Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Wibawa Guru Direndahkan: Buah Sistem Pendidikan Sekuler Kapitalistik

Wibawa Guru Direndahkan: Buah Sistem Pendidikan Sekuler Kapitalistik

  • account_circle KangHasan
  • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
  • visibility 118
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wartaloka, OPINIWibawa guru hari ini bukan sekadar menurun, tetapi perlahan dihancurkan oleh sistem pendidikan yang kehilangan arah. Ketika adab tidak lagi dijadikan fondasi utama dalam pendidikan, maka lahirlah generasi yang berani merendahkan sosok yang seharusnya dihormati. Pendidikan akhirnya hanya berfokus pada capaian akademik, sementara pembentukan akhlak dikesampingkan.

Lunturnya Nilai Adab 

Kasus siswa yang melecehkan guru di Purwakarta menjadi tamparan keras bagi dunia pendidikan. Peristiwa ini bukan hanya persoalan kenakalan individu, tetapi cerminan kegagalan sistem dalam menanamkan nilai hormat dan adab kepada peserta didik. Miris ketika seorang guru yang seharusnya dimuliakan justru menjadi bahan candaan, hinaan, bahkan konten demi mencari perhatian di media sosial.

Fenomena ini menunjukkan bahwa pendidikan hari ini lebih banyak melahirkan generasi yang cerdas secara akademik, tetapi lemah dalam akhlak. Di era digital, sebagian anak lebih mengejar eksistensi dan viralitas dibanding menjaga etika. Media sosial sering dijadikan panggung untuk mencari pengakuan, tanpa mempertimbangkan batas sopan santun dan penghormatan kepada guru.

Sanksi memang diperlukan, namun hukuman semata tidak cukup menyelesaikan akar persoalan. Pendekatan yang hanya bersifat administratif atau formal sering kali hanya menyentuh permukaan. Yang dibutuhkan adalah pembinaan yang mampu menumbuhkan empati, tanggung jawab, dan kesadaran akan pentingnya menghormati guru.

Pendidikan Tidak Hanya Mengejar Nilai Akademis

Kondisi ini tidak bisa dilepaskan dari sistem pendidikan sekuler kapitalistik yang memisahkan pendidikan dari nilai agama. Pendidikan diarahkan sekadar mencetak tenaga kerja dan mengejar nilai, bukan membentuk manusia berkepribadian mulia. Akibatnya, ukuran keberhasilan hanya dinilai dari prestasi akademik dan materi, sementara adab dianggap pelengkap.

Padahal dalam Islam, pendidikan tidak hanya bertujuan menambah ilmu, tetapi juga membentuk akhlak dan kepribadian yang baik. Guru memiliki kedudukan yang mulia karena menjadi perantara ilmu. Oleh sebab itu, menghormati guru merupakan bagian dari adab yang harus ditanamkan sejak dini.

Rasulullah ﷺ bersabda:

لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يُوَقِّرْ كَبِيرَنَا

“Bukan termasuk golongan kami orang yang tidak menghormati yang lebih tua…”

(HR. Tirmidzi)

Pendidikan Karakter bukan hanya slogan

Guru termasuk sosok yang wajib dihormati karena jasanya dalam mendidik dan membimbing generasi. Ketika penghormatan kepada guru hilang, maka pendidikan akan kehilangan ruhnya.

Karena itu, pembentukan karakter tidak cukup hanya melalui slogan atau program seremonial. Dibutuhkan sistem pendidikan yang menjadikan akidah dan adab sebagai pondasi utama. Lingkungan keluarga, sekolah, hingga media digital harus bersama-sama menjaga moral generasi agar tidak terbiasa dengan perilaku merendahkan orang lain.

Sudah saatnya pendidikan dikembalikan pada nilai yang benar, bukan sekadar aturan tanpa ruh. Memuliakan guru adalah kunci lahirnya generasi berakhlak. Sebab ketika guru dihormati, ilmu akan lebih mudah diterima, dan keberkahan pendidikan akan terjaga.

Pipih Fitriani – Aktivis Islam/ aktivis muslimah
Parongpong KBB

 

  • Penulis: KangHasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkot Bandung Serius Bangun Ketahanan Mental Pelajar, Sekolah Tak Lagi Sekadar Tempat Belajar

    Pemkot Bandung Serius Bangun Ketahanan Mental Pelajar, Sekolah Tak Lagi Sekadar Tempat Belajar

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 39
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung semakin menegaskan komitmennya dalam membangun ketahanan mental dan karakter pelajar. Melalui Dinas Pendidikan (Disdik), Pemkot mendorong penguatan kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) agar penanganan persoalan psikologis anak dilakukan secara menyeluruh, tidak parsial, dan berkelanjutan. Langkah ini sejalan dengan arahan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, yang menilai bahwa […]

  • Pemkab Bandung Barat Siapkan Relokasi Warga Terdampak Longsor Pasirlangu

    Pemkab Bandung Barat Siapkan Relokasi Warga Terdampak Longsor Pasirlangu

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BANDUNG BARAT – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) mulai melakukan persiapan relokasi bagi warga terdampak bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mitigasi lanjutan untuk mencegah jatuhnya korban jiwa serta meminimalkan risiko bencana susulan, mengingat kondisi geografis wilayah tersebut masih dinilai rawan. Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie […]

  • Pihak RSUD Jampangkulon Akhirnya Mulai Buka Suara

    Pihak RSUD Jampangkulon Akhirnya Mulai Buka Suara

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA SUKABUMI – Kasus meninggalnya NS (12), remaja asal Kecamatan Jampangkulon yang viral di media sosial karena diduga menjadi korban kekerasan, kini mulai menemukan titik terang dari sisi medis. Pihak RSUD Jampangkulon akhirnya memberikan penjelasan resmi terkait kondisi korban sebelum dinyatakan meninggal dunia. Penjelasan medis ini penting untuk meluruskan berbagai spekulasi yang beredar di […]

  • Andi Ibo DKKT Tasikmalaya

    Visi Andi Ibo: Penguatan Komunias Seni Kota Tasikmalaya

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle Admin Wartaloka
    • visibility 33
    • 0Komentar

    wartaloka.com, BERITA. Musisi seniorAndi Ibo, saat ini sedang mengikuti proses pemilihan Ketua Dewan Kesenian Kota Tasikmalaya (DKKT) periode 2025–2030. Di usianya yang kini 55 tahun, Andi Ibo menyatakan ingin berkontribusi nyata bagi pengembangan seni di kota kelahirannya setelah bertahun-tahun berkarya di Jakarta. Salah satu poin utama dalam visinya adalah memperjuangkan kesejahteraan seniman, termasuk akses healthcare […]

  • Isu Superflu di Bandung Bikin Resah, Wali Kota Sampaikan Himbauan

    Isu Superflu di Bandung Bikin Resah, Wali Kota Sampaikan Himbauan

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 35
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BANDUNG – Isu kasus superflu di Bandung yang belakangan ramai diperbincangkan membuat sebagian masyarakat resah. Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan meminta warga tetap tenang dan tidak bereaksi berlebihan. Farhan menegaskan, hingga saat ini belum ada kasus Superflu yang terkonfirmasi secara resmi di Kota Bandung. Informasi tersebut ia sampaikan saat menghadiri […]

  • bencana di kabupaten tasikmalaya - wartaloka

    Tren Bencana di Kabupaten Tasikmalaya Oktober 2025: Angin Kencang Mendominasi 13 Kejadian

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • account_circle Admin Wartaloka
    • visibility 41
    • 0Komentar

    wartaloka.com, PERISTIWA. Situasi bencana di Kabupaten Tasikmalaya selama Oktober 2025 menunjukkan kecenderungan meningkat pada kejadian yang dipicu faktor cuaca. Berdasarkan laporan resmi BPBD Kabupaten Tasikmalaya yang diperbarui pada 4 November 2025, terdapat 13 peristiwa bencana sepanjang bulan tersebut. Dari jumlah itu, angin kencang menjadi bencana yang paling banyak terjadi, tercatat sebanyak 7 kejadian. Sementara tanah […]

expand_less