Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Sukabumi: Ramadan di Tengah Kecemasan Bencana Pergeseran Tanah

Sukabumi: Ramadan di Tengah Kecemasan Bencana Pergeseran Tanah

  • account_circle KangHasan
  • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
  • visibility 203
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wartaloka, BERITA SUKABUMIRamadan tahun ini menjadi momen yang tak terlupakan sekaligus menyayat hati bagi sejumlah warga Kampung Cijarian, Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Di saat umat Muslim lain menikmati suasana sahur dan berbuka puasa bersama keluarga di rumah masing-masing, sebagian warga di wilayah ini justru harus menjalani ibadah dalam kondisi darurat akibat bencana pergeseran tanah.

Peristiwa yang terjadi pada Sabtu malam, 28 Februari 2026, menjadi titik balik kehidupan warga RT 003 RW 006. Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur kawasan tersebut selama beberapa hari terakhir memicu retakan serius pada bangunan rumah. Dinding mulai menganga, lantai amblas, dan suara gemeretak dari struktur bangunan menjadi pertanda bahwa tanah di bawah permukiman mereka tidak lagi stabil.


Detik-Detik Mencekam Saat Bencana Pergeseran Tanah Terjadi

Warga mengaku awalnya hanya mendengar suara retakan kecil. Namun, seiring waktu, suara tersebut semakin jelas dan diikuti munculnya celah pada tembok serta pergeseran lantai. Kondisi itu memaksa beberapa keluarga segera mengosongkan rumah demi menghindari risiko yang lebih fatal.

Tiga kepala keluarga yang rumahnya mengalami rusak berat adalah Bapak Sarhini (64), Ibu Een (59), dan Bapak Sahir (34). Bangunan mereka dinyatakan tidak layak huni karena struktur pondasi telah terdampak cukup parah akibat bencana pergeseran tanah tersebut. Demi keselamatan, mereka terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Bantargadung, Sihabudin, menyampaikan bahwa retakan pada bangunan terus melebar dari hari ke hari. Hal ini menunjukkan bahwa pergerakan tanah belum sepenuhnya berhenti, sehingga risiko lanjutan masih membayangi warga sekitar.


Sahur dan Buka Puasa dalam Bayang-Bayang Ketidakpastian

Ramadan identik dengan suasana hangat kebersamaan keluarga. Namun bagi para penyintas bencana pergeseran tanah di Kampung Cijarian, momen sahur dan berbuka justru diliputi kecemasan.

Di tempat pengungsian, mereka menjalani ibadah puasa dengan fasilitas terbatas. Setiap rintik hujan yang turun pada malam hari kembali menghadirkan kekhawatiran baru. Warga takut tanah kembali bergerak dan berdampak pada rumah-rumah lain yang masih ditempati.

Kondisi psikologis warga pun menjadi tantangan tersendiri. Anak-anak dan lansia termasuk kelompok paling rentan yang membutuhkan perhatian khusus, baik dari sisi kesehatan maupun dukungan mental.


Data Dampak Bencana Pergeseran Tanah di RT 003 RW 006

Hasil asesmen lapangan terbaru menunjukkan dampak yang cukup signifikan dalam satu lingkungan RT saja. Berikut rinciannya:

  • Rusak Berat (Mengungsi): 3 Kepala Keluarga
    (Keluarga Bp. Sarhini, Ibu Een, dan Bp. Sahir)
  • Rusak Sedang: 2 Kepala Keluarga
    (Keluarga Bp. Lukman dan Bp. Abdul Majid)
  • Rusak Ringan: 3 Kepala Keluarga
    (Keluarga Bp. Herlandi, Ajis Junaedi, dan M. Shisui Al Ghifari)

Secara keseluruhan, belasan jiwa terdampak langsung oleh bencana pergeseran tanah ini. Mereka kini sangat bergantung pada bantuan dari pemerintah daerah, relawan, serta solidaritas masyarakat sekitar.


Kondisi Tanah Masih Labil, Warga Diminta Waspada

Meski cuaca sempat cerah pada Minggu siang, kondisi tanah di Desa Bantargadung dinilai masih labil. Petugas P2BK bersama unsur TNI dan Polri terus melakukan pemantauan intensif untuk mengantisipasi potensi pergerakan susulan.

Koordinasi lintas sektor dilakukan guna memastikan keselamatan warga, termasuk pengamanan lokasi terdampak dan pendataan lanjutan terhadap rumah yang berpotensi mengalami kerusakan tambahan.

Para ahli menilai bahwa wilayah dengan kontur tanah labil dan curah hujan tinggi memang memiliki risiko lebih besar terhadap bencana pergeseran tanah, terutama jika sistem drainase dan resapan air kurang optimal.


Kebutuhan Mendesak Penyintas Bencana Pergeseran Tanah

Di tengah menjalankan ibadah puasa, para penyintas menghadapi berbagai keterbatasan. Beberapa kebutuhan mendesak yang saat ini sangat dibutuhkan antara lain:

  1. Logistik Sembako, terutama untuk kebutuhan sahur dan buka puasa.
  2. Bahan bangunan dan pipa air, karena sebagian akses air bersih terputus akibat pergeseran tanah.
  3. Pengkajian teknis kondisi tanah, guna memastikan apakah wilayah tersebut masih aman untuk dihuni atau perlu relokasi permanen.

Bulan Ramadan yang seharusnya menjadi bulan penuh berkah, kini berubah menjadi ujian berat bagi warga Kampung Cijarian. Mereka berharap ada perhatian lebih dari berbagai pihak agar dapat segera bangkit dari dampak bencana pergeseran tanah ini.


Harapan Warga: Bangkit dan Kembali ke Rumah yang Aman

Di balik keterbatasan dan kecemasan, semangat warga untuk bertahan tetap menyala. Mereka berharap rumah yang rusak dapat diperbaiki atau dibangun kembali dengan struktur yang lebih aman dan tahan terhadap risiko pergerakan tanah.

Ramadan adalah bulan kesabaran dan kepedulian. Bagi warga Kampung Cijarian, kesabaran itu kini benar-benar diuji. Mereka berpuasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan rasa cemas atas tanah yang belum sepenuhnya stabil.

Solidaritas dan kepedulian publik diharapkan menjadi jembatan harapan, agar para penyintas bencana pergeseran tanah ini dapat kembali menjalani kehidupan normal dengan rasa aman dan tenang. (KH)

  • Penulis: KangHasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • TPS Liar di Dago Disorot, Wali Kota Bandung Ancam Sanksi Pidana

    TPS Liar di Dago Disorot, Wali Kota Bandung Ancam Sanksi Pidana

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 269
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BANDUNG – Tumpukan sampah ilegal di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) liar yang muncul di kawasan Kelurahan Dago, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Bandung. Keberadaan TPS ilegal tersebut dinilai tidak hanya mengganggu kebersihan, tetapi juga berpotensi mengancam keselamatan lingkungan dan warga sekitar. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan meninjau langsung lokasi […]

  • swakka sawala wartawan dan konten kreator aspiratif

    SWAKKA: Komunitas Baru bagi Wartawan dan Konten Kreator

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • account_circle Admin Wartaloka
    • visibility 233
    • 0Komentar

    wartaloka.com, EDITORIAL. Sebuah komunitas baru bernama SWAKKA disepakati untuk berdiri oleh perwakilan sejumlah media di wilayah Priangan Timur. Kesepakatan tersebut lahir setelah diskusi panjang selama hampir empat jam, Rabu (5/11/2025), di Kota Tasikmalaya. SWAKKA merupakan singkatan dari Sawala Wartawan dan Konten Kreator Aspiratif. Kata Sawala diambil dari bahasa Sunda yang berarti musyawarah atau ruang bertukar […]

  • Resmi! Hasil Sidang Isbat 2026 Tentang Penetapan 1 Ramadhan 1447 H

    Resmi! Hasil Sidang Isbat 2026 Tentang Penetapan 1 Ramadhan 1447 H

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 271
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA NASIONAL – Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia resmi mengumumkan hasil sidang isbat 2026 untuk penetapan awal Ramadhan 1447 Hijriah. Dalam sidang yang digelar Selasa (17/02/2026), diputuskan bahwa 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Keputusan tersebut diambil setelah melalui proses sidang isbat yang dipimpin langsung Menteri Agama Nasaruddin Umar […]

  • Pemkot Bandung Matangkan Kesiapan Transportasi Massal

    Pemkot Bandung Matangkan Kesiapan Transportasi Massal

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 215
    • 0Komentar

    Wartaloka – BERITA BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung menegaskan tidak akan menunggu kepastian lelang proyek Bus Rapid Transit (BRT) dari pemerintah pusat untuk mulai bersiap. Alih-alih bersikap pasif, Pemkot memilih mematangkan mitigasi risiko agar transportasi massal Bandung dapat berjalan tanpa menimbulkan gejolak sosial dan ekonomi ketika BRT mulai beroperasi. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyebut, […]

  • Harga Pertamax Naik, Pengguna Kendaraan Harus Rogoh Kocek Lebih Dalam

    Harga Pertamax Naik, Pengguna Kendaraan Harus Rogoh Kocek Lebih Dalam

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 301
    • 0Komentar

    Harga Pertamax naik menjadi Rp16.250 per liter. Pengguna kendaraan harus menambah biaya hingga Rp158 ribu untuk sekali pengisian penuh 40 liter.

  • Cikurubuk Jangan Dibiarkan Redup

    Cikurubuk Jangan Dibiarkan Redup

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 263
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA – Fajar baru saja merekah di ufuk timur ketika denyut kehidupan mulai terasa di Pasar Cikurubuk. Kesegaran udara pagi serta hawa dingin belum sepenuhnya sirna, namun langkah para pedagang sudah terdengar menapak di lorong-lorong sempit yang sejak puluhan tahun menjadi saksi perputaran ekonomi rakyat. Di sinilah wajah asli perdagangan tradisional Kota Tasikmalaya […]

expand_less