Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Gangguan Jiwa di Ciamis Meningkat, RSUD Kawali Simpulkan Faktor Penyebabnya.

Gangguan Jiwa di Ciamis Meningkat, RSUD Kawali Simpulkan Faktor Penyebabnya.

  • account_circle KangHasan
  • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
  • visibility 249
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wartaloka, BERITA CIAMIS“Hirup kudu loba syukur jeung ulah luhur teuing hate, sabab hirup mah sok aya waktuna naék jeung turun.”
Pepatah Sunda itu mengingatkan bahwa rasa syukur dan sikap tawadlu kerap menjadi penyangga batin saat hidup berada dalam tekanan. Namun realitas di lapangan menunjukkan, tidak semua orang mampu bertahan ketika beban ekonomi dan persoalan rumah tangga datang bersamaan.

Itulah gambaran yang kini tercermin dari data gangguan jiwa di Ciamis. Sepanjang tahun 2025, RSUD Kawali mencatat peningkatan signifikan jumlah pasien dengan gangguan kejiwaan. Tekanan ekonomi dan konflik dalam rumah tangga disebut sebagai faktor pemicu utama tren tersebut.

148 Pasien Sepanjang 2025, Mayoritas Usia Produktif

Direktur RSUD Kawali, Evie Tiyanti, mengungkapkan bahwa selama 2025 pihaknya telah melayani 148 pasien gangguan jiwa. Mayoritas pasien berjenis kelamin laki-laki dan berada pada rentang usia produktif, yakni 20 hingga 40 tahun.

“Jika dilihat dari tren bulanan, banyak pasien datang dengan diagnosis skizofrenia. Gejalanya meliputi halusinasi, perubahan perilaku, pikiran kacau, serta emosi yang tidak stabil. Faktor pemicu utamanya masih didominasi masalah ekonomi dan rumah tangga,” ujar Evie, Senin (5/1/2026).

Menurutnya, tekanan hidup yang datang bertubi-tubi sering kali membuat seseorang kehilangan kemampuan mengelola stres, hingga akhirnya berdampak pada kesehatan mental.

Kapasitas Terbatas, Layani Pasien dari Luar Daerah

Evie menjelaskan, RSUD Kawali tidak hanya melayani warga Kabupaten Ciamis, tetapi juga menerima pasien rujukan dari luar daerah. Seluruh layanan kesehatan jiwa di rumah sakit ini dapat diakses oleh pasien pengguna BPJS Kesehatan.

“Saat ini kami memiliki delapan tempat tidur untuk pasien gangguan jiwa, terdiri dari empat ruang akut dan empat ruang tenang,” jelasnya.

Dengan keterbatasan kapasitas tersebut, rumah sakit harus melakukan penyesuaian layanan, terutama ketika jumlah pasien meningkat dalam waktu bersamaan. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi fasilitas kesehatan daerah dalam merespons meningkatnya kasus gangguan jiwa di Ciamis.

Judi Online Bukan Faktor Dominan

Menanggapi isu maraknya gangguan jiwa akibat kecanduan judi online, Evie menegaskan bahwa faktor tersebut memang ada, namun tidak dominan. Berdasarkan data sepanjang 2025, hanya satu pasien yang tercatat memiliki dugaan gangguan jiwa akibat judi online.

“Mayoritas kasus tetap dipicu oleh tekanan ekonomi dan persoalan keluarga. Judi online bukan faktor utama di sini,” tegasnya.

Terkait penanganan medis, Evie menyebutkan bahwa metode dan durasi perawatan sangat bergantung pada tingkat keparahan kondisi pasien. Sebagian cukup menjalani rawat jalan, sementara pasien dengan kondisi berat memerlukan perawatan intensif melalui rawat inap.

“Penanganan sangat bervariasi, tergantung kondisi pasien saat pertama kali datang,” pungkasnya.

Meningkatnya pasien gangguan jiwa di Ciamis dan sekitarnya, khususnya pasien di RSUD Kawali ini dapat menjadi sinyal penting bahwa persoalan ekonomi dan ketahanan keluarga tidak bisa dipandang sebelah mata. Di sinilah nilai syukur, kerendahan hati, dan saling menguatkan dalam keluarga kembali menemukan relevansinya di tengah tekanan hidup yang kian kompleks. (KH)

  • Penulis: KangHasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mogok Kerja Petugas Perparah Kondisi Krisis Sampah Tasikmalaya

    Mogok Kerja Petugas Perparah Kondisi Krisis Sampah Tasikmalaya

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 243
    • 0Komentar

    Krisis sampah Tasikmalaya 2026 memuncak usai 120 petugas mogok kerja akibat gaji telat, picu penumpukan sampah.

  • Natural Tanpa Ordal: Seruan Moral Menjaga Marwah Perguruan Tinggi

    Natural Tanpa Ordal: Seruan Moral Menjaga Marwah Perguruan Tinggi

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Natural Tanpa Ordal, sebuah ajakan dan seruan moral untuk menjaga dan membangkitkan kepercayaan publik akan integritas akademik.

  • 5 Rekomendasi Tempat Wisata Untuk Tahun Baru di Bandung

    5 Rekomendasi Tempat Wisata Untuk Tahun Baru di Bandung

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle KangHasan
    • visibility 205
    • 0Komentar

    Wartaloka. Berita Bandung, Berbagai kemeriahan dalam menyambut pergantian tahun sudah mulai terasa di berbagai daerah di Indonesia, salah satunya di Kota Bandung. Setiap menjelang akhir tahun, Kota Kembang selalu menjadi magnet bagi wisatawan dari berbagai wilayah yang ingin menikmati suasana liburan sekaligus merayakan malam pergantian tahun. Beragam hiburan menarik tersedia, mulai dari wisata kuliner khas […]

  • Banjar dan Ciamis Berani, Tasikmalaya Kapan?

    Banjar dan Ciamis Berani, Tasikmalaya Kapan?

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 221
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA – Langkah Kota Banjar dan Kabupaten Ciamis memang tidak disertai seremoni besar atau narasi pencitraan. Namun justru karena itulah kebijakan tersebut terasa kuat. Di tengah tekanan fiskal yang makin nyata, dua daerah ini mengambil langkah yang jarang dilakukan: memangkas langsung tunjangan DPRD. Kebijakan ini pun memantik sorotan publik, termasuk terhadap tunjangan anggota […]

  • pekerja-sektor-informal-makin-banyak-negara-lemah-ciptakan-lapangan-kerja-opini wartaloka

    Pekerja Informal, UMKM, dan GIG Makin Banyak, Negara Lemah Ciptakan Lapangan Kerja?

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 290
    • 0Komentar

    Meningkatnya pekerja sektor informal, dinilai menjadi tanda lemahnya negara dalam menyediakan lapangan kerja layak. Simak analisis dan solusi perspektif Islam.

  • Peristiwa Kriminal di Sukabumi: Pria 29 Tahun Tewas Ditusuk

    Peristiwa Kriminal di Sukabumi: Pria 29 Tahun Tewas Ditusuk

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 217
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA SUKABUMI – Peristiwa kriminal di Sukabumi kembali menggemparkan warga. Seorang pria berinisial RR (29) meninggal dunia setelah mengalami luka tusuk serius usai terlibat pertikaian di sebuah lapak jamu yang diduga menjual minuman keras oplosan. Kejadian tragis tersebut berlangsung pada Senin malam (23/3/2026) sekitar pukul 22.00 WIB di kawasan Kampung Sudajaya Hilir, Kelurahan Jayaraksa, […]

expand_less