Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Kondisi Pasar Cikurubuk Saat Ini, Mode Bertahan Hidup ?

Kondisi Pasar Cikurubuk Saat Ini, Mode Bertahan Hidup ?

  • account_circle KangHasan
  • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
  • visibility 216
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA — Kondisi Pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya hari ini bukan sekadar isu ekonomi, melainkan cerminan denyut nadi perdagangan rakyat yang tengah melemah. Sebagai pasar induk terbesar di Tasikmalaya, Pasar Cikurubuk Tasikmalaya seharusnya menjadi pusat perputaran ekonomi masyarakat kecil. Namun realitas di lapangan menunjukkan banyak kios tutup, pembeli berkurang, dan pedagang bertahan dalam situasi serba sulit.

Fenomena ini memunculkan satu pertanyaan besar: apakah kita akan membiarkan pasar rakyat ini perlahan kehilangan fungsinya?


Kondisi Pasar Cikurubuk: Sepi yang Kian Terasa

Pantauan di sejumlah blok menunjukkan lorong pasar tidak seramai dulu. Beberapa kios tampak kosong dan tak lagi beroperasi. Pedagang mengaku omzet turun drastis dalam beberapa bulan terakhir.

“Sekarang pembeli jauh berkurang. Kadang sehari belum tentu balik modal,” ujar salah seorang pedagang pakaian yang sudah belasan tahun berjualan di Cikurubuk.

Senada dengan itu, ada pula seorang pedagang sayuran, menyebut penurunan omzet bisa mencapai lebih dari 40 persen dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Keluhan pedagang Cikurubuk bukan cuma soal sepi pembeli, tapi juga soal kondisi fasilitas pasar yang perlu pembenahan,” katanya.

Jalan akses yang rusak, drainase kurang optimal, serta persaingan dengan ritel modern dan belanja online menjadi kombinasi tekanan yang tidak ringan.


Suara Tokoh: Harapan dan Tekanan Moral

Tokoh masyarakat Tasikmalaya, KH Miftah Fauzi, turut menyoroti serius kondisi pasar Cikurubuk. Menurutnya, pasar tradisional bukan sekadar tempat jual beli, tetapi ruang sosial yang menghidupi ribuan keluarga.

“Pasar ini menyangkut hajat hidup orang banyak. Pemerintah harus hadir dengan kebijakan yang nyata, bukan hanya wacana. Pedagang kecil perlu keberpihakan,” ujarnya dalam salah satu pertemuan bersama pedagang.

Ia juga mengingatkan bahwa keberlangsungan pasar tradisional adalah bagian dari menjaga ekonomi umat.

Baca juga : Tuntutan Pedagang Pasar Cikurubuk: Dorong Penataan Profesional dan Iklim Usaha Sehat

Sementara itu, Ketua HIPPATAS H. Achmad Jahid, S.H., menegaskan bahwa pedagang pasar tradisional seharusnya tidak dibiarkan berjuang sendirian.

“Kami bersaing dengan pasar modern, dengan penjualan online, ditambah lagi dampak kondisi ekonomi, pihaknya terus mendorong dialog dengan pemerintah daerah agar ada solusi konkret.”

“Kami tidak ingin konflik, kami ingin solusi. Keluhan pedagang Cikurubuk ini nyata. Harapan kami sederhana: fasilitas diperbaiki, kebijakan berpihak, dan ada dorongan agar masyarakat kembali belanja ke pasar,” tegasnya.

Menurutnya, jika pasar dibiarkan lesu terlalu lama, bukan hanya para pedagang di Pasar Cikurubuk Tasikmalaya ini yang terdampak, tetapi juga rantai distribusi lokal.

Baca juga: Tuntutan Resmi Pedagang Pasar Cikurubuk, HIPPATAS Kirim Surat ke 9 Instansi


Keluhan Pedagang Cikurubuk: Antara Bertahan dan Menyerah

Beberapa pedagang mengaku kini hanya bisa bertahan dengan stok terbatas. Modal diputar kecil karena khawatir barang tidak laku.

“Dulu bisa kulakan banyak, sekarang takut numpuk,” ujar seorang pedagang sembako.

Kondisi pasar Cikurubuk Tasikmalaya saat ini memperlihatkan perubahan pola konsumsi masyarakat yang makin condong ke belanja daring dan minimarket modern. Namun di sisi lain, pasar tradisional tetap menawarkan harga yang bersaing dan interaksi sosial yang tak tergantikan.

Masalahnya bukan semata pada sistem, tetapi juga pada partisipasi kolektif.


Saatnya Gerakan Bersama: “Hayu Ka Cikurubuk!”

Menyikapi situasi ini, perlu ada gerakan moral dan sosial untuk menghidupkan kembali pasar kebanggaan Tasikmalaya ini.

Ajakan kepada masyarakat dan para ASN sangat penting. Jika setiap keluarga di Tasikmalaya menyisihkan waktu minimal seminggu sekali untuk berbelanja di pasar tradisional, dampaknya akan sangat terasa bagi para pedagang.

Bayangkan jika ribuan ASN dan pegawai instansi rutin berbelanja kebutuhan rumah tangga di Pasar Cikurubuk. Perputaran uang lokal akan kembali hidup.

Jargon sederhana namun kuat bisa digaungkan:

– “Hayu Ka Cikurubuk!” –

Gerakan ini bukan hanya soal belanja, tapi tentang solidaritas ekonomi lokal.


Jangan Biarkan Cikurubuk Redup

Kondisi pasar Cikurubuk adalah alarm bagi semua pihak. Pemerintah perlu mempercepat pembenahan infrastruktur dan kebijakan. Organisasi pedagang harus terus membangun komunikasi. Tokoh masyarakat perlu menjaga semangat kolektif.

Namun yang tak kalah penting: masyarakat juga punya peran besar.

Jika pasar ini mati, maka yang hilang bukan hanya kios-kios kosong. Yang hilang adalah denyut ekonomi rakyat kecil.

Maka, mari mulai dari langkah sederhana.

Hayu ka Cikurubuk.”
Karena dari sana, ekonomi Tasikmalaya bisa kembali bergerak. (KH)

  • Penulis: KangHasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Proyek Mangkrak di Sukabumi: Gedung Rp181 Miliar Terbengkalai.

    Proyek Mangkrak di Sukabumi: Gedung Rp181 Miliar Terbengkalai.

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 271
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA SUKABUMI – Proyek mangkrak di Sukabumi, sebuah gedung megah enam lantai yang dibangun menggunakan anggaran lebih dari Rp181 miliar dari APBD Kabupaten Sukabumi hingga kini belum juga difungsikan. Alih-alih menjadi pusat pelayanan publik modern, bangunan yang berdiri di Jalan Jenderal A. Yani, Kompleks GOR Palabuhanratu, itu justru terbengkalai dan menunjukkan tanda-tanda kerusakan serius. […]

  • perempuan yang diduga melompat dari Jembatan Sasak Besi di Kampung Simpang, RT 03 RW 02, Desa Mulyasari, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut - Wartaloka

    Perempuan Diduga Melompat dari Jembatan Sasak Besi di Bayongbong Garut

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 220
    • 0Komentar

    Polisi dan warga menyelamatkan perempuan yang diduga melompat dari Jembatan Sasak Besi Bayongbong Garut.

  • pekerja-sektor-informal-makin-banyak-negara-lemah-ciptakan-lapangan-kerja-opini wartaloka

    Pekerja Informal, UMKM, dan GIG Makin Banyak, Negara Lemah Ciptakan Lapangan Kerja?

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 292
    • 0Komentar

    Meningkatnya pekerja sektor informal, dinilai menjadi tanda lemahnya negara dalam menyediakan lapangan kerja layak. Simak analisis dan solusi perspektif Islam.

  • Harga Kedelai Impor Naik, Perajin Tempe Kian Terhimpit

    Harga Kedelai Impor Naik, Perajin Tempe Kian Terhimpit

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 338
    • 0Komentar

    Kenaikan harga kedelai impor akibat melemahnya rupiah membuat perajin tempe semakin terhimpit.

  • Efisiensi Anggaran Jawa Barat, Dedi Mulyadi Pangkas Belanja Nonprioritas

    Efisiensi Anggaran Jawa Barat, Dedi Mulyadi Pangkas Belanja Nonprioritas

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 217
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA JAWA BARAT – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan komitmennya menempatkan kepentingan publik sebagai prioritas utama di tengah tekanan berat Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jawa Barat 2026. Menghadapi defisit anggaran yang signifikan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memilih jalur efisiensi anggaran Jawa Barat secara menyeluruh, termasuk memangkas pos belanja yang dinilai tidak […]

  • Real Madrid vs Getafe: Real Madrid Tumbang!

    Real Madrid vs Getafe: Real Madrid Tumbang!

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 232
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA OLAHRAGA – Laga real madrid vs getafe fc menghadirkan kejutan besar di pekan lanjutan Liga Spanyol. Bermain di kandang sendiri di Santiago Bernabeu, Selasa (3/2/2026) dini hari WIB, Real Madrid harus mengakui keunggulan Getafe CF dengan skor tipis 0-1. Hasil ini menjadi ganjalan serius bagi Los Blancos dalam perburuan gelar juara. Real Madrid […]

expand_less