Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Berita Daerah » Viral, Petani Cineam Mengaku Diminta Tinggalkan Lahan Eks HGU, TNI Beri Respons

Viral, Petani Cineam Mengaku Diminta Tinggalkan Lahan Eks HGU, TNI Beri Respons

  • account_circle KangHasan
  • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
  • visibility 245
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA – Sebuah video yang memperlihatkan interaksi antara petani dan aparat TNI di lahan eks Hak Guna Usaha (HGU) PT Wiria Cakra, Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya, viral di media sosial.

Dalam video yang beredar, tampak sejumlah anggota TNI berada di lokasi saat petani yang tergabung dalam Serikat Petani Pasundan (SPP) tengah menggarap lahan. Salah seorang petani terlihat menyampaikan pandangannya mengenai status lahan serta hak masyarakat atas tanah yang mereka kelola.

Berita terkait:

TNI Buka Suara soal Video Viral Karangjaya Cineam, Klaim Peristiwa tersebut Hoaks

Video tersebut memicu berbagai tanggapan publik dan kembali mengangkat isu pengelolaan lahan eks HGU di wilayah Tasikmalaya.

SPP Klaim Petani Diminta Tinggalkan Lahan

Menurut keterangan yang disampaikan SPP, sekitar 30 anggota TNI dari Koramil Cineam dan Kodim 0612/Tasikmalaya mendatangi lokasi pada Kamis (18/6/2026).

SPP mengklaim kedatangan aparat tersebut berkaitan dengan rencana pemanfaatan lahan untuk kegiatan pertanian batalion.

Organisasi petani itu menyebut para petani diminta meninggalkan area yang selama ini mereka garap.

Namun demikian, hingga saat ini belum ada keterangan resmi yang menjelaskan detail tujuan kedatangan aparat maupun status hukum lahan yang menjadi objek sengketa tersebut.

Lahan Eks HGU PT Wiria Cakra Jadi Sorotan

SPP menyatakan lahan yang menjadi perbincangan memiliki luas sekitar 368 hektare dan merupakan eks HGU PT Wiria Cakra yang masa izinnya disebut telah berakhir sejak tahun 2017.

Menurut SPP, lahan tersebut selama beberapa tahun terakhir dimanfaatkan petani untuk aktivitas pertanian dan menjadi sumber penghidupan warga sekitar.

Persoalan pengelolaan lahan eks HGU sendiri kerap menjadi isu yang sensitif di berbagai daerah karena melibatkan aspek hukum, agraria, dan kepentingan masyarakat.

TNI AD Berikan Tanggapan

Menanggapi informasi yang beredar di media sosial, Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad), Donny Pramono, menyatakan pihaknya sedang melakukan penelusuran terkait peristiwa tersebut.

“Kita cek,” kata Donny saat dimintai tanggapan mengenai video yang viral.

Hingga berita ini ditulis, belum ada penjelasan lebih lanjut dari pihak TNI mengenai hasil pengecekan maupun kronologi lengkap kejadian di lokasi.

Publik Menunggu Klarifikasi Resmi

Viralnya video tersebut membuat perhatian publik tertuju pada status lahan eks HGU PT Wiria Cakra dan hubungan antara petani dengan pihak-pihak yang berkepentingan terhadap kawasan tersebut.

Masyarakat kini menantikan penjelasan resmi dari seluruh pihak terkait agar informasi yang beredar dapat dipahami secara utuh dan tidak menimbulkan kesimpangsiuran.

Sementara itu, seluruh pihak yang disebut dalam perkara ini tetap memiliki hak untuk memberikan klarifikasi sesuai asas praduga tak bersalah dan prinsip pemberitaan yang berimbang. (kh) 

  • Penulis: KangHasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cikurubuk Jangan Dibiarkan Redup

    Cikurubuk Jangan Dibiarkan Redup

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 262
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA – Fajar baru saja merekah di ufuk timur ketika denyut kehidupan mulai terasa di Pasar Cikurubuk. Kesegaran udara pagi serta hawa dingin belum sepenuhnya sirna, namun langkah para pedagang sudah terdengar menapak di lorong-lorong sempit yang sejak puluhan tahun menjadi saksi perputaran ekonomi rakyat. Di sinilah wajah asli perdagangan tradisional Kota Tasikmalaya […]

  • Persib Vs Persija Memanas! Duel Gengsi El Clasico Indonesia

    Persib Vs Persija Memanas! Duel Gengsi El Clasico Indonesia

    • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 238
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BANDUNG – Pertandingan Persib Vs Persija kembali menjadi sorotan utama publik sepak bola nasional. Duel yang kerap dijuluki El Clasico Indonesia ini tidak sekadar memperebutkan tiga poin, tetapi juga menyangkut gengsi, harga diri, dan dominasi dua klub dengan basis suporter terbesar di Tanah Air. Menjelang laga krusial tersebut, perhatian publik tertuju pada prediksi […]

  • Prediksi Persib vs Persita: GBLA Minggu 22 Februari 2026, Maung Bandung Lebih Tajam?

    Prediksi Persib vs Persita: GBLA Minggu 22 Februari 2026, Maung Bandung Lebih Tajam?

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 215
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA JABAR – Prediksi Persib vs Persita menjadi sorotan utama jelang laga pekan ke-22 Liga 1 Indonesia musim 2025/2026. Pertandingan ini akan digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Minggu (22/2/2026) pukul 20.30 WIB. Atmosfer dipastikan membara. Dua tim dengan kepentingan berbeda akan saling hantam demi poin krusial. Persib Bandung datang dengan status unggulan. […]

  • Polemik Padel Kota Tasikmalaya Temukan Titik Terang

    Polemik Padel Kota Tasikmalaya Temukan Titik Terang

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 228
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA – Polemik perizinan lapangan padel di Kota Tasikmalaya akhirnya memasuki babak penyelesaian. Setelah beberapa waktu menjadi sorotan publik dan memicu inspeksi dari DPRD, persoalan tersebut dibahas secara terbuka dalam pertemuan antara Komisi III DPRD dan para pengelola lapangan padel. Isu ini mencuat seiring pesatnya pertumbuhan olahraga padel di Kota Tasikmalaya dalam beberapa […]

  • Rajin OTT, tapi Malas Antisipasi?

    Rajin OTT, tapi Malas Antisipasi?

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 312
    • 0Komentar

    Wartaloka, OPINI – Gelombang operasi tangkap tangan (OTT) terhadap kepala daerah kembali terjadi dalam waktu yang berdekatan. Teranyar, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman dalam operasi di Jawa Tengah. Penangkapan ini menambah daftar kepala daerah yang terjerat kasus korupsi dalam beberapa bulan terakhir. Sebelumnya, KPK juga menjerat Bupati Pati Sudewo serta […]

  • Rusaknya Moral Generasi, Akibat Sistem Pendidikan Kapitalis

    Rusaknya Moral Generasi, Akibat Sistem Pendidikan Kapitalis

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 355
    • 0Komentar

    Kasus pelecehan di kampus dinilai akibat sistem pendidikan kapitalis yang mengabaikan akhlak dan agama.

expand_less