Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Mogok Kerja Petugas Perparah Kondisi Krisis Sampah Tasikmalaya

Mogok Kerja Petugas Perparah Kondisi Krisis Sampah Tasikmalaya

  • account_circle KangHasan
  • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
  • visibility 169
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA – Persoalan sampah Tasikmalaya 2026 kembali menjadi perhatian serius. Sistem pengelolaan yang belum optimal kini diperparah oleh aksi mogok kerja sekitar 120 tenaga kebersihan, yang berdampak langsung pada penumpukan sampah di sejumlah sudut Kota Tasikmalaya.

Pengelolaan Sampah Tasikmalaya Masih Konvensional

Hingga saat ini, pengelolaan sampah Tasikmalaya masih bertumpu pada pola lama, yakni kumpul–angkut–buang. Pendekatan ini dinilai belum efektif karena belum menyentuh akar masalah dari hulu, yaitu pemilahan sampah sejak dari rumah tangga.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sebenarnya telah mendorong perubahan sistem, namun implementasi di lapangan masih menghadapi berbagai kendala. Mulai dari minimnya kesadaran masyarakat, keterbatasan armada, hingga kurangnya fasilitas pendukung.

Akibatnya, krisis sampah kota Tasik menjadi persoalan yang terus berulang setiap tahun.

Volume Sampah Terus Meningkat

Permasalahan semakin kompleks karena volume sampah terus meningkat, terutama saat momen tertentu seperti Ramadan dan Lebaran. Kenaikan ini bisa mencapai dua digit persentase, sehingga membebani sistem yang sudah terbatas.

Dalam kondisi normal saja, petugas harus bekerja ekstra dengan sistem lembur. Ketika terjadi gangguan, dampaknya langsung terasa di lapangan.

120 Petugas Mogok Kerja, Ini Penyebabnya

Situasi memanas ketika terjadi mogok kerja petugas kebersihan yang melibatkan sekitar 120 orang. Aksi ini dipicu oleh persoalan klasik yang belum terselesaikan, yaitu keterlambatan pembayaran gaji.

Beberapa petugas mengeluhkan bahwa upah yang seharusnya diterima tepat waktu justru mengalami penundaan. Selain itu, beban kerja yang tinggi tanpa diimbangi kesejahteraan yang memadai turut menjadi pemicu kekecewaan.

Isu gaji petugas kebersihan telat ini akhirnya memicu aksi kolektif yang berdampak langsung pada operasional di lapangan.

Dampak: Penumpukan Sampah di Sejumlah Titik

Akibat mogok kerja tersebut, penumpukan sampah Tasikmalaya tak terhindarkan. Sejumlah Tempat Penampungan Sementara (TPS) dilaporkan penuh, bahkan meluber ke badan jalan.

Kondisi ini menimbulkan bau tak sedap, mengganggu aktivitas warga, serta berpotensi menimbulkan masalah kesehatan dan pencemaran lingkungan.

Ketergantungan tinggi terhadap tenaga manual membuat sistem pengelolaan sampah menjadi sangat rentan terhadap gangguan.

Perlu Pembenahan Sistem dan Kesejahteraan Petugas

Masalah sampah Tasikmalaya 2026 tidak bisa diselesaikan secara parsial. Diperlukan pembenahan menyeluruh dari hulu hingga hilir.

Beberapa langkah yang dinilai mendesak antara lain:

perbaikan sistem pengelolaan berbasis pemilahan dari sumber

  • peningkatan sarana dan armada pengangkut
  • kepastian pembayaran upah tenaga kebersihan
  • edukasi masyarakat terkait pengurangan sampah

Tanpa langkah konkret, potensi krisis yang lebih besar akan terus membayangi.

Krisis sampah Tasikmalaya 2026 menjadi gambaran nyata bahwa persoalan lingkungan tidak bisa dianggap sepele. Mogok kerja 120 petugas kebersihan akibat persoalan kesejahteraan menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah.

Jika tidak segera dibenahi, pengelolaan sampah Tasikmalaya berisiko semakin memburuk dan berdampak luas bagi masyarakat. (kh) 

  • Penulis: KangHasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kemandirian Warga di Cisolok: Saat Penyintas Bergerak Tanpa Menunggu Negara

    Kemandirian Warga di Cisolok: Saat Penyintas Bergerak Tanpa Menunggu Negara

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA SUKABUMI – Kemandirian warga di Dusun Citiis, Desa Gunung Karamat, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, pada akhirnya menjadi cermin reflektif bagi para pemangku kebijakan. Bukan sekadar tentang absennya bantuan, tetapi tentang kecepatan respons dan keberpihakan nyata terhadap masyarakat terdampak bencana. Di bawah terik matahari cucuran keringat warga, suara cangkul dan sekop beradu dengan tanah […]

  • badan promosi mati suri (1)

    Gara-Gara Jalan Berlubang, Anggota DPRD Sumedang Dihujani Kritik di Facebook

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • account_circle Admin Wartaloka
    • visibility 140
    • 0Komentar

    wartaloka.com, BERITA SUMEDANG. Jagat media sosial Sumedang kembali diramaikan oleh keluhan warga soal infrastruktur. Kali ini, sorotan publik tertuju pada seorang anggota DPRD Sumedang setelah sebuah unggahan mengenai jalan rusak menjadi buah bibir sejak Sabtu (15/11/2025) malam. Pemilik akun Al Ghifari mengunggah foto kondisi jalan yang tampak rusak parah: lubang besar di tengah badan jalan, […]

  • Aktivitas Tambang Bukit Cikuya Picu Longsor, DLH Kabupaten Bandung Belum Beri Respons

    Aktivitas Tambang Bukit Cikuya Picu Longsor, DLH Kabupaten Bandung Belum Beri Respons

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Wartaloka, Berita Bandung – Aktivitas tambang di kawasan Bukit Cikuya, Desa Lagadar, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, kembali menjadi sorotan. Meski disebut berada jauh dari permukiman, dampak lingkungan dan kerusakan infrastruktur akibat aktivitas tambang Bukit Cikuya diakui telah terjadi dan dipantau oleh pemerintah kecamatan. Namun hingga kini, respons dari instansi teknis terkait dinilai belum jelas. Camat […]

  • 520 Keluarga Nikmati Akses Listrik Gratis dari Star Energy di Sukabumi–Bogor

    520 Keluarga Nikmati Akses Listrik Gratis dari Star Energy di Sukabumi–Bogor

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 189
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA SUKABUMI – Komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan kembali ditegaskan oleh Star Energy Geothermal (SEG) melalui operasional PLTP Salak. Sebanyak 520 kepala keluarga (KK) di Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Bogor kini merasakan manfaat akses listrik gratis melalui Program Elektrifikasi Berbasis Komunitas yang dijalankan secara bertahap sejak 2018. Program ini menyasar masyarakat prasejahtera yang sebelumnya belum […]

  • Raffi Ahmad Bantah Isu Impor Ribuan iPhone Ilegal di Hadapan Dedi Mulyadi: “Itu 100 Persen Hoaks”

    Raffi Ahmad Bantah Isu Impor Ribuan iPhone Ilegal di Hadapan Dedi Mulyadi: “Itu 100 Persen Hoaks”

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Raffi Ahmad membantah tuduhan impor ribuan iPhone dan laptop ilegal. Klarifikasi disampaikan di hadapan Dedi Mulyadi.

  • Longsor Terjang Cisarua KBB, Puluhan Rumah Hancur dan Warga Masih Tertimbun

    Longsor Terjang Cisarua KBB, Puluhan Rumah Hancur dan Warga Masih Tertimbun

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Wartaloka, Berita Bandung Barat – Bencana longsor di Cisarua Bandung Barat mengguncang kawasan permukiman warga di Kampung Babakan, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, Sabtu (24/1/2026) dini hari. Longsor yang disertai aliran air deras tersebut menerjang permukiman saat sebagian besar warga masih terlelap, informasi sementara yang berhasil dihimpun redaksi saat ini […]

expand_less