Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Memaknai Peringatan Hari Kartini ke-147

Memaknai Peringatan Hari Kartini ke-147

  • account_circle KangHasan
  • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
  • visibility 230
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wartaloka, OPINISetiap tanggal 21 April, kita kembali memperingati Hari Kartini ke-147. Tapi jujur saja, bagi sebagian anak muda—terutama Gen Z—peringatan ini kadang terasa seperti rutinitas tahunan: unggah foto pakai kebaya, bikin caption singkat, lalu selesai.

Padahal kalau ditarik lebih dalam, Hari Kartini ke-147 bukan cuma soal mengenang masa lalu. Ini soal bagaimana kita, terutama generasi sekarang, memahami ulang arti perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam realitas yang sudah jauh berubah.

Pertanyaannya sederhana: apakah nilai-nilai Kartini masih hidup di era digital hari ini?

Kartini di Era Scroll dan Swipe

Gen Z hidup di dunia yang sangat berbeda dibanding masa Kartini. Informasi bisa diakses dalam hitungan detik, peluang terbuka lebar, dan siapa pun bisa “bersuara” lewat media sosial. Tapi di balik semua kemudahan itu, tantangan juga ikut berkembang.

Di sinilah Hari Kartini ke-147 menemukan relevansinya.

Dulu, Kartini berjuang agar perempuan bisa mendapatkan pendidikan. Sekarang? Banyak perempuan sudah sekolah tinggi, bahkan memimpin di berbagai bidang. Tapi perjuangan belum selesai—hanya bentuknya yang berubah.

Hari ini, tantangan itu hadir dalam bentuk lain:

  • Standar sosial di media sosial
  • Tekanan untuk “terlihat sempurna”
  • Cyberbullying dan stereotip digital
  • Ketimpangan akses teknologi di beberapa daerah

Jadi, memaknai Hari Kartini ke-147 bukan lagi soal membuka pintu pendidikan, tapi bagaimana bertahan dan berkembang di ruang digital yang tidak selalu ramah.

Gen Z: Lebih Bebas, Tapi Juga Lebih Ditantang

Kalau dilihat, Gen Z punya sesuatu yang mungkin tidak dimiliki generasi sebelumnya: keberanian untuk bicara.

Banyak perempuan muda sekarang berani menyuarakan opini, membangun bisnis dari nol, bahkan menciptakan tren sendiri. Mereka tidak menunggu kesempatan—mereka menciptakannya.

Dalam konteks Hari Kartini ke-147, ini adalah bentuk emansipasi versi baru.

Tapi di sisi lain, kebebasan ini juga punya konsekuensi. Tidak semua kebebasan berarti kemajuan. Tanpa arah yang jelas, kebebasan justru bisa jadi bumerang.

Di sinilah nilai perjuangan Raden Ajeng Kartini kembali relevan: bukan sekadar bebas, tapi punya tujuan.

Dari Seremonial ke Kesadaran

Masalah yang sering terjadi, Hari Kartini ke-147 berhenti di simbol. Padahal, makna sebenarnya justru ada di hal-hal kecil yang sering tidak disadari.

Misalnya:

  • Mendukung teman atau keluarga perempuan untuk berkembang
  • Tidak merendahkan pilihan hidup orang lain
  • Menggunakan media sosial untuk hal yang lebih positif
  • Memberi ruang yang adil, baik di dunia nyata maupun digital

Hal-hal sederhana seperti ini justru lebih “Kartini” daripada sekadar seremoni tahunan.

Karena pada akhirnya, perjuangan tidak selalu harus besar. Kadang, perubahan justru dimulai dari kebiasaan kecil yang konsisten.

Hari Kartini ke-147: Tentang Masa Depan, Bukan Masa Lalu

Yang sering dilupakan, Hari Kartini ke-147 bukan hanya tentang mengenang sejarah. Ini tentang arah ke depan.

Apakah generasi sekarang akan melanjutkan semangat itu? Atau justru kehilangan maknanya di tengah hiruk-pikuk dunia digital?

Gen Z punya potensi besar untuk membawa semangat Kartini ke level berikutnya. Dengan akses teknologi, kreativitas, dan keberanian, generasi ini bisa menciptakan perubahan yang lebih luas dan cepat.

Tapi semua itu kembali ke pilihan: mau sekadar ikut tren, atau benar-benar memahami makna di baliknya.

Karena pada akhirnya, Hari Kartini ke-147 bukan soal siapa yang paling meriah merayakan, tapi siapa yang benar-benar menghidupi nilai perjuangannya. (KH) 

  • Penulis: KangHasan

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Belanja Barjas di Bappelitbangda Kota Tasikmalaya Menuai Sorotan

    Belanja Barjas di Bappelitbangda Kota Tasikmalaya Menuai Sorotan

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 217
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA – Pola pengadaan di Bappelitbangda Kota Tasikmalaya menjadi perhatian setelah data yang dibuka ke publik menunjukkan indikasi yang sulit diabaikan. Dari ratusan paket belanja yang dianalisis, muncul tiga pola utama yang dinilai tidak lazim dan memicu pertanyaan terhadap proses pengadaan. Keterbukaan data pengadaan di lingkungan Bappelitbangda Kota Tasikmalaya ini justru membuka babak […]

  • umkm sukabumi dapat perlengkapan alat kebersihan

    Dinkes Kota Sukabumi Serahkan Alat Kebersihan untuk 50 UMKM

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • account_circle Admin Wartaloka
    • visibility 218
    • 0Komentar

    wartaloka.com, LIPUTAN. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi menggelar kegiatan Rapat Koordinasi Pelaksanaan Survei PIRT bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) produk pangan industri rumah tangga (IRTP), Selasa (28/10/2025). Kegiatan berlangsung di Ruang Pertemuan Lantai Atas Kantor Dinas Kesehatan Kota Sukabumi dan dihadiri puluhan pelaku UMKM yang bergerak di bidang pangan olahan. Kegiatan tersebut […]

  • Proyek Irigasi Cikalang Disorot, Profesionalitas Kontraktor BUMN Dipertanyakan

    Proyek Irigasi Cikalang Disorot, Profesionalitas Kontraktor BUMN Dipertanyakan

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 221
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA – Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, Kang Wahid, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi proyek irigasi Cikalang setelah menerima berbagai aduan dari Forum Masyarakat Peduli Cikalang. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi pekerjaan di lapangan sekaligus menampung aspirasi masyarakat yang menilai pelaksanaan proyek belum berjalan sebagaimana mestinya. Dalam sidak tersebut, Kang […]

  • Rp43 Miliar Keluar, RSUD Limbangan Garut Mangkrak

    Rp43 Miliar Keluar, RSUD Limbangan Garut Mangkrak

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 113
    • 0Komentar

    RSUD Limbangan Garut menelan Rp43 miliar, tetapi belum beroperasi. Bangunan mulai rusak dan pemerintah menargetkan 2027.

  • Kenaikan BBM April 2026: Informasi Resmi PERTAMINA

    Kenaikan BBM April 2026: Informasi Resmi PERTAMINA

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 299
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA NASIONAL – Isu kenaikan BBM April 2026 kembali memicu kegelisahan publik setelah beredarnya informasi di media sosial terkait lonjakan harga bahan bakar non-subsidi. Dalam unggahan yang ramai diperbincangkan, harga Pertamax disebut-sebut akan melonjak tajam mulai 1 April 2026. Menanggapi hal tersebut, PT Pertamina (Persero) langsung memberikan klarifikasi. Perusahaan pelat merah itu menegaskan bahwa […]

  • Hardiknas: Dunia Pendidikan Makin Buram Dan Memprihatinkan

    Hardiknas: Dunia Pendidikan Makin Buram Dan Memprihatinkan

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 381
    • 0Komentar

    Hardiknas 2026 menjadi refleksi dunia pendidikan yang kian buram akibat krisis moral, adab, dan arah pendidikan nasional.

expand_less