ketahanan pangan jangka […]

  • Musibah Tambang Bogor: Enam korban Jiwa, DPRD Jabar Desak PT Antam Bertindak

    Musibah Tambang Bogor: Enam korban Jiwa, DPRD Jabar Desak PT Antam Bertindak

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BOGOR – Musibah tambang Bogor kembali mengguncang warga Kabupaten Bogor. Enam orang warga Desa Bangun Jaya, Kecamatan Cigudeg, diduga meninggal dunia setelah terpapar asap misterius di salah satu lubang bekas tambang emas milik PT Antam Pongkor. Tragedi ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban sekaligus memunculkan pertanyaan serius soal pengawasan lubang tambang yang […]

  • Memaknai Hari Pendidikan Nasional di Era Modern

    Memaknai Hari Pendidikan Nasional di Era Modern

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 66
    • 0Komentar

    Hari Pendidikan Nasional mengingatkan generasi muda memanfaatkan akses pendidikan modern demi masa depan bangsa.

  • Musibah Tambang Bogor: Asap Misterius Menjadi Kendala Evakuasi

    Musibah Tambang Bogor: Asap Misterius Menjadi Kendala Evakuasi

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 53
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BOGOR – Musibah tambang Bogor kembali mengguncang publik setelah muncul dugaan enam warga Desa Urug, Kabupaten Bogor, terjebak di dalam lubang bekas tambang PT Antam. Peristiwa ini mendorong Anggota DPRD Jawa Barat Doni Maradona Hutabarat bersama Anggota DPR RI Adian Napitupulu turun langsung ke lokasi kejadian pada Kamis (15/1/2026). Baca juga: Asap Pekat […]

  • Insiden Malam Tahun Baru di Sukabumi Diduga Dipicu Kembang Api

    Insiden Malam Tahun Baru di Sukabumi Diduga Dipicu Kembang Api

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 55
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA SUKABUMI – Malam pergantian tahun yang seharusnya penuh suka cita berubah menjadi mencekam di kawasan dekat Balai Kota Sukabumi. Insiden malam tahun baru berupa kericuhan antar kelompok anak muda terjadi di persimpangan Jalan R Syamsudin SH dan Cikole Dalam, Rabu (31/12/2025) sekitar pukul 23.00 WIB. Peristiwa tersebut berujung aksi kekerasan yang menyebabkan empat […]

  • Polrestabes ungkap senjata api rakitan di bandung-wartaloka

    Polisi Sita 2 Senjata Api Rakitan dan 17 Peluru dari Pria di Bandung

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Polrestabes Bandung menyita dua senjata api rakitan dan 17 butir peluru dari seorang pria di Bojongloa Kidul. Polisi masih mendalami motif dan asal-usulnya.

expand_less