Warga Garut Butuh Pertolongan, Orang Tua Rekam Pesan untuk Gubernur Jawa Barat
- account_circle KangHasan
- calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
- visibility 11
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Wartaloka, Berita Garut – Sebuah video berdurasi singkat merekam suara lirih seorang ayah yang meminta pertolongan kepada Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi. Video itu kini menyentuh banyak hati, karena di balik rekaman sederhana tersebut tersimpan kisah panjang perjuangan sebuah keluarga kecil di Kabupaten Garut.
Pasangan suami istri itu adalah Pirmansyah dan Isoh Nurjanah, warga RW 10 Kampung Dandeur, Desa Jatiwangi, Kecamatan Pakenjeng. Dalam video tersebut, Pirmansyah menjelaskan kondisi anak mereka yang mengalami gangguan kejiwaan dan belum menunjukkan perkembangan meski telah menjalani berbagai pengobatan.
Hidup yang Semakin Berat
Bagi keluarga ini, penyakit sang anak bukan hanya persoalan medis, tetapi juga persoalan ekonomi dan mental. Pirmansyah sehari-hari bekerja sebagai pasapon atau tenaga kebersihan di SMA 23 Pakenjeng. Penghasilan yang terbatas membuat mereka harus berjuang keras memenuhi kebutuhan sehari-hari, terlebih ketika perhatian harus tercurah penuh untuk sang anak.
“Ikhtiar sudah kami lakukan, tapi kondisi anak belum juga membaik,” ujar Pirmansyah dalam video tersebut dengan suara bergetar.
Video Dikirim oleh Tetangga
Menariknya, video tersebut bukan dibuat untuk viral. Rekaman itu dibuat oleh seorang tetangga yang menyaksikan langsung perjuangan keluarga tersebut dari hari ke hari (berita disadur dari lintas priangan). Sang tetangga juga mengirimkan video kedua yang memperlihatkan kondisi sang anak, seorang remaja perempuan dengan tatapan kosong dan perilaku yang membutuhkan penanganan khusus.
Fakta ini memperkuat bahwa kisah warga garut butuh pertolongan bukanlah cerita fiktif atau dilebih-lebihkan.
Harapan pada Kepedulian Negara
Dalam video tersebut, Pirmansyah tidak menuntut, tidak pula menyalahkan siapa pun. Ia hanya berharap negara hadir membantu warganya yang sudah kehabisan daya. Nama Kang Dedi Mulyadi disebut sebagai simbol harapan, karena rekam jejak kepeduliannya terhadap warga kecil.
Berita ini menjadi pengingat bahwa di sudut-sudut Garut, masih ada keluarga yang bertahan dalam diam, menunggu satu pintu pertolongan terbuka. (KH)
- Penulis: KangHasan
