Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Wibawa Guru Direndahkan: Buah Sistem Pendidikan Sekuler Kapitalistik

Wibawa Guru Direndahkan: Buah Sistem Pendidikan Sekuler Kapitalistik

  • account_circle KangHasan
  • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
  • visibility 316
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wartaloka, OPINIWibawa guru hari ini bukan sekadar menurun, tetapi perlahan dihancurkan oleh sistem pendidikan yang kehilangan arah. Ketika adab tidak lagi dijadikan fondasi utama dalam pendidikan, maka lahirlah generasi yang berani merendahkan sosok yang seharusnya dihormati. Pendidikan akhirnya hanya berfokus pada capaian akademik, sementara pembentukan akhlak dikesampingkan.

Lunturnya Nilai Adab 

Kasus siswa yang melecehkan guru di Purwakarta menjadi tamparan keras bagi dunia pendidikan. Peristiwa ini bukan hanya persoalan kenakalan individu, tetapi cerminan kegagalan sistem dalam menanamkan nilai hormat dan adab kepada peserta didik. Miris ketika seorang guru yang seharusnya dimuliakan justru menjadi bahan candaan, hinaan, bahkan konten demi mencari perhatian di media sosial.

Fenomena ini menunjukkan bahwa pendidikan hari ini lebih banyak melahirkan generasi yang cerdas secara akademik, tetapi lemah dalam akhlak. Di era digital, sebagian anak lebih mengejar eksistensi dan viralitas dibanding menjaga etika. Media sosial sering dijadikan panggung untuk mencari pengakuan, tanpa mempertimbangkan batas sopan santun dan penghormatan kepada guru.

Sanksi memang diperlukan, namun hukuman semata tidak cukup menyelesaikan akar persoalan. Pendekatan yang hanya bersifat administratif atau formal sering kali hanya menyentuh permukaan. Yang dibutuhkan adalah pembinaan yang mampu menumbuhkan empati, tanggung jawab, dan kesadaran akan pentingnya menghormati guru.

Pendidikan Tidak Hanya Mengejar Nilai Akademis

Kondisi ini tidak bisa dilepaskan dari sistem pendidikan sekuler kapitalistik yang memisahkan pendidikan dari nilai agama. Pendidikan diarahkan sekadar mencetak tenaga kerja dan mengejar nilai, bukan membentuk manusia berkepribadian mulia. Akibatnya, ukuran keberhasilan hanya dinilai dari prestasi akademik dan materi, sementara adab dianggap pelengkap.

Padahal dalam Islam, pendidikan tidak hanya bertujuan menambah ilmu, tetapi juga membentuk akhlak dan kepribadian yang baik. Guru memiliki kedudukan yang mulia karena menjadi perantara ilmu. Oleh sebab itu, menghormati guru merupakan bagian dari adab yang harus ditanamkan sejak dini.

Rasulullah ﷺ bersabda:

لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يُوَقِّرْ كَبِيرَنَا

“Bukan termasuk golongan kami orang yang tidak menghormati yang lebih tua…”

(HR. Tirmidzi)

Pendidikan Karakter bukan hanya slogan

Guru termasuk sosok yang wajib dihormati karena jasanya dalam mendidik dan membimbing generasi. Ketika penghormatan kepada guru hilang, maka pendidikan akan kehilangan ruhnya.

Karena itu, pembentukan karakter tidak cukup hanya melalui slogan atau program seremonial. Dibutuhkan sistem pendidikan yang menjadikan akidah dan adab sebagai pondasi utama. Lingkungan keluarga, sekolah, hingga media digital harus bersama-sama menjaga moral generasi agar tidak terbiasa dengan perilaku merendahkan orang lain.

Sudah saatnya pendidikan dikembalikan pada nilai yang benar, bukan sekadar aturan tanpa ruh. Memuliakan guru adalah kunci lahirnya generasi berakhlak. Sebab ketika guru dihormati, ilmu akan lebih mudah diterima, dan keberkahan pendidikan akan terjaga.

Pipih Fitriani – Aktivis Islam/ aktivis muslimah
Parongpong KBB

 

  • Penulis: KangHasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Indikasi Korupsi di Tasikmalaya yang Tak Bisa Lagi Dianggap Angin Lalu

    Indikasi Korupsi di Tasikmalaya yang Tak Bisa Lagi Dianggap Angin Lalu

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 220
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA – Proyek Revitalisasi Gedung PLUT (Pusat Layanan Usaha Terpadu) pada Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kabupaten Tasikmalaya senilai Rp3,4 miliar semestinya menjadi proyek rutin yang berjalan sesuai prosedur: tender transparan, pelaksanaan diawasi, pembayaran berdasarkan progres pekerjaan. Selesai. Namun, fakta yang terungkap justru memunculkan serangkaian indikasi korupsi di Kabupaten Tasikmalaya yang tidak bisa […]

  • Kasus Mantan ART Tasikmalaya Viral, Korban Disebut Sudah Lapor Polisi Sejak Januari

    Kasus Mantan ART Tasikmalaya Viral, Korban Disebut Sudah Lapor Polisi Sejak Januari

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 310
    • 0Komentar

    Kasus mantan ART Tasikmalaya viral di media sosial. Korban disebut sudah melapor ke polisi sejak Januari 2026.

  • Mal Pelayanan Publik Kabupaten Bogor Akan segera Dibangun.

    Mal Pelayanan Publik Kabupaten Bogor Akan segera Dibangun.

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 256
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BOGOR – Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih dekat, mudah, dan merata bagi masyarakat. Salah satu langkah strategis yang disiapkan adalah pembangunan Mal Pelayanan Publik Kabupaten Bogor di wilayah Bogor Barat dan Bogor Timur, dua kawasan yang diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. […]

  • Investasi Kota Bandung 2025 Tembus, DPMPTSP Siap Sambut Target 2026

    Investasi Kota Bandung 2025 Tembus, DPMPTSP Siap Sambut Target 2026

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 245
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BANDUNG – Capaian Investasi Kota Bandung kembali mencuri perhatian. Di tengah keterbatasan wilayah, Kota Bandung justru mampu melampaui target investasi tahun 2025. Fakta ini mengemuka dalam kegiatan kerja bakti yang dirangkai dengan pembinaan kepegawaian dan pengarahan langsung Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain, kepada seluruh pegawai DPMPTSP Kota Bandung, Jumat, 2 Januari 2026. […]

  • Honor Macet, Masyarakat Pertanyakan Prioritas Anggaran Pemkot Tasikmalaya

    Honor Macet, Masyarakat Pertanyakan Prioritas Anggaran Pemkot Tasikmalaya

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 236
    • 0Komentar

    Honor pendamping Ohan Hafidz dan kelurahan di Tasikmalaya belum cair berbulan-bulan, publik mulai bertanya

  • WFH Bagi ASN: Kebijakan yang Efektif atau Bumerang?

    WFH Bagi ASN: Kebijakan yang Efektif atau Bumerang?

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 225
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA NASIONAL – Kebijakan WFH bagi ASN selama satu hari dalam sepekan yang akan diterapkan usai Lebaran 2026 kini memasuki tahap finalisasi. Pemerintah mengklaim langkah ini sebagai strategi menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di tengah lonjakan harga minyak global. Namun di balik narasi efisiensi energi, muncul pertanyaan krusial: siapa sebenarnya yang diuntungkan, dan […]

expand_less