Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Memaknai Peringatan Hari Kartini ke-147

Memaknai Peringatan Hari Kartini ke-147

  • account_circle KangHasan
  • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
  • visibility 94
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wartaloka, OPINISetiap tanggal 21 April, kita kembali memperingati Hari Kartini ke-147. Tapi jujur saja, bagi sebagian anak muda—terutama Gen Z—peringatan ini kadang terasa seperti rutinitas tahunan: unggah foto pakai kebaya, bikin caption singkat, lalu selesai.

Padahal kalau ditarik lebih dalam, Hari Kartini ke-147 bukan cuma soal mengenang masa lalu. Ini soal bagaimana kita, terutama generasi sekarang, memahami ulang arti perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam realitas yang sudah jauh berubah.

Pertanyaannya sederhana: apakah nilai-nilai Kartini masih hidup di era digital hari ini?

Kartini di Era Scroll dan Swipe

Gen Z hidup di dunia yang sangat berbeda dibanding masa Kartini. Informasi bisa diakses dalam hitungan detik, peluang terbuka lebar, dan siapa pun bisa “bersuara” lewat media sosial. Tapi di balik semua kemudahan itu, tantangan juga ikut berkembang.

Di sinilah Hari Kartini ke-147 menemukan relevansinya.

Dulu, Kartini berjuang agar perempuan bisa mendapatkan pendidikan. Sekarang? Banyak perempuan sudah sekolah tinggi, bahkan memimpin di berbagai bidang. Tapi perjuangan belum selesai—hanya bentuknya yang berubah.

Hari ini, tantangan itu hadir dalam bentuk lain:

  • Standar sosial di media sosial
  • Tekanan untuk “terlihat sempurna”
  • Cyberbullying dan stereotip digital
  • Ketimpangan akses teknologi di beberapa daerah

Jadi, memaknai Hari Kartini ke-147 bukan lagi soal membuka pintu pendidikan, tapi bagaimana bertahan dan berkembang di ruang digital yang tidak selalu ramah.

Gen Z: Lebih Bebas, Tapi Juga Lebih Ditantang

Kalau dilihat, Gen Z punya sesuatu yang mungkin tidak dimiliki generasi sebelumnya: keberanian untuk bicara.

Banyak perempuan muda sekarang berani menyuarakan opini, membangun bisnis dari nol, bahkan menciptakan tren sendiri. Mereka tidak menunggu kesempatan—mereka menciptakannya.

Dalam konteks Hari Kartini ke-147, ini adalah bentuk emansipasi versi baru.

Tapi di sisi lain, kebebasan ini juga punya konsekuensi. Tidak semua kebebasan berarti kemajuan. Tanpa arah yang jelas, kebebasan justru bisa jadi bumerang.

Di sinilah nilai perjuangan Raden Ajeng Kartini kembali relevan: bukan sekadar bebas, tapi punya tujuan.

Dari Seremonial ke Kesadaran

Masalah yang sering terjadi, Hari Kartini ke-147 berhenti di simbol. Padahal, makna sebenarnya justru ada di hal-hal kecil yang sering tidak disadari.

Misalnya:

  • Mendukung teman atau keluarga perempuan untuk berkembang
  • Tidak merendahkan pilihan hidup orang lain
  • Menggunakan media sosial untuk hal yang lebih positif
  • Memberi ruang yang adil, baik di dunia nyata maupun digital

Hal-hal sederhana seperti ini justru lebih “Kartini” daripada sekadar seremoni tahunan.

Karena pada akhirnya, perjuangan tidak selalu harus besar. Kadang, perubahan justru dimulai dari kebiasaan kecil yang konsisten.

Hari Kartini ke-147: Tentang Masa Depan, Bukan Masa Lalu

Yang sering dilupakan, Hari Kartini ke-147 bukan hanya tentang mengenang sejarah. Ini tentang arah ke depan.

Apakah generasi sekarang akan melanjutkan semangat itu? Atau justru kehilangan maknanya di tengah hiruk-pikuk dunia digital?

Gen Z punya potensi besar untuk membawa semangat Kartini ke level berikutnya. Dengan akses teknologi, kreativitas, dan keberanian, generasi ini bisa menciptakan perubahan yang lebih luas dan cepat.

Tapi semua itu kembali ke pilihan: mau sekadar ikut tren, atau benar-benar memahami makna di baliknya.

Karena pada akhirnya, Hari Kartini ke-147 bukan soal siapa yang paling meriah merayakan, tapi siapa yang benar-benar menghidupi nilai perjuangannya. (KH) 

  • Penulis: KangHasan

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gangguan Jiwa di Ciamis Meningkat, RSUD Kawali Simpulkan Faktor Penyebabnya.

    Gangguan Jiwa di Ciamis Meningkat, RSUD Kawali Simpulkan Faktor Penyebabnya.

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA CIAMIS – “Hirup kudu loba syukur jeung ulah luhur teuing hate, sabab hirup mah sok aya waktuna naék jeung turun.”Pepatah Sunda itu mengingatkan bahwa rasa syukur dan sikap tawadlu kerap menjadi penyangga batin saat hidup berada dalam tekanan. Namun realitas di lapangan menunjukkan, tidak semua orang mampu bertahan ketika beban ekonomi dan persoalan […]

  • Blokade Selat Hormuz Masih Ketat, Baru 4 Kapal Bisa Lolos

    Blokade Selat Hormuz Masih Ketat, Baru 4 Kapal Bisa Lolos

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA DUNIA – Situasi blokade Selat Hormuz masih jauh dari normal. Di tengah konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel, hanya empat kapal yang dilaporkan berhasil melintasi jalur strategis tersebut. Laporan media internasional menyebutkan satu kapal kontainer milik perusahaan Prancis CMA CGM serta tiga kapal tanker yang berafiliasi dengan Oman berhasil keluar dari Teluk. […]

  • Persib vs PSIM: Bojan Hodak Waspadai Soliditas PSIM

    Persib vs PSIM: Bojan Hodak Waspadai Soliditas PSIM

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Persib vs PSIM, Bojan Hodak waspadai kekuatan PSIM. Maung Bandung wajib menang demi puncak klasemen.

  • Kecelakaan Kereta Api di Bekasi Timur, Puluhan Korban Dievakuasi

    Kecelakaan Kereta Api di Bekasi Timur, Puluhan Korban Dievakuasi

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Kecelakaan kereta api di Bekasi Timur libatkan KRL dan KA Argo Bromo, 38 korban luka dievakuasi.

  • Prediksi Persib Bandung vs Persijap Jepara Hari Ini: Sabtu, 23 Mei 2026

    Prediksi Persib Bandung vs Persijap Jepara Hari Ini: Sabtu, 23 Mei 2026

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 445
    • 0Komentar

    Prediksi Persib vs Persijap hari ini lengkap dengan head to head, klasemen, jam tayang live Indosiar, dan prediksi skor terbaru.

  • Cikurubuk Jangan Dibiarkan Redup

    Cikurubuk Jangan Dibiarkan Redup

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA – Fajar baru saja merekah di ufuk timur ketika denyut kehidupan mulai terasa di Pasar Cikurubuk. Kesegaran udara pagi serta hawa dingin belum sepenuhnya sirna, namun langkah para pedagang sudah terdengar menapak di lorong-lorong sempit yang sejak puluhan tahun menjadi saksi perputaran ekonomi rakyat. Di sinilah wajah asli perdagangan tradisional Kota Tasikmalaya […]

expand_less