Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Wibawa Guru Direndahkan: Buah Sistem Pendidikan Sekuler Kapitalistik

Wibawa Guru Direndahkan: Buah Sistem Pendidikan Sekuler Kapitalistik

  • account_circle KangHasan
  • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
  • visibility 243
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wartaloka, OPINIWibawa guru hari ini bukan sekadar menurun, tetapi perlahan dihancurkan oleh sistem pendidikan yang kehilangan arah. Ketika adab tidak lagi dijadikan fondasi utama dalam pendidikan, maka lahirlah generasi yang berani merendahkan sosok yang seharusnya dihormati. Pendidikan akhirnya hanya berfokus pada capaian akademik, sementara pembentukan akhlak dikesampingkan.

Lunturnya Nilai Adab 

Kasus siswa yang melecehkan guru di Purwakarta menjadi tamparan keras bagi dunia pendidikan. Peristiwa ini bukan hanya persoalan kenakalan individu, tetapi cerminan kegagalan sistem dalam menanamkan nilai hormat dan adab kepada peserta didik. Miris ketika seorang guru yang seharusnya dimuliakan justru menjadi bahan candaan, hinaan, bahkan konten demi mencari perhatian di media sosial.

Fenomena ini menunjukkan bahwa pendidikan hari ini lebih banyak melahirkan generasi yang cerdas secara akademik, tetapi lemah dalam akhlak. Di era digital, sebagian anak lebih mengejar eksistensi dan viralitas dibanding menjaga etika. Media sosial sering dijadikan panggung untuk mencari pengakuan, tanpa mempertimbangkan batas sopan santun dan penghormatan kepada guru.

Sanksi memang diperlukan, namun hukuman semata tidak cukup menyelesaikan akar persoalan. Pendekatan yang hanya bersifat administratif atau formal sering kali hanya menyentuh permukaan. Yang dibutuhkan adalah pembinaan yang mampu menumbuhkan empati, tanggung jawab, dan kesadaran akan pentingnya menghormati guru.

Pendidikan Tidak Hanya Mengejar Nilai Akademis

Kondisi ini tidak bisa dilepaskan dari sistem pendidikan sekuler kapitalistik yang memisahkan pendidikan dari nilai agama. Pendidikan diarahkan sekadar mencetak tenaga kerja dan mengejar nilai, bukan membentuk manusia berkepribadian mulia. Akibatnya, ukuran keberhasilan hanya dinilai dari prestasi akademik dan materi, sementara adab dianggap pelengkap.

Padahal dalam Islam, pendidikan tidak hanya bertujuan menambah ilmu, tetapi juga membentuk akhlak dan kepribadian yang baik. Guru memiliki kedudukan yang mulia karena menjadi perantara ilmu. Oleh sebab itu, menghormati guru merupakan bagian dari adab yang harus ditanamkan sejak dini.

Rasulullah ﷺ bersabda:

لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يُوَقِّرْ كَبِيرَنَا

“Bukan termasuk golongan kami orang yang tidak menghormati yang lebih tua…”

(HR. Tirmidzi)

Pendidikan Karakter bukan hanya slogan

Guru termasuk sosok yang wajib dihormati karena jasanya dalam mendidik dan membimbing generasi. Ketika penghormatan kepada guru hilang, maka pendidikan akan kehilangan ruhnya.

Karena itu, pembentukan karakter tidak cukup hanya melalui slogan atau program seremonial. Dibutuhkan sistem pendidikan yang menjadikan akidah dan adab sebagai pondasi utama. Lingkungan keluarga, sekolah, hingga media digital harus bersama-sama menjaga moral generasi agar tidak terbiasa dengan perilaku merendahkan orang lain.

Sudah saatnya pendidikan dikembalikan pada nilai yang benar, bukan sekadar aturan tanpa ruh. Memuliakan guru adalah kunci lahirnya generasi berakhlak. Sebab ketika guru dihormati, ilmu akan lebih mudah diterima, dan keberkahan pendidikan akan terjaga.

Pipih Fitriani – Aktivis Islam/ aktivis muslimah
Parongpong KBB

 

  • Penulis: KangHasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gaji ASN Sukabumi Telat Masuk, Ada Apa?

    Gaji ASN Sukabumi Telat Masuk, Ada Apa?

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA SUKABUMI — Ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi dibuat resah. Hingga pertengahan Januari 2026, gaji bulanan yang biasa mereka terima di awal bulan belum juga masuk ke rekening. Kondisi ini memicu keluhan luas, terutama karena bertepatan dengan kebutuhan rumah tangga dan kewajiban cicilan yang tidak bisa ditunda. Fenomena […]

  • Korban Bencana Bantargadung Sukabumi Dapat Bantuan Sewa Rumah Rp3 Juta

    Korban Bencana Bantargadung Sukabumi Dapat Bantuan Sewa Rumah Rp3 Juta

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA SUKABUMI – Pemerintah Kabupaten Sukabumi mengambil langkah cepat untuk membantu warga terdampak Bencana Bantargadung Sukabumi dengan menyalurkan Bantuan Sewa Rumah bagi masyarakat yang tinggal di wilayah rawan pergerakan tanah. Bantuan tersebut diberikan kepada warga Kampung Cijambe, Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, yang rumahnya mengalami kerusakan akibat pergeseran tanah dalam beberapa waktu terakhir. […]

  • Indonesia dalam Kepungan Mafia Judol Internasional: Mengapa Susah Diberantas dan Apa Solusi Hakikinya?

    Indonesia dalam Kepungan Mafia Judol Internasional: Mengapa Susah Diberantas dan Apa Solusi Hakikinya?

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 199
    • 0Komentar

    Indonesia dinilai jadi target mafia judol internasional. Mengapa judi online sulit diberantas? Simak akar masalah dan solusi sistemisnya.

  • Persib Juara Paruh Musim, Tapi Thom Haye Ungkap Fakta Mengejutkan

    Persib Juara Paruh Musim, Tapi Thom Haye Ungkap Fakta Mengejutkan

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA JABAR – Persib Bandung menutup paruh musim BRI Super League 2025/26 dengan hasil sempurna. Kemenangan tipis 1-0 atas Persija Jakarta dalam laga sarat gengsi bertajuk El Clasico Indonesia mengantarkan Maung Bandung ke puncak klasemen sekaligus menyabet gelar juara paruh musim. Kemenangan ini disambut antusias ribuan Bobotoh. Atmosfer stadion dinilai luar biasa dan kembali […]

  • Mogok Kerja Petugas Perparah Kondisi Krisis Sampah Tasikmalaya

    Mogok Kerja Petugas Perparah Kondisi Krisis Sampah Tasikmalaya

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Krisis sampah Tasikmalaya 2026 memuncak usai 120 petugas mogok kerja akibat gaji telat, picu penumpukan sampah.

  • SWAKKA Dorong Sistem Peringatan Dini Antikorupsi di Tasikmalaya

    SWAKKA Dorong Sistem Peringatan Dini Antikorupsi di Tasikmalaya

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA – Langkah Sawala Wartawan dan Konten Kreator Aspiratif (SWAKKA) mendatangi Kejaksaan Negeri dan Inspektorat di Kota Tasikmalaya serta Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (5/2/2026), dinilai sebagai upaya mendorong pencegahan korupsi sejak dini. Di tengah sorotan publik terhadap tata kelola pemerintahan daerah, agenda tersebut dipandang sebagai bentuk penguatan sistem peringatan dini (early warning system) berbasis […]

expand_less