Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Sukabumi: Ramadan di Tengah Kecemasan Bencana Pergeseran Tanah

Sukabumi: Ramadan di Tengah Kecemasan Bencana Pergeseran Tanah

  • account_circle KangHasan
  • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
  • visibility 68
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wartaloka, BERITA SUKABUMIRamadan tahun ini menjadi momen yang tak terlupakan sekaligus menyayat hati bagi sejumlah warga Kampung Cijarian, Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Di saat umat Muslim lain menikmati suasana sahur dan berbuka puasa bersama keluarga di rumah masing-masing, sebagian warga di wilayah ini justru harus menjalani ibadah dalam kondisi darurat akibat bencana pergeseran tanah.

Peristiwa yang terjadi pada Sabtu malam, 28 Februari 2026, menjadi titik balik kehidupan warga RT 003 RW 006. Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur kawasan tersebut selama beberapa hari terakhir memicu retakan serius pada bangunan rumah. Dinding mulai menganga, lantai amblas, dan suara gemeretak dari struktur bangunan menjadi pertanda bahwa tanah di bawah permukiman mereka tidak lagi stabil.


Detik-Detik Mencekam Saat Bencana Pergeseran Tanah Terjadi

Warga mengaku awalnya hanya mendengar suara retakan kecil. Namun, seiring waktu, suara tersebut semakin jelas dan diikuti munculnya celah pada tembok serta pergeseran lantai. Kondisi itu memaksa beberapa keluarga segera mengosongkan rumah demi menghindari risiko yang lebih fatal.

Tiga kepala keluarga yang rumahnya mengalami rusak berat adalah Bapak Sarhini (64), Ibu Een (59), dan Bapak Sahir (34). Bangunan mereka dinyatakan tidak layak huni karena struktur pondasi telah terdampak cukup parah akibat bencana pergeseran tanah tersebut. Demi keselamatan, mereka terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Bantargadung, Sihabudin, menyampaikan bahwa retakan pada bangunan terus melebar dari hari ke hari. Hal ini menunjukkan bahwa pergerakan tanah belum sepenuhnya berhenti, sehingga risiko lanjutan masih membayangi warga sekitar.


Sahur dan Buka Puasa dalam Bayang-Bayang Ketidakpastian

Ramadan identik dengan suasana hangat kebersamaan keluarga. Namun bagi para penyintas bencana pergeseran tanah di Kampung Cijarian, momen sahur dan berbuka justru diliputi kecemasan.

Di tempat pengungsian, mereka menjalani ibadah puasa dengan fasilitas terbatas. Setiap rintik hujan yang turun pada malam hari kembali menghadirkan kekhawatiran baru. Warga takut tanah kembali bergerak dan berdampak pada rumah-rumah lain yang masih ditempati.

Kondisi psikologis warga pun menjadi tantangan tersendiri. Anak-anak dan lansia termasuk kelompok paling rentan yang membutuhkan perhatian khusus, baik dari sisi kesehatan maupun dukungan mental.


Data Dampak Bencana Pergeseran Tanah di RT 003 RW 006

Hasil asesmen lapangan terbaru menunjukkan dampak yang cukup signifikan dalam satu lingkungan RT saja. Berikut rinciannya:

  • Rusak Berat (Mengungsi): 3 Kepala Keluarga
    (Keluarga Bp. Sarhini, Ibu Een, dan Bp. Sahir)
  • Rusak Sedang: 2 Kepala Keluarga
    (Keluarga Bp. Lukman dan Bp. Abdul Majid)
  • Rusak Ringan: 3 Kepala Keluarga
    (Keluarga Bp. Herlandi, Ajis Junaedi, dan M. Shisui Al Ghifari)

Secara keseluruhan, belasan jiwa terdampak langsung oleh bencana pergeseran tanah ini. Mereka kini sangat bergantung pada bantuan dari pemerintah daerah, relawan, serta solidaritas masyarakat sekitar.


Kondisi Tanah Masih Labil, Warga Diminta Waspada

Meski cuaca sempat cerah pada Minggu siang, kondisi tanah di Desa Bantargadung dinilai masih labil. Petugas P2BK bersama unsur TNI dan Polri terus melakukan pemantauan intensif untuk mengantisipasi potensi pergerakan susulan.

Koordinasi lintas sektor dilakukan guna memastikan keselamatan warga, termasuk pengamanan lokasi terdampak dan pendataan lanjutan terhadap rumah yang berpotensi mengalami kerusakan tambahan.

Para ahli menilai bahwa wilayah dengan kontur tanah labil dan curah hujan tinggi memang memiliki risiko lebih besar terhadap bencana pergeseran tanah, terutama jika sistem drainase dan resapan air kurang optimal.


Kebutuhan Mendesak Penyintas Bencana Pergeseran Tanah

Di tengah menjalankan ibadah puasa, para penyintas menghadapi berbagai keterbatasan. Beberapa kebutuhan mendesak yang saat ini sangat dibutuhkan antara lain:

  1. Logistik Sembako, terutama untuk kebutuhan sahur dan buka puasa.
  2. Bahan bangunan dan pipa air, karena sebagian akses air bersih terputus akibat pergeseran tanah.
  3. Pengkajian teknis kondisi tanah, guna memastikan apakah wilayah tersebut masih aman untuk dihuni atau perlu relokasi permanen.

Bulan Ramadan yang seharusnya menjadi bulan penuh berkah, kini berubah menjadi ujian berat bagi warga Kampung Cijarian. Mereka berharap ada perhatian lebih dari berbagai pihak agar dapat segera bangkit dari dampak bencana pergeseran tanah ini.


Harapan Warga: Bangkit dan Kembali ke Rumah yang Aman

Di balik keterbatasan dan kecemasan, semangat warga untuk bertahan tetap menyala. Mereka berharap rumah yang rusak dapat diperbaiki atau dibangun kembali dengan struktur yang lebih aman dan tahan terhadap risiko pergerakan tanah.

Ramadan adalah bulan kesabaran dan kepedulian. Bagi warga Kampung Cijarian, kesabaran itu kini benar-benar diuji. Mereka berpuasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan rasa cemas atas tanah yang belum sepenuhnya stabil.

Solidaritas dan kepedulian publik diharapkan menjadi jembatan harapan, agar para penyintas bencana pergeseran tanah ini dapat kembali menjalani kehidupan normal dengan rasa aman dan tenang. (KH)

  • Penulis: KangHasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemprov Jabar Siap Lunasi Utang Pembangunan Rp621 Miliar

    Pemprov Jabar Siap Lunasi Utang Pembangunan Rp621 Miliar

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 69
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA JABAR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat memastikan komitmennya untuk melunasi utang pembangunan Jabar senilai Rp621 miliar yang belum terbayar hingga 2025. Kepastian ini disampaikan langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Dedi menegaskan bahwa kondisi keuangan daerah saat ini dalam keadaan aman dan mencukupi. Anggaran pelunasan utang tersebut bersumber dari Dana Alokasi […]

  • Prediksi Persib vs Malut United: Ujian Konsistensi Maung Bandung di Kandang

    Prediksi Persib vs Malut United: Ujian Konsistensi Maung Bandung di Kandang

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BANDUNG – Persib Bandung akan melakoni laga penting saat menjamu Malut United pada pertandingan pekan ke-20 BRI Super League hari Jumat (06/02/2026) malam, mulai pukul 19.00 WIB. Duel ini menjadi krusial bagi Maung Bandung untuk menjaga momentum dan konsistensi, sementara Malut United datang dengan ambisi mencuri poin dari tim papan atas. Bermain di […]

  • Aset Pemkot Sukabumi Bermasalah BPKPD dan Bappeda paling banyak

    BPKPD dan BAPPEDA Paling Bermasalah dalam Aset Pemkot Sukabumi

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle Admin Wartaloka
    • visibility 84
    • 0Komentar

    wartaloka.com, KUPAS. Persoalan ratusan aset Pemkot Sukabumi yang tidak diketahui keberadaannya tidak tersebar merata. Data auditor negara menunjukkan, sebaran aset paling dominan terkonsentrasi pada sejumlah perangkat daerah tertentu, terutama Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), serta Sekretariat Daerah (Setda). Temuan ini memberi lapisan baru dalam membaca persoalan. Jika sebelumnya […]

  • penangkapan pengedar sabu sukabumi

    Penangkapan Pengedar Sabu Sukabumi: Polisi Bongkar Jaringan Narkoba

    • calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
    • account_circle Admin Wartaloka
    • visibility 63
    • 0Komentar

    wartaloka.com, BERITA. Penangkapan pengedar sabu Sukabumi kembali menunjukkan keseriusan aparat dalam menindak jaringan peredaran narkotika di wilayah hukum Polres Sukabumi Kota. Dalam dua aksi berbeda, tim Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) berhasil membekuk tiga orang yang diduga kuat terlibat dalam jaringan pengedar sabu lintas kecamatan. Kapolres Sukabumi Kota AKBP Rita Suwadi melalui Kasat Narkoba AKP Tenda […]

  • Film “Pesta Babi”, Kritik yang Dibungkam dalam Demokrasi Kapitalisme

    Film “Pesta Babi”, Kritik yang Dibungkam dalam Demokrasi Kapitalisme

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Film Pesta Babi memicu polemik usai sejumlah nobar dibubarkan. Kritik terhadap demokrasi kapitalisme, konflik lahan, dan kebebasan berpendapat.

  • PPPK Paruh Waktu Kota Sukabumi

    Wali Kota Sukabumi Lantik 1.827 PPPK Paruh Waktu

    • calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
    • account_circle Admin Wartaloka
    • visibility 78
    • 0Komentar

    wartaloka.com, BERITA. Pemerintah Kota Sukabumi resmi melantik 1.827 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu dalam upacara yang digelar di Lapang Merdeka, Jumat (21/11/2025). Momentum ini menjadi salah satu tahapan penting dalam penataan tenaga honorer di Kota Sukabumi, sekaligus pelaksanaan amanat undang-undang terkait reformasi birokrasi dan perbaikan kualitas pelayanan publik. Wali Kota Sukabumi menegaskan […]

expand_less