Sidang Isbat Tetapkan 1 Syawal 1447 H
- account_circle KangHasan
- calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
- visibility 78
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Wartaloka, BERITA NASIONAL – Akhir penantian umat Muslim akhirnya terjawab. Pemerintah resmi menetapkan Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah atau Lebaran 2026 jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Keputusan ini diambil setelah hasil pemantauan hilal di seluruh Indonesia menunjukkan hasil yang tak terduga—hilal tidak terlihat sama sekali.

Keputusan Sidang Isbat
Penetapan tersebut diputuskan dalam sidang isbat yang digelar oleh Kementerian Agama Republik Indonesia pada Kamis, 19 Maret 2026 di Jakarta. Sidang ini dipimpin langsung oleh Menteri Agama, Nasaruddin Umar.
Dalam keterangannya, Nasaruddin Umar menjelaskan bahwa keputusan penetapan 1 Syawal 1447 H didasarkan pada dua metode utama, yakni hisab (perhitungan astronomi) dan rukyatul hilal (pemantauan langsung di lapangan).
“Hasil pemantauan menunjukkan bahwa hilal tidak terlihat dari Papua hingga Aceh. Dengan demikian, berdasarkan hisab dan laporan rukyat, disepakati bahwa 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026,” ujarnya dalam konferensi pers.
Rukyatul hilal di DKI Jakarta sendiri dilakukan di enam lokasi pada Kamis, 19 Maret 2026 bersama ormas Islam dan instansi terkait untuk memantau jika hilal sudah tampak dan membantu keputusan penetapan 1 Syawal 1447 H.
Ketiadaan laporan hilal dari seluruh titik pemantauan menjadi faktor kunci dalam penentuan ini. Hal tersebut sekaligus menegaskan bahwa bulan Ramadan tahun ini disempurnakan menjadi 30 hari.
Keputusan ini sekaligus menjadi pedoman resmi bagi umat Islam di Indonesia dalam merayakan Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1447 H. Dengan demikian, masyarakat diimbau untuk mengikuti ketetapan pemerintah demi menjaga keseragaman dalam pelaksanaan ibadah.
Mekanisme Rutin Pemerintah dalam penetapan 1 Syawal
Sidang isbat sendiri merupakan mekanisme rutin yang dilakukan pemerintah setiap menjelang awal bulan Hijriah penting, seperti Ramadan, Syawal, dan Zulhijah. Proses ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari ahli astronomi, perwakilan ormas Islam, hingga instansi terkait.
Penetapan Idulfitri tahun ini juga kembali menunjukkan pentingnya kombinasi antara pendekatan ilmiah dan observasi lapangan dalam menentukan kalender Hijriah di Indonesia. (KH)
- Penulis: KangHasan
