Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Serapan APBD Tertinggi Nasional, Dedi Mulyadi Dorong Pembangunan Jawa Barat Lebih Terasa

Serapan APBD Tertinggi Nasional, Dedi Mulyadi Dorong Pembangunan Jawa Barat Lebih Terasa

  • account_circle KangHasan
  • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
  • visibility 214
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wartaloka, BERITA JABAR“Pamaréntah kudu bisa dipeunteun ku rahayat, lain ukur ku angka tapi ku mangpaatna.”
Pepatah Sunda itu mengandung pesan kuat: pembangunan harus terus didorong, namun tetap diawasi agar benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat. Semangat inilah yang mengiringi capaian Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam pengelolaan anggaran tahun 2025.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat mencatatkan kinerja tertinggi secara nasional dalam realisasi belanja APBD 2025. Hingga 2 Januari 2026, serapan belanja Pemprov Jabar mencapai 93,40 persen, melampaui rata-rata nasional yang berada di kisaran 84,47 persen. Capaian ini menempatkan Jawa Barat sebagai provinsi dengan realisasi belanja paling agresif hingga akhir tahun anggaran.

Serapan Tinggi, Anggaran Bergerak Cepat

Tak hanya dari sisi belanja, realisasi pendapatan daerah Jawa Barat juga tergolong tinggi. Hingga akhir tahun 2025, pendapatan daerah tercatat mencapai 94,37 persen. Angka ini menunjukkan perputaran anggaran berjalan aktif dan tidak menumpuk di akhir tahun.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menilai tingginya serapan anggaran mencerminkan bahwa APBD benar-benar digunakan untuk membiayai program prioritas dan agenda pembangunan Jawa Barat.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang sudah bekerja dengan baik dan mengikuti irama pembangunan kinerja saya yang cepat, tepat, dan bermanfaat,” ujar Dedi, Senin (5/1/2026).

Menurutnya, percepatan belanja menjadi penting agar program pembangunan tidak tertahan secara administratif dan bisa segera dirasakan dampaknya oleh masyarakat.

Cepat, Tepat, dan Berdampak

Dedi menegaskan bahwa tingginya serapan APBD bukan berarti pelaksanaan anggaran dilakukan secara serampangan. Ia menekankan prinsip ketepatan sasaran dan hasil nyata sebagai fondasi utama pengelolaan keuangan daerah.

“Tepat dalam alokasi, cepat dalam pelaksanaan, dan bermanfaat dalam hasil pembangunannya,” kata Dedi.

Ia menyebut, pembangunan infrastruktur, layanan publik, hingga program sosial harus berjalan seiring dengan kecepatan belanja. Serta tak kalah pentingnya, masyarakat tidak hanya melihat angka serapan anggaran, tetapi juga merasakan langsung hasilnya dalam kehidupan sehari-hari.

Silpa Kecil, Tapi Bukan Satu-satunya Ukuran

Selain serapan belanja, Dedi juga menyoroti Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) Jawa Barat 2025 yang tercatat sangat kecil dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Jika biasanya Silpa Jawa Barat berada di kisaran Rp1,8 triliun, pada 2025 jumlahnya hanya sekitar Rp500 ribu.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa kecilnya Silpa tidak boleh dijadikan satu-satunya tolok ukur keberhasilan pengelolaan keuangan daerah. Menurutnya, indikator utama tetap terletak pada kualitas dan hasil pembangunan.

“Bukan soal Silpa kecil atau besar, tapi bisa dilihat dari hasil pembangunan saat ini,” ujarnya.

Capaian serapan APBD tertinggi secara nasional menjadi modal penting bagi Jawa Barat. Namun sejalan dengan pepatah Sunda tadi, dorongan dan pengawasan publik tetap dibutuhkan agar pembangunan Jawa Barat tidak hanya cepat di atas kertas, tetapi juga adil, merata, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat. (KH)

  • Penulis: KangHasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Doa Lintas Agama Bandung Sambut 2026 Penuh Harapan Damai

    Doa Lintas Agama Bandung Sambut 2026 Penuh Harapan Damai

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle KangHasan
    • visibility 210
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung menggelar doa bersama lintas agama sebagai bagian dari refleksi akhir tahun menjelang pergantian menuju Tahun Baru 2026. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, tokoh lintas agama, serta para pemuka agama di Kota Bandung, sebagai simbol persatuan dan harmoni di tengah keberagaman. Doa bersama tersebut menjadi momentum spiritual […]

  • Korban Bencana Bantargadung Sukabumi Dapat Bantuan Sewa Rumah Rp3 Juta

    Korban Bencana Bantargadung Sukabumi Dapat Bantuan Sewa Rumah Rp3 Juta

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 220
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA SUKABUMI – Pemerintah Kabupaten Sukabumi mengambil langkah cepat untuk membantu warga terdampak Bencana Bantargadung Sukabumi dengan menyalurkan Bantuan Sewa Rumah bagi masyarakat yang tinggal di wilayah rawan pergerakan tanah. Bantuan tersebut diberikan kepada warga Kampung Cijambe, Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, yang rumahnya mengalami kerusakan akibat pergeseran tanah dalam beberapa waktu terakhir. […]

  • Persib vs PSIM: Bojan Hodak Waspadai Soliditas PSIM

    Persib vs PSIM: Bojan Hodak Waspadai Soliditas PSIM

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 248
    • 0Komentar

    Persib vs PSIM, Bojan Hodak waspadai kekuatan PSIM. Maung Bandung wajib menang demi puncak klasemen.

  • Agus Dwi Anggara Ditangkap KPK, Nama Pejabat BPK RI Ikut Jadi Sorotan dalam Kasus Muara Enim

    Agus Dwi Anggara Ditangkap KPK, Nama Pejabat BPK RI Ikut Jadi Sorotan dalam Kasus Muara Enim

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 322
    • 0Komentar

    Penangkapan Agus Dwi Anggara oleh KPK memunculkan perhatian publik terhadap kasus suap Muara Enim. Nama Pejabat BPK RI turut menjadi sorotan

  • Sudah Melapor Sejak Januari, Yani Rahmawati Baru Didengar Setelah Videonya Viral

    Sudah Melapor Sejak Januari, Yani Rahmawati Baru Didengar Setelah Videonya Viral

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 340
    • 0Komentar

    Sudah melapor sejak Januari 2026, Yani Rahmawati baru menjadi perhatian publik setelah video dugaan penganiayaan viral di media sosial.

  • Idul Fitri 1447 Hijriah: Kemenangan Sejati Bukan Soal Kemewahan

    Idul Fitri 1447 Hijriah: Kemenangan Sejati Bukan Soal Kemewahan

    • calendar_month Sabtu, 21 Mar 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 227
    • 0Komentar

    Wartaloka, OPINI – Selamat merayakan Idul Fitri 1447 Hijriah. Setelah sebulan penuh menjalani tempaan spiritual di bulan Ramadan, umat Muslim akhirnya tiba pada sebuah titik yang disebut sebagai kemenangan. Namun, kemenangan ini bukan sekadar perayaan seremonial atau tradisi tahunan. Lebih dari itu, Idul Fitri adalah refleksi dari perjalanan batin yang sarat makna. Ramadan telah mengajarkan […]

expand_less