Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Aktivitas Tambang Bukit Cikuya Picu Longsor, DLH Kabupaten Bandung Belum Beri Respons

Aktivitas Tambang Bukit Cikuya Picu Longsor, DLH Kabupaten Bandung Belum Beri Respons

  • account_circle KangHasan
  • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
  • visibility 224
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wartaloka, Berita Bandung – Aktivitas tambang di kawasan Bukit Cikuya, Desa Lagadar, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, kembali menjadi sorotan. Meski disebut berada jauh dari permukiman, dampak lingkungan dan kerusakan infrastruktur akibat aktivitas tambang Bukit Cikuya diakui telah terjadi dan dipantau oleh pemerintah kecamatan. Namun hingga kini, respons dari instansi teknis terkait dinilai belum jelas.

Camat Margaasih, Joko Mardianto, mengungkapkan bahwa dampak longsor di area tambang memang pernah terjadi beberapa kali. Kendati demikian, ia menyebut longsor tersebut masih berskala kecil dan tidak berada dekat dengan rumah warga. Meski begitu, kondisi tersebut tetap menjadi perhatian, terlebih di tengah tingginya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir.

“Dampaknya memang ada. Beberapa kali terjadi longsor, walaupun kecil dan jauh dari permukiman. Tapi tetap kami pantau,” kata Joko saat On Air di Radio PRFM News Channel, Selasa, 19 Januari 2026.

Selain potensi longsor, aktivitas tambang Bukit Cikuya juga menimbulkan dampak serius terhadap infrastruktur jalan. Kendaraan berat yang lalu lalang menuju lokasi tambang dilaporkan menyebabkan kerusakan parah pada ruas jalan yang dilintasi. Bahkan, sebelum Joko menjabat sebagai camat, sebuah jembatan penghubung di kawasan tersebut sempat runtuh.

“Jembatan penghubung di atas sungai yang lebarnya sekitar empat sampai lima meter pernah runtuh. Memang kemudian diperbaiki oleh pihak perusahaan,” ungkapnya.

Kendati demikian, persoalan tidak berhenti di sana. Joko menegaskan bahwa kewenangan utama terkait pengawasan dan perizinan aktivitas tambang berada di tangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Namun sebagai pemerintah wilayah, pihak kecamatan tetap melakukan langkah administratif dengan meninjau langsung ke lapangan dan melaporkan temuan tersebut ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung.

Ironisnya, hingga kini laporan tersebut belum mendapatkan tanggapan resmi.

“Kami sudah laporkan ke DLH Kabupaten Bandung, tapi sampai sekarang belum ada umpan balik. Kami juga jadi bingung bagaimana langkah lanjutan yang harus dilakukan dari tingkat kecamatan,” ujarnya.

Minimnya respons dari DLH ini menimbulkan pertanyaan terkait efektivitas pengawasan lingkungan, terutama terhadap aktivitas tambang Bukit Cikuya yang dampaknya sudah dirasakan secara nyata, meski belum menimbulkan korban langsung.

Di sisi lain, Joko mengungkapkan bahwa secara formal belum ada laporan resmi dari masyarakat, baik melalui kanal pengaduan pemerintah maupun media sosial. Namun ia mengakui, sebelum dirinya menjabat, warga sempat menyampaikan keluhan secara langsung ke kantor kecamatan.

Untuk menekan risiko, pihak kecamatan mengaku telah mengimbau perusahaan tambang agar mengutamakan keselamatan warga sekitar. Ia juga memastikan bahwa selama masa jabatannya, tidak pernah ada penggunaan bahan peledak dalam aktivitas penambangan di Bukit Cikuya.

“Tidak ada peledakan. Pihak polsek dan koramil juga tidak pernah mengeluarkan izin peledakan di lokasi itu,” tegasnya.

Joko turut mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat musim hujan. Warga diminta menghindari area tebing yang berpotensi longsor dan ikut mengawasi kondisi lingkungan sekitar.

Kasus aktivitas tambang Bukit Cikuya ini kembali membuka pertanyaan besar soal koordinasi antarinstansi dan keseriusan pengawasan lingkungan. Ketika dampak sudah terlihat di lapangan, namun respons birokrasi masih minim, potensi risiko yang lebih besar dikhawatirkan hanya tinggal menunggu waktu. (KH)

  • Penulis: KangHasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kontroversi MBG Sukabumi Berakhir? Dela Shifa Buka Fakta Baru Soal SPPG Lembursitu

    Kontroversi MBG Sukabumi Berakhir? Dela Shifa Buka Fakta Baru Soal SPPG Lembursitu

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 353
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA SUKABUMI – Nama Dela Shifa Fauziah sebelumnya menjadi sorotan publik setelah pernyataannya mengenai dugaan praktik korupsi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) viral di media sosial. Ia menyebut adanya dugaan manipulasi data pembelian bahan baku di SPPG Lembursitu Sukabumi, sebuah unit penyedia program MBG yang berada di Kota Sukabumi. Dalam sebuah podcast yang […]

  • SWAKKA Dorong Sistem Peringatan Dini Antikorupsi di Tasikmalaya

    SWAKKA Dorong Sistem Peringatan Dini Antikorupsi di Tasikmalaya

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 223
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA – Langkah Sawala Wartawan dan Konten Kreator Aspiratif (SWAKKA) mendatangi Kejaksaan Negeri dan Inspektorat di Kota Tasikmalaya serta Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (5/2/2026), dinilai sebagai upaya mendorong pencegahan korupsi sejak dini. Di tengah sorotan publik terhadap tata kelola pemerintahan daerah, agenda tersebut dipandang sebagai bentuk penguatan sistem peringatan dini (early warning system) berbasis […]

  • Sudah Merdeka, Tapi Benarkah Kita Bebas? Perspektif Islam tentang Kemerdekaan

    Sudah Merdeka, Tapi Benarkah Kita Bebas? Perspektif Islam tentang Kemerdekaan

    • calendar_month Minggu, 16 Agt 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Makna kemerdekaan Indonesia dibandingkan dengan perspektif Islam tentang kebebasan, keadilan, dan penghambaan kepada Allah.

  • Korban Bencana Bantargadung Sukabumi Dapat Bantuan Sewa Rumah Rp3 Juta

    Korban Bencana Bantargadung Sukabumi Dapat Bantuan Sewa Rumah Rp3 Juta

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 217
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA SUKABUMI – Pemerintah Kabupaten Sukabumi mengambil langkah cepat untuk membantu warga terdampak Bencana Bantargadung Sukabumi dengan menyalurkan Bantuan Sewa Rumah bagi masyarakat yang tinggal di wilayah rawan pergerakan tanah. Bantuan tersebut diberikan kepada warga Kampung Cijambe, Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, yang rumahnya mengalami kerusakan akibat pergeseran tanah dalam beberapa waktu terakhir. […]

  • DLH Kota Bandung Angkut Puluhan Meter Kubik Sampah Pascamalam Tahun Baru 2026

    DLH Kota Bandung Angkut Puluhan Meter Kubik Sampah Pascamalam Tahun Baru 2026

    • calendar_month Kamis, 1 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 196
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BANDUNG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung bergerak cepat melakukan pembersihan sampah pascamalam pergantian Tahun Baru 2026. Berdasarkan keterangan resmi DLH Kota Bandung, pembersihan dilakukan secara intensif sejak malam hingga dini hari dengan menyasar kawasan pusat aktivitas masyarakat yang menjadi lokasi perayaan. Langkah ini diambil untuk memastikan kebersihan Kota Bandung tetap terjaga […]

  • Tuntutan Resmi Pedagang Pasar Cikurubuk, HIPPATAS Kirim Surat ke 9 Instansi

    Tuntutan Resmi Pedagang Pasar Cikurubuk, HIPPATAS Kirim Surat ke 9 Instansi

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Admin Wartaloka
    • visibility 213
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA – Langkah advokasi penataan Pasar Cikurubuk memasuki fase krusial. Perkumpulan Himpunan Pedagang Pasar Tasikmalaya (HIPPATAS) resmi mengirimkan surat usulan kebijakan kepada sembilan instansi strategis di Kota Tasikmalaya, Jumat (13/02/2026). Langkah ini menandai eskalasi serius dari tuntutan resmi pedagang Pasar Cikurubuk yang selama ini bergulir di ruang diskusi dan forum internal. Surat tersebut […]

expand_less