Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Rusaknya Moral Generasi, Akibat Sistem Pendidikan Kapitalis

Rusaknya Moral Generasi, Akibat Sistem Pendidikan Kapitalis

  • account_circle KangHasan
  • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
  • visibility 108
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wartaloka, OPINIGelombang kasus pelecehan dan penyimpangan moral di lingkungan perguruan tinggi kembali menjadi sorotan publik pada awal tahun 2026. Ironisnya, pelaku tidak hanya berasal dari kalangan mahasiswa, tetapi juga melibatkan dosen hingga oknum guru besar. Fenomena ini menjadi alarm serius bahwa dunia pendidikan tinggi tengah menghadapi krisis moral yang memprihatinkan.

Ironis: Kerusakan Moral di Dunia Pendidikan

Di berbagai kampus ternama, muncul kasus yang mencoreng nama institusi pendidikan. Di Universitas Indonesia (UI), belasan mahasiswa Fakultas Hukum terbukti melakukan percakapan tidak senonoh di grup percakapan yang berisi pelecehan seksual terhadap mahasiswi dan dosen perempuan. Di Institut Teknologi Bandung (ITB), mahasiswa Fakultas Teknik menyanyikan lagu vulgar yang memuat kata-kata tidak pantas. Sementara di Institut Pertanian Bogor (IPB), sejumlah mahasiswa Fakultas Teknik Mesin juga terseret kasus percakapan bermuatan mesum.

Yang lebih memprihatinkan, kasus pelecehan justru menyeret oknum tenaga pendidik. Di Universitas Padjadjaran (Unpad), seorang guru besar Fakultas Keperawatan diduga melakukan pelecehan terhadap mahasiswi pertukaran hingga akhirnya dicopot dari jabatannya. Kasus serupa juga muncul di Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Budi Luhur, hingga Untirta, dengan pelaku berasal dari kalangan aktivis mahasiswa maupun dosen.

Rentetan kasus ini menambah panjang daftar kekerasan seksual dan kerusakan moral di lingkungan pendidikan tinggi. Padahal perguruan tinggi seharusnya menjadi tempat lahirnya generasi intelektual, pemimpin masa depan, negarawan, serta insan akademik yang berintegritas. Namun realitas hari ini justru menunjukkan merosotnya adab, matinya rasa malu, dan semakin pudarnya nilai moral di dunia kampus.

Pendidikan = Pencetak ‘mesin’ kerja?

Kondisi ini sejatinya tidak lahir begitu saja. Kerusakan moral generasi saat ini merupakan buah dari sistem sekuler kapitalistik yang memisahkan agama dari kehidupan. Dalam sistem ini, agama hanya ditempatkan sebagai urusan pribadi, bukan sebagai landasan dalam mengatur kehidupan bermasyarakat maupun pendidikan. Akibatnya, standar halal dan haram tidak lagi menjadi ukuran dalam bertindak.

Di dunia pendidikan, paradigma sekuler kapitalisme sangat terasa. Pendidikan lebih diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pasar kerja dibanding membentuk manusia berakhlak mulia. Pelajaran agama sering dianggap tidak relevan dan hanya pelengkap semata. Bahkan tujuan pendidikan yang mencantumkan pembentukan ketakwaan kerap kalah oleh orientasi ekonomi dan industri.

Fakultas serta jurusan akhirnya lebih banyak dibentuk berdasarkan kebutuhan pasar dan dunia industri. Pendidikan tidak lagi menjadi sarana membangun peradaban yang mulia, tetapi berubah menjadi alat pencetak tenaga kerja demi menopang sistem kapitalisme global. Akibatnya, lahirlah generasi yang mungkin cerdas secara akademik, tetapi miskin adab dan kehilangan arah moral.

Pendidikan dalam Islam

Dalam Islam, pendidikan memiliki posisi yang sangat penting sebagai pilar peradaban. Ilmu tidak dipisahkan dari iman dan akidah. Pendidikan dalam Islam bertujuan membentuk manusia yang memiliki kepribadian Islam, yakni pola pikir dan pola sikap yang sesuai dengan tuntunan syariat.

Karena itu, pendidikan tidak hanya mengejar kecerdasan intelektual, tetapi juga pembentukan akhlak, penjagaan kehormatan, dan penguatan ketakwaan. Islam memandang bahwa ilmu harus melahirkan kemuliaan perilaku, bukan justru membuka ruang bagi kerusakan moral.

Dalam hal ini, negara memiliki peran sentral untuk memastikan seluruh sistem pendidikan berjalan sesuai nilai Islam. Negara bertanggung jawab mengatur kurikulum, tenaga pengajar, sarana pendidikan, pembiayaan, hingga lingkungan sosial yang mendukung terbentuknya generasi berakhlak mulia. Tidak hanya pendidikan, seluruh aspek kehidupan pun harus berjalan sesuai tuntunan syariat agar tercipta masyarakat yang sehat secara moral.

Walhasil, penerapan syariat Islam secara kafah menjadi solusi mendasar untuk mengembalikan muruah pendidikan, khususnya di perguruan tinggi. Sudah saatnya umat kembali kepada aturan Allah SWT yang menjaga kehormatan manusia, memuliakan lisan, serta melindungi perempuan dari berbagai bentuk pelecehan dan kerusakan moral.

Lia Alawiyah – Aktivis Islam/ aktivis muslimah

Parongpong KBB

 

  • Penulis: KangHasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kenaikan BBM April 2026: Informasi Resmi PERTAMINA

    Kenaikan BBM April 2026: Informasi Resmi PERTAMINA

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA NASIONAL – Isu kenaikan BBM April 2026 kembali memicu kegelisahan publik setelah beredarnya informasi di media sosial terkait lonjakan harga bahan bakar non-subsidi. Dalam unggahan yang ramai diperbincangkan, harga Pertamax disebut-sebut akan melonjak tajam mulai 1 April 2026. Menanggapi hal tersebut, PT Pertamina (Persero) langsung memberikan klarifikasi. Perusahaan pelat merah itu menegaskan bahwa […]

  • Aksi Warga Berbuah Kepastian Jalan Khusus Tambang

    Aksi Warga Berbuah Kepastian Jalan Khusus Tambang

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BOGOR – Aksi ribuan warga di Bogor Barat akhirnya memaksa pemerintah daerah bergerak. Setelah bertahun-tahun dikeluhkan, persoalan lalu lintas truk tambang di wilayah Cigudeg kini mulai menemukan titik terang. Pemerintah Kabupaten Bogor memastikan wacana pembangunan jalan khusus tambang resmi masuk tahap realisasi. Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Bogor Rudy Susmanto saat bertemu […]

  • damkar sumedang tangkap king koros

    Tangkap Ular King Koros di Rumah Warga, Damkar Sumedang Banjir Apresiasi

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • account_circle Admin Wartaloka
    • visibility 43
    • 0Komentar

    wartaloka.com, BERITA. Aksi cepat petugas Damkar Sumedang kembali menjadi sorotan warga. Kali ini, regu pemadam berhasil mengevakuasi seekor ular King Koros atau Keeled Rat Snake sepanjang hampir 3 meter yang masuk ke rumah warga di Desa Cikadu, Kecamatan Situraja, pada Jumat (14/11/2025). Evakuasi Cepat, Warga Tenang Laporan mengenai keberadaan ular berukuran besar itu membuat warga […]

  • Persaingan Ketat di Skuad Timnas Indonesia Jelang FIFA Series 2026

    Persaingan Ketat di Skuad Timnas Indonesia Jelang FIFA Series 2026

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 60
    • 0Komentar

    Wartaloka, OLAHRAGA – Pemanggilan pemain untuk memperkuat skuad Timnas Indonesia dalam ajang FIFA Series 2026 di Jakarta mulai memanaskan atmosfer persaingan. Dari total 24 nama yang dipanggil pelatih John Herdman, dua pemain Persib Bandung ikut mencuri perhatian, yakni gelandang Eliano Reijnders dan penyerang muda Beckham Putra Nugraha. Kehadiran keduanya menambah warna sekaligus memperketat kompetisi di […]

  • PSGC Ciamis Resmi Promosi ke Liga 2 Usai Kalahkan Persiba Bantul

    PSGC Ciamis Resmi Promosi ke Liga 2 Usai Kalahkan Persiba Bantul

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 57
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA CIAMIS — PSGC Ciamis resmi memastikan promosi ke Liga 2 Championship musim 2026/2027 setelah mengalahkan Persiba Bantul melalui adu penalti pada laga play-off Liga Nusantara 2025/2026. Pertandingan tersebut digelar di Stadion Sriwedari, Solo, Sabtu (7/2/2026). Laga penentuan posisi juara ketiga Liga Nusantara itu berakhir imbang 2-2 hingga babak perpanjangan waktu. PSGC kemudian menang […]

  • Website DPRD Kota Tasikmalaya Disuspend, Akses Informasi Publik Terganggu

    Website DPRD Kota Tasikmalaya Disuspend, Akses Informasi Publik Terganggu

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Wartaloka, Berita Tasikmalaya – Website resmi DPRD Kota Tasikmalaya dengan alamat dprd-tasikmalayakota.go.id sampai pada saat berita ini ditulis, terpantau tidak dapat diakses. Berdasarkan pengecekan pada Jumat (23/01/2026) sekitar pukul 08.30 WIB, laman tersebut menampilkan keterangan “Website Suspended” disertai pesan bahwa layanan telah dinonaktifkan. Pada layar juga muncul kode 503 Service Unavailable, yang umumnya menandakan gangguan […]

expand_less