Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Dollar Tembus Rp18.000, Rakyat Butuh Solusi Bukan Sekadar Motivasi

Dollar Tembus Rp18.000, Rakyat Butuh Solusi Bukan Sekadar Motivasi

  • account_circle KangHasan
  • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
  • visibility 188
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wartaloka, OPINI – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali menjadi perhatian publik setelah menyentuh angka Rp18.000 per dolar AS. Kenaikan kurs dollar ini memunculkan kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi Indonesia, mulai dari harga kebutuhan pokok, biaya produksi, hingga daya beli masyarakat yang berpotensi semakin tertekan.

Di tengah kekhawatiran masyarakat terhadap kondisi ini, pemerintah menyatakan fundamental ekonomi Indonesia masih kuat (DetikNews, 5 Juni 2026).

Di saat yang sama, beredar pula berbagai nasihat yang mengajak masyarakat untuk tetap tenang. Salah satunya adalah pernyataan yang kurang lebih berbunyi,

“Tidak perlu khawatir, Allah akan memberikan rezeki meskipun dolar mencapai Rp18.000.”

Sebagai muslim, tentu kita meyakini bahwa Allah SWT adalah Ar-Razzaq, Dzat Yang Maha Memberi Rezeki. Tidak ada satu makhluk pun yang luput dari jaminan rezeki-Nya.

Namun, keyakinan tersebut seharusnya tidak membuat kita berhenti bertanya mengapa kondisi ekonomi terus membebani rakyat. Jangan sampai nasihat yang semestinya menguatkan justru membuat umat terbiasa menerima kesulitan tanpa berupaya mencari akar masalahnya.

Kurs Rupiah Melemah adalah Fakta

Fakta menunjukkan bahwa pelemahan rupiah bukan sekadar angka di layar monitor. Ketika nilai tukar melemah, biaya impor meningkat, harga berbagai kebutuhan berpotensi naik, termasuk bahan baku industri dan obat-obatan. Bahkan sejumlah pihak telah mengingatkan adanya potensi kenaikan harga obat sebagai dampak melemahnya rupiah (DetikNews, 6 Juni 2026).

Sayangnya, ketika kondisi seperti ini terjadi, rakyat sering kali hanya diminta bersabar, berhemat, dan menyesuaikan diri. Seolah-olah persoalannya terletak pada kemampuan rakyat untuk bertahan, bukan pada sistem yang terus melahirkan persoalan yang sama dari waktu ke waktu.

Padahal Islam tidak mengajarkan sabar yang pasif. Sabar dalam Islam bukan berarti diam melihat kerusakan, lalu menganggap semua akan selesai dengan sendirinya. Allah SWT berfirman:

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia…” (QS. Ar-Rum: 41).

Ayat ini mengajarkan bahwa ketika muncul kerusakan, manusia diperintahkan untuk menyadari penyebabnya dan memperbaikinya, bukan sekadar menerima akibatnya.

Islam juga menempatkan penguasa sebagai pengurus urusan rakyat. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Imam adalah pemelihara dan pengatur urusan rakyat dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atas rakyat yang diurusnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Karena itu, ketika rakyat menghadapi tekanan ekonomi, solusi yang dibutuhkan tidak cukup berupa motivasi agar tetap kuat dan optimis. Yang lebih dibutuhkan adalah kebijakan dan sistem yang benar-benar mampu melindungi kehidupan mereka.

Tawakal Bukan Pembiaran

Di sinilah pentingnya membedakan antara tawakal dan pembiaran. Tawakal adalah bersandar kepada Allah setelah melakukan ikhtiar terbaik. Adapun pembiaran adalah menerima kerusakan tanpa berusaha mengubahnya. Keduanya jelas berbeda.

Islam tidak hanya mengajarkan umat untuk bersabar menghadapi kesulitan, tetapi juga menghadirkan seperangkat aturan yang mengatur kehidupan secara menyeluruh.

Karena itu, ketika krisis ekonomi terus berulang, Islam tidak memandangnya sekadar sebagai persoalan teknis yang cukup diselesaikan dengan tambal sulam kebijakan. Persoalan ini berkaitan dengan sistem yang menjadi landasan pengaturan ekonomi negara.

Dampak Sistem Ekonomi Kapitalisme

Hari ini, negeri-negeri muslim, termasuk Indonesia, masih menerapkan sistem ekonomi kapitalisme yang menjadikan keuntungan sebagai orientasi utama, membuka ruang bagi praktik ribawi, serta membuat perekonomian rentan terhadap gejolak global.

Akibatnya, ketika nilai tukar dolar menguat, rakyat kembali menjadi pihak yang paling merasakan dampaknya.

Berbeda dengan kapitalisme, Islam memiliki sistem ekonomi yang bersumber dari wahyu. Islam mengharamkan riba, mewajibkan negara mengelola sumber daya alam untuk kepentingan rakyat, menjamin pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat, serta mengatur distribusi kekayaan agar tidak beredar di kalangan tertentu saja.

Dalam Islam, negara bukan sekadar regulator, melainkan pengurus yang bertanggung jawab penuh terhadap kesejahteraan rakyatnya.

Karena itu, ketika dolar menembus Rp18.000, umat tidak cukup diajak untuk tetap tenang dan bersabar. Umat juga perlu diajak melihat akar persoalan yang sesungguhnya.

Sebab kesulitan yang terus berulang tidak akan selesai hanya dengan motivasi, sementara sistem yang melahirkannya tetap dipertahankan.

Penerapan Islam dalam Aspek Kehidupan

Allah SWT memang menjamin rezeki setiap hamba-Nya. Namun Allah juga menurunkan syariat sebagai pedoman mengatur kehidupan.

Di tengah meningkatnya perhatian masyarakat terhadap kurs dollar hari ini dan melemahnya nilai tukar rupiah, pertanyaan yang terus muncul adalah apakah persoalan ekonomi yang berulang ini hanya akan dihadapi dengan imbauan untuk bersabar, ataukah akan disertai solusi yang mampu menyentuh akar masalahnya.

Maka solusi hakiki bukan hanya menguatkan mental rakyat agar mampu bertahan dalam kesulitan, melainkan menghadirkan penerapan Islam secara kaffah dalam seluruh aspek kehidupan, termasuk dalam pengelolaan ekonomi dan urusan rakyat.

Dengan itulah kesabaran tidak berubah menjadi kepasrahan, tetapi menjadi energi untuk memperjuangkan perubahan yang diridhai Allah SWT. (vs/kh) 

Penulis: Vera Selpia – Parongpong KBB

Pendidik

 

  • Penulis: KangHasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Korban Bencana Bantargadung Sukabumi Dapat Bantuan Sewa Rumah Rp3 Juta

    Korban Bencana Bantargadung Sukabumi Dapat Bantuan Sewa Rumah Rp3 Juta

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA SUKABUMI – Pemerintah Kabupaten Sukabumi mengambil langkah cepat untuk membantu warga terdampak Bencana Bantargadung Sukabumi dengan menyalurkan Bantuan Sewa Rumah bagi masyarakat yang tinggal di wilayah rawan pergerakan tanah. Bantuan tersebut diberikan kepada warga Kampung Cijambe, Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, yang rumahnya mengalami kerusakan akibat pergeseran tanah dalam beberapa waktu terakhir. […]

  • Apresiasi Atlet Disabilitas Tasikmalaya Perkuat Solidaritas Sosial

    Apresiasi Atlet Disabilitas Tasikmalaya Perkuat Solidaritas Sosial

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Apresiasi atlet disabilitas Tasikmalaya memperkuat solidaritas sosial dan menghapus stigma di masyarakat.

  • Polres Tasikmalaya Kota menangkap pelaku prostitusi online

    Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota Ungkap Dugaan Prostitusi Online

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle KangHasan
    • visibility 81
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA – Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tasikmalaya Kota berhasil mengungkap dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang beroperasi di sejumlah hotel di wilayah Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan tujuh orang tersangka yang diduga berperan sebagai mucikari dalam praktik prostitusi online. Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP M. Faruk Rozi, […]

  • Walikota Bandung mengaskan pelarangan menyalakan kembang api di Tahun Baru 2026

    Evaluasi 1 Tahun Kepemimpinan M Farhan: Kota Bandung di Persimpangan Arah

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BANDUNG – Memasuki era 1 tahun kepemimpinan M Farhan sebagai Walikota Bandung, publik mulai menakar capaian dan arah pembangunan Kota Bandung. Harapan masyarakat terhadap kepemimpinan definitif memang cukup besar. Sejak 14 April 2023, Kota Bandung sempat dipimpin penjabat wali kota, sebelum akhirnya Muhammad Farhan resmi dilantik pada 10 Februari 2025 sebagai Wali Kota […]

  • Memaknai Hari Pendidikan Nasional di Era Modern

    Memaknai Hari Pendidikan Nasional di Era Modern

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 88
    • 0Komentar

    Hari Pendidikan Nasional mengingatkan generasi muda memanfaatkan akses pendidikan modern demi masa depan bangsa.

  • Pemerintah Siapkan Skema Pendanaan Non-APBN untuk Program MBG di Wilayah 3T

    Pemerintah Siapkan Skema Pendanaan Non-APBN untuk Program MBG di Wilayah 3T

    • calendar_month 21 jam yang lalu
    • account_circle KangHasan
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Pemerintah menyiapkan skema pendanaan non-APBN untuk Program Makan Bergizi Gratis di wilayah 3T melalui investor, CSR BUMN dan swasta, serta peluang hibah luar negeri.

expand_less