Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Pekerja Informal, UMKM, dan GIG Makin Banyak, Negara Lemah Ciptakan Lapangan Kerja?

Pekerja Informal, UMKM, dan GIG Makin Banyak, Negara Lemah Ciptakan Lapangan Kerja?

  • account_circle KangHasan
  • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
  • visibility 211
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wartaloka, OPINIFenomena meningkatnya pekerja informal, pelaku UMKM, hingga pekerja GIG seperti driver ojol, freelancer, dan kurir online saat ini sering dipuji sebagai tanda “ekonomi kreatif berkembang”. Padahal di balik itu, ada fakta pahit: negara semakin lemah menyediakan lapangan kerja yang layak dan stabil bagi rakyatnya.

Presiden Prabowo sendiri sampai mengumumkan pembentukan Satgas Mitigasi PHK dan Kesejahteraan Buruh karena ancaman PHK dan ketidakpastian kerja semakin nyata. (ANTARA News).

Di sisi lain, DPR juga mendesak agar RUU Pekerja GIG segera dibahas. Ini menunjukkan bahwa jumlah pekerja sektor gig semakin besar, namun status dan perlindungan mereka masih lemah. Banyak pekerja digital tidak memiliki kepastian upah, jaminan kesehatan, maupun keamanan kerja.(ANTARA News).

Negara Dinilai Gagal Menjamin Lapangan Kerja Layak

Fenomena ini sebenarnya bukan sekadar perubahan gaya kerja modern. Ini adalah tanda bahwa negara gagal menjadi penanggung jawab utama penyedia lapangan pekerjaan.

Dalam sistem kapitalisme hari ini, negara lebih sering berperan sebagai regulator, bukan pengurus rakyat. Negara hanya membuat aturan, sementara penciptaan kerja diserahkan kepada pasar dan investor.

Akibatnya, ketika industri melemah atau investasi menurun, rakyat dipaksa bertahan sendiri melalui pekerjaan informal, UMKM kecil-kecilan, atau kerja GIG tanpa kepastian. Padahal fakta menunjukkan posisi tawar buruh semakin rendah. Banyak pekerja menerima kontrak tidak jelas, outsourcing berkepanjangan, hingga ancaman PHK sewaktu-waktu.

Bahkan kalangan akademisi dari Universitas Gadjah Mada menilai buruh menghadapi ketidakpastian kerja yang makin besar akibat lemahnya perlindungan negara terhadap tenaga kerja.(ANTARA News).

Ironisnya, solusi yang ditawarkan sering hanya bersifat tambal sulam: bantuan subsidi, satgas PHK, rumah buruh, atau daycare. Memang itu bisa membantu sebagian masalah, tetapi tidak menyentuh akar persoalan: minimnya lapangan kerja produktif dan lemahnya tanggung jawab negara dalam mengurus ekonomi rakyat.

Pandangan Islam tentang Tanggung Jawab Negara

Islam memandang negara sebagai pengurus urusan rakyat, bukan sekadar pengawas pasar.

Rasulullah ﷺ bersabda: “Imam (pemimpin) adalah pengurus rakyat dan ia bertanggung jawab atas rakyatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dalam Islam, negara wajib memastikan kebutuhan dasar rakyat terpenuhi, termasuk kesempatan bekerja. Negara tidak boleh membiarkan rakyat bertahan sendiri di tengah sistem ekonomi yang tidak adil. Islam juga melarang praktik yang menzalimi pekerja, seperti upah murah, ketidakjelasan akad, dan eksploitasi tenaga kerja.

Rasulullah ﷺ bersabda: “Berikanlah upah pekerja sebelum kering keringatnya.” (HR. Ibnu Majah)

Artinya, hubungan kerja dalam Islam dibangun di atas kejelasan akad dan keadilan, bukan sekadar mengejar keuntungan perusahaan.

Sistem Ekonomi Islam sebagai Alternatif

Selain itu, Islam memiliki sistem ekonomi yang berbeda dengan kapitalisme. Negara mengelola sumber daya alam strategis untuk kepentingan rakyat, bukan diserahkan kepada swasta atau oligarki. Dari pengelolaan itulah negara memiliki pemasukan besar untuk membangun industri, membuka lapangan kerja, dan menjamin kesejahteraan masyarakat.

Solusi Islam dalam Menjamin Kesejahteraan Pekerja

Jadi solusi menurut islam itu diantaranya :

  1. Negara wajib membuka lapangan kerja luas.
  2. ⁠Menghapus sistem ekonomi ribawi dan kapitalistik. Ekonomi berbasis utang dan keuntungan segelintir orang hanya membuat kekayaan berputar di kalangan elite. Islam mengatur distribusi harta agar tidak menumpuk pada kelompok tertentu, Allah SWT berfirman: “Agar harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kalian.” (QS. Al-Hasyr: 7).
  3. Menjamin hak pekerja. Islam mewajibkan akad kerja yang jelas, upah layak, serta melarang eksploitasi dan kezaliman terhadap buruh.
  4. ⁠Pengelolaan SDA oleh negara. Tambang, energi, hutan, dan kekayaan alam tidak boleh dikuasai korporasi asing maupun swasta tertentu. Hasilnya digunakan untuk kesejahteraan rakyat dan pembukaan lapangan kerja.
  5. ⁠Negara sebagai pelayan rakyat.

Lapangan Kerja Layak sebagai Ukuran Kesehatan Ekonomi

Dalam Islam, penguasa bukan sekadar pembuat kebijakan, tetapi pelayan umat yang akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah. Hari ini meningkatnya pekerja informal, UMKM kecil bertahan hidup, dan pekerja GIG tanpa kepastian bukan tanda ekonomi sehat. Itu justru alarm bahwa sistem gagal memberi jaminan kehidupan yang layak. Islam menawarkan solusi yang lebih mendasar: negara yang benar-benar mengurus rakyat, ekonomi yang adil, dan sistem kerja yang memuliakan manusia, bukan menjadikannya sekadar alat produksi.

Wallahuallam..

Ilah Romlah (Iyang); Parongpong, KBB
Aktivis Muslimah

  • Penulis: KangHasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Persis Solo Tantang Pemuncak Klasemen Persib, Laga Panas di Manahan Jadi Ujian Mental

    Persis Solo Tantang Pemuncak Klasemen Persib, Laga Panas di Manahan Jadi Ujian Mental

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA OLAHRAGA – Pekan ke-19 BRI Super League 2025–2026 akan menyajikan duel menarik antara Persis Solo Vs Persib Bandung. Pertandingan dijadwalkan berlangsung di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (31/1/2026) sore, mulai pukul 15.30 WIB, dan diprediksi berjalan panas sejak menit awal. Bagi Persis Solo, laga ini menjadi ujian berat sekaligus kesempatan penting untuk memperbaiki posisi […]

  • Tuntutan Resmi Pedagang Pasar Cikurubuk, HIPPATAS Kirim Surat ke 9 Instansi

    Tuntutan Resmi Pedagang Pasar Cikurubuk, HIPPATAS Kirim Surat ke 9 Instansi

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Admin Wartaloka
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA – Langkah advokasi penataan Pasar Cikurubuk memasuki fase krusial. Perkumpulan Himpunan Pedagang Pasar Tasikmalaya (HIPPATAS) resmi mengirimkan surat usulan kebijakan kepada sembilan instansi strategis di Kota Tasikmalaya, Jumat (13/02/2026). Langkah ini menandai eskalasi serius dari tuntutan resmi pedagang Pasar Cikurubuk yang selama ini bergulir di ruang diskusi dan forum internal. Surat tersebut […]

  • damkar sumedang tangkap king koros

    Tangkap Ular King Koros di Rumah Warga, Damkar Sumedang Banjir Apresiasi

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • account_circle Admin Wartaloka
    • visibility 149
    • 0Komentar

    wartaloka.com, BERITA. Aksi cepat petugas Damkar Sumedang kembali menjadi sorotan warga. Kali ini, regu pemadam berhasil mengevakuasi seekor ular King Koros atau Keeled Rat Snake sepanjang hampir 3 meter yang masuk ke rumah warga di Desa Cikadu, Kecamatan Situraja, pada Jumat (14/11/2025). Evakuasi Cepat, Warga Tenang Laporan mengenai keberadaan ular berukuran besar itu membuat warga […]

  • Menu MBG Diprotes, Wali Murid Bertanya: Ini Makan Bergizi?

    Menu MBG Diprotes, Wali Murid Bertanya: Ini Makan Bergizi?

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA SUKABUMI — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang sebagai solusi pemenuhan gizi anak sekolah kembali menuai sorotan tajam. Sejumlah wali murid SDN Dewi Sartika, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, melayangkan protes keras terhadap menu MBG yang dibagikan pada Kamis (15/1/2026). Menu yang diterima siswa dinilai jauh dari standar kelayakan gizi. Berdasarkan pantauan di […]

  • Persaingan Ketat di Skuad Timnas Indonesia Jelang FIFA Series 2026

    Persaingan Ketat di Skuad Timnas Indonesia Jelang FIFA Series 2026

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 211
    • 0Komentar

    Wartaloka, OLAHRAGA – Pemanggilan pemain untuk memperkuat skuad Timnas Indonesia dalam ajang FIFA Series 2026 di Jakarta mulai memanaskan atmosfer persaingan. Dari total 24 nama yang dipanggil pelatih John Herdman, dua pemain Persib Bandung ikut mencuri perhatian, yakni gelandang Eliano Reijnders dan penyerang muda Beckham Putra Nugraha. Kehadiran keduanya menambah warna sekaligus memperketat kompetisi di […]

  • langit italia merah - fenomena alam langka

    Fenomena Langka! Langit Italia Terlihat Merah

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • account_circle Admin Wartaloka
    • visibility 150
    • 0Komentar

    wartaloka.com, BERITA. Sebuah pemandangan langka sekaligus memukau terjadi di Eropa pada Selasa (12/11/2025). Langit Italia terlihat merah ketika aurora borealis berwarna menyala melintas di atas kawasan Pegunungan Alpen, termasuk di sekitar Gunung Matterhorn, Lembah Aosta. Fenomena ini mencuri perhatian warga hingga viral di berbagai platform media sosial, karena warna aurora yang muncul jauh berbeda dari […]

expand_less