Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Memaknai Peringatan Hari Kartini ke-147

Memaknai Peringatan Hari Kartini ke-147

  • account_circle KangHasan
  • calendar_month 8 jam yang lalu
  • visibility 9
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wartaloka, OPINISetiap tanggal 21 April, kita kembali memperingati Hari Kartini ke-147. Tapi jujur saja, bagi sebagian anak muda—terutama Gen Z—peringatan ini kadang terasa seperti rutinitas tahunan: unggah foto pakai kebaya, bikin caption singkat, lalu selesai.

Padahal kalau ditarik lebih dalam, Hari Kartini ke-147 bukan cuma soal mengenang masa lalu. Ini soal bagaimana kita, terutama generasi sekarang, memahami ulang arti perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam realitas yang sudah jauh berubah.

Pertanyaannya sederhana: apakah nilai-nilai Kartini masih hidup di era digital hari ini?

Kartini di Era Scroll dan Swipe

Gen Z hidup di dunia yang sangat berbeda dibanding masa Kartini. Informasi bisa diakses dalam hitungan detik, peluang terbuka lebar, dan siapa pun bisa “bersuara” lewat media sosial. Tapi di balik semua kemudahan itu, tantangan juga ikut berkembang.

Di sinilah Hari Kartini ke-147 menemukan relevansinya.

Dulu, Kartini berjuang agar perempuan bisa mendapatkan pendidikan. Sekarang? Banyak perempuan sudah sekolah tinggi, bahkan memimpin di berbagai bidang. Tapi perjuangan belum selesai—hanya bentuknya yang berubah.

Hari ini, tantangan itu hadir dalam bentuk lain:

  • Standar sosial di media sosial
  • Tekanan untuk “terlihat sempurna”
  • Cyberbullying dan stereotip digital
  • Ketimpangan akses teknologi di beberapa daerah

Jadi, memaknai Hari Kartini ke-147 bukan lagi soal membuka pintu pendidikan, tapi bagaimana bertahan dan berkembang di ruang digital yang tidak selalu ramah.

Gen Z: Lebih Bebas, Tapi Juga Lebih Ditantang

Kalau dilihat, Gen Z punya sesuatu yang mungkin tidak dimiliki generasi sebelumnya: keberanian untuk bicara.

Banyak perempuan muda sekarang berani menyuarakan opini, membangun bisnis dari nol, bahkan menciptakan tren sendiri. Mereka tidak menunggu kesempatan—mereka menciptakannya.

Dalam konteks Hari Kartini ke-147, ini adalah bentuk emansipasi versi baru.

Tapi di sisi lain, kebebasan ini juga punya konsekuensi. Tidak semua kebebasan berarti kemajuan. Tanpa arah yang jelas, kebebasan justru bisa jadi bumerang.

Di sinilah nilai perjuangan Raden Ajeng Kartini kembali relevan: bukan sekadar bebas, tapi punya tujuan.

Dari Seremonial ke Kesadaran

Masalah yang sering terjadi, Hari Kartini ke-147 berhenti di simbol. Padahal, makna sebenarnya justru ada di hal-hal kecil yang sering tidak disadari.

Misalnya:

  • Mendukung teman atau keluarga perempuan untuk berkembang
  • Tidak merendahkan pilihan hidup orang lain
  • Menggunakan media sosial untuk hal yang lebih positif
  • Memberi ruang yang adil, baik di dunia nyata maupun digital

Hal-hal sederhana seperti ini justru lebih “Kartini” daripada sekadar seremoni tahunan.

Karena pada akhirnya, perjuangan tidak selalu harus besar. Kadang, perubahan justru dimulai dari kebiasaan kecil yang konsisten.

Hari Kartini ke-147: Tentang Masa Depan, Bukan Masa Lalu

Yang sering dilupakan, Hari Kartini ke-147 bukan hanya tentang mengenang sejarah. Ini tentang arah ke depan.

Apakah generasi sekarang akan melanjutkan semangat itu? Atau justru kehilangan maknanya di tengah hiruk-pikuk dunia digital?

Gen Z punya potensi besar untuk membawa semangat Kartini ke level berikutnya. Dengan akses teknologi, kreativitas, dan keberanian, generasi ini bisa menciptakan perubahan yang lebih luas dan cepat.

Tapi semua itu kembali ke pilihan: mau sekadar ikut tren, atau benar-benar memahami makna di baliknya.

Karena pada akhirnya, Hari Kartini ke-147 bukan soal siapa yang paling meriah merayakan, tapi siapa yang benar-benar menghidupi nilai perjuangannya. (KH) 

  • Penulis: KangHasan

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dedie Rachim Serahkan DPA Kota Bogor 2026, Tekankan Integritas ASN

    Dedie Rachim Serahkan DPA Kota Bogor 2026, Tekankan Integritas ASN

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BOGOR – Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menegaskan bahwa tantangan pembangunan ke depan akan semakin berat, sementara harapan masyarakat terus meningkat. Pesan itu ia sampaikan saat menyerahkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Kota Bogor Tahun Anggaran 2026 di Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor, Jumat (2/1/2026). Di awal tahun anggaran, Dedie mengingatkan seluruh […]

  • Praperadilan Wakil Wali Kota Bandung: Erwin Lawan Status Tersangka Korupsi

    Praperadilan Wakil Wali Kota Bandung: Erwin Lawan Status Tersangka Korupsi

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BANDUNG – Status tersangka korupsi yang disematkan Erwin oleh Kejaksaan Negeri Kota Bandung tak membuat Wakil Wali Kota Bandung itu menunduk pasrah. Sebaliknya, Erwin memilih jalur perlawanan hukum. Ia menggugat balik lewat praperadilan, sebuah langkah yang menandai babak baru polemik hukum yang kini menyedot perhatian publik Kota Bandung. Langkah ini sekaligus menegaskan satu […]

  • Kondisi Pasar Cikurubuk di awal Ramadan 1447 H: Harga Bahan Pokok Naik, Stok Pokok Aman

    Kondisi Pasar Cikurubuk di awal Ramadan 1447 H: Harga Bahan Pokok Naik, Stok Pokok Aman

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA – Pasar Cikurubuk, salah satu pasar tradisional terbesar di Kota Tasikmalaya, kembali menjadi fokus perhatian masyarakat pada bulan Ramadan 1447 Hijriah/2026 M. Pasar ini dikenal sebagai pusat distribusi bahan pokok dan kebutuhan sehari-hari bagi warga Priangan Timur. Kondisi dan aktivitas jual beli di Pasar Cikurubuk berjalan seperti biasa, namun kondisi harga sejumlah […]

  • Hasil Pertandingan Persib Bandung Vs Malut United (Jumat, 06/02/2026)

    Hasil Pertandingan Persib Bandung Vs Malut United (Jumat, 06/02/2026)

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BANDUNG – Persib Bandung langsung mengambil inisiatif serangan sejak menit awal pertandingan melawan Malut United. Dalam 15 menit pertama, Maung Bandung menguasai penguasaan bola dan tempo permainan. Meski demikian, dominasi tersebut belum berbuah peluang berbahaya ke gawang Malut United. Di sisi lain, Malut United memilih bermain lebih pragmatis dengan mengandalkan serangan balik. Namun, […]

  • Aset Pemkot Sukabumi yang Baru pun Tak Terlacak

    Aset Pemkot Sukabumi yang Relatif Baru, Ikut Tak Terlacak

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle Admin Wartaloka
    • visibility 16
    • 0Komentar

    wartaloka.com, KUPAS. Persoalan ratusan aset Pemkot Sukabumi yang tidak diketahui keberadaannya ternyata tidak berhenti pada barang lama. Data auditor negara menunjukkan, di antara 351 unit aset yang keberadaannya belum dapat diyakini, terdapat perangkat kerja yang relatif baru, termasuk yang diperoleh dalam beberapa tahun terakhir. Temuan ini penting karena mematahkan anggapan bahwa ketidakjelasan aset semata-mata disebabkan […]

  • Kecelakaan Wisatawan Asing Jadi Alarm bagi Wisata Bahari Sukabumi

    Kecelakaan Wisatawan Asing Jadi Alarm bagi Wisata Bahari Sukabumi

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA SUKABUMI – Insiden kecelakaan wisatawan asing di Pantai Buffalo, Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, pada Senin (5/1/2025), kembali membuka mata banyak pihak soal pentingnya keselamatan wisata bahari. Seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Arab Saudi, Al Muhanna Hasan Radhi, meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan saat bermain jetski. Peristiwa ini langsung mendapat perhatian serius dari […]

expand_less