Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Harga Kedelai Impor Naik, Perajin Tempe Kian Terhimpit

Harga Kedelai Impor Naik, Perajin Tempe Kian Terhimpit

  • account_circle KangHasan
  • calendar_month 11 jam yang lalu
  • visibility 21
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wartaloka, OPINI – Kenaikan harga kedelai impor kembali menjadi pukulan berat bagi para perajin tempe di berbagai daerah. Di tengah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, biaya produksi terus meningkat sementara daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih. Kondisi ini membuat banyak pelaku usaha kecil harus memutar otak agar tetap bertahan tanpa kehilangan pelanggan.

Salah satu pedagang di Pasar Rumput, Jakarta Selatan, mengungkapkan bahwa para pengrajin tempe kini memilih mengurangi ukuran produk dibandingkan menaikkan harga secara signifikan. Langkah tersebut dilakukan agar tempe dan tahu tetap terjangkau bagi masyarakat.

“Kalau harga kedelai naik, biasanya ukuran tempe dikurangi. Harga masih bisa dipertahankan supaya pembeli tidak keberatan,” ujarnya saat ditemui Kumparan, Sabtu (23/5/2026).

Fenomena ini menunjukkan bagaimana kenaikan harga kedelai impor berdampak langsung pada masyarakat. Tempe yang selama ini dikenal sebagai makanan rakyat dan sumber protein murah kini ikut terdampak gejolak ekonomi global.

Harga Kedelai Impor Naik, Harga Tempe Terancam Melambung

Tempe dan tahu merupakan sumber protein nabati yang menjadi pilihan utama banyak keluarga Indonesia. Selain mudah diperoleh, harganya selama ini relatif lebih terjangkau dibandingkan sumber protein hewani seperti daging, ayam, maupun ikan.

Namun ketika harga kedelai impor naik, biaya produksi otomatis meningkat. Akibatnya, para perajin menghadapi dilema besar. Jika harga dinaikkan, mereka khawatir kehilangan pelanggan. Sebaliknya, jika harga dipertahankan, keuntungan mereka semakin menipis.

Dalam beberapa waktu terakhir, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bahkan sempat menyentuh kisaran Rp17.700 per dolar. Kondisi tersebut membuat harga bahan baku impor semakin mahal dan memberikan tekanan besar terhadap industri tahu-tempe nasional.

Selain harga kedelai yang meningkat, para pengrajin juga harus menghadapi kenaikan biaya kemasan dan berbagai kebutuhan produksi lainnya. Banyak pelaku usaha akhirnya mengurangi jumlah produksi, memperkecil ukuran tempe, atau menekan margin keuntungan agar usaha tetap berjalan.

Ketergantungan Impor dan Rapuhnya Ketahanan Pangan Indonesia

Persoalan ini tidak hanya berkaitan dengan naik turunnya harga bahan baku. Di baliknya terdapat persoalan yang lebih besar, yaitu ketergantungan Indonesia terhadap kedelai impor.

Selama bertahun-tahun, sebagian besar kebutuhan kedelai nasional dipenuhi dari luar negeri, terutama Amerika Serikat. Akibatnya, ketika nilai tukar rupiah melemah atau terjadi gangguan pasokan global, industri tahu dan tempe nasional langsung merasakan dampaknya.

Padahal pada masa lalu Indonesia pernah memiliki produksi kedelai lokal yang cukup signifikan. Namun derasnya arus impor membuat daya saing petani kedelai lokal semakin melemah. Banyak lahan pertanian beralih fungsi dan ketergantungan terhadap impor terus meningkat.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa ketahanan pangan Indonesia masih menghadapi tantangan besar. Ketika pasokan bahan baku strategis bergantung pada negara lain, masyarakat menjadi rentan terhadap gejolak ekonomi internasional.

Sistem Kapitalisme dan Dampaknya terhadap Pangan Rakyat

Menurut pandangan penulis, kondisi yang terjadi saat ini merupakan konsekuensi dari sistem ekonomi kapitalisme yang menempatkan keuntungan sebagai orientasi utama.

Dalam sistem tersebut, efisiensi dan keuntungan ekonomi sering kali menjadi prioritas, sementara perlindungan terhadap produsen kecil dan ketahanan pangan jangka panjang kurang mendapatkan perhatian yang memadai.

Akibatnya, ketika terjadi gejolak nilai tukar atau kenaikan harga komoditas global, kelompok masyarakat kecil menjadi pihak yang pertama merasakan dampaknya. Para perajin tempe harus menanggung kenaikan biaya produksi, sementara konsumen menghadapi kenaikan harga pangan.

Selanjutnya –> Solusi menurut Islam

  • Penulis: KangHasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Demo di Tasikmalaya, Kinerja Pemerintah Kota Jadi Sorotan Publik

    Demo di Tasikmalaya, Kinerja Pemerintah Kota Jadi Sorotan Publik

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA – Aksi demo di Tasikmalaya kembali terjadi di depan Bale Kota Tasikmalaya, Senin (9/2/2026). Sejumlah elemen masyarakat yang tergabung dalam aliansi organisasi kemasyarakatan menggelar unjuk rasa sebagai bentuk evaluasi terhadap kinerja Pemerintah Kota Tasikmalaya yang dinilai belum menghadirkan perubahan signifikan bagi masyarakat. Massa aksi membawa spanduk berisi tuntutan serta menyuarakan kritik terhadap […]

  • Aktivitas Tambang Bukit Cikuya Picu Longsor, DLH Kabupaten Bandung Belum Beri Respons

    Aktivitas Tambang Bukit Cikuya Picu Longsor, DLH Kabupaten Bandung Belum Beri Respons

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Wartaloka, Berita Bandung – Aktivitas tambang di kawasan Bukit Cikuya, Desa Lagadar, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, kembali menjadi sorotan. Meski disebut berada jauh dari permukiman, dampak lingkungan dan kerusakan infrastruktur akibat aktivitas tambang Bukit Cikuya diakui telah terjadi dan dipantau oleh pemerintah kecamatan. Namun hingga kini, respons dari instansi teknis terkait dinilai belum jelas. Camat […]

  • idul-adha-1447-h-makna-pesan-untuk-indonesia+wartaloka

    Redaksi Wartaloka: Selamat Hari Raya Idul Adha untuk Indonesia

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Idul Adha 1447 H jadi momentum refleksi bangsa. Simak pesan penuh makna dari Redaksi Wartaloka untuk Indonesia.

  • Dedi Mulyadi Siapkan Bonus Rp1 Miliar untuk Persib Bandung, Diserahkan 3 Juni

    Dedi Mulyadi Siapkan Bonus Rp1 Miliar untuk Persib Bandung, Diserahkan 3 Juni

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Bonus Rp1 miliar dari Dedi Mulyadi untuk Persib Bandung usai juara Super League 2025/2026 akan diserahkan 3 Juni.

  • Persib Vs Persija di GBLA Polda Jabar siapkan Pengamanan Khusus.

    Persib Vs Persija di GBLA Polda Jabar siapkan Pengamanan Khusus.

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BANDUNG – Polda Jawa Barat mengambil alih langsung komando pengamanan laga Persib Vs Persija yang akan digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (11/1/2026). Langkah ini ditempuh untuk memastikan duel bertajuk El Clasico Indonesia tersebut berjalan aman dan kondusif tanpa gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi […]

  • Pamipiran Ciamis, Surga Leuwi Jernih di Kaki Gunung Sawal

    Pamipiran Ciamis, Surga Leuwi Jernih di Kaki Gunung Sawal

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA CIAMIS – Pesona wisata alam Kabupaten Ciamis seolah tidak pernah ada habisnya. Dari curug hingga hutan pinus, selalu muncul destinasi baru yang langsung mencuri perhatian para pelancong. Setelah Curug 7 Panjalu, Pinus Darmacaang, dan Cadas Ngampar lebih dulu populer, kini giliran Pamipiran Ciamis yang naik daun dan ramai dibicarakan di media sosial. Pamipiran, […]

expand_less