Tinjau Jalan Ahmad Yani Palabuhanratu, Sekda Sukabumi Temukan Pemicu Kerusakan
- account_circle KangHasan
- calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
- visibility 10
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Wartaloka, BERITA SUKABUMI – Kerusakan parah Jalan Ahmad Yani di Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu kembali menyita perhatian publik. Kondisi jalan di pusat pemerintahan Kabupaten Sukabumi itu dinilai membahayakan pengguna jalan karena kerap memicu kecelakaan, terutama saat hujan deras mengguyur wilayah pesisir selatan.
Kondisi Jalan Ahmad Yani memang menjadi perhatian khusus. Jalur ini bukan hanya akses utama menuju pusat kota, tetapi juga vital bagi aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat Palabuhanratu. Kerusakan jalan yang dibiarkan berlarut-larut bisa menimbulkan risiko besar, terutama setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut beberapa hari terakhir.
Menanggapi situasi tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, turun langsung ke lokasi pada Senin (12/1/2026). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan langkah penanganan yang tepat sekaligus menjawab keluhan masyarakat yang semakin menguat di ruang publik.
Ade menegaskan, pihaknya tidak menutup mata terhadap persoalan jalan amblas tersebut. Bahkan, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi telah dua kali melakukan perbaikan sebelumnya. Namun, hasilnya belum maksimal karena akar persoalan belum tertangani secara menyeluruh.
“Hari ini, turun ke lapangan dalam rangka perbaikan jalan yang amblas. Kemarin kan dapat laporan bahwa ini banyak kecelakaan. Tetapi sebetulnya dari Dinas PU juga sudah dua kali perbaikan, tapi berarti masih ada kendala. Kendalanya apa? Ini saluran air,” kata Ade kepada wartawan di lokasi.
Curah Hujan Tinggi dan Drainase Buruk
Ade menjelaskan, tingginya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir memperparah kondisi jalan. Saluran air yang tidak berfungsi optimal menyebabkan air menggerus struktur tanah di bawah badan jalan hingga memicu amblas.
Untuk itu, ia menekankan pentingnya pembenahan sistem drainase sebagai prioritas utama. Menurutnya, perbaikan badan jalan tanpa penataan saluran air hanya akan menjadi solusi sementara.
“Karena curah hujannya tinggi, saluran airnya harus dibenahi. Saya barusan juga panggil Direktur Rumah Sakit biar yang dari atas tanggung jawabnya dia juga. Kita akan sama-sama menyelesaikan,” ujarnya.
Ade meminta semua pihak yang terkait di kawasan tersebut untuk ikut bertanggung jawab agar penanganan berjalan efektif dan berkelanjutan.
Target Perbaikan Tahun 2026
Sekda Sukabumi memastikan, perbaikan Jalan Ahmad Yani akan menjadi agenda prioritas pada tahun 2026. Meski demikian, proses tersebut tetap harus mengikuti mekanisme penganggaran dan penataan teknis yang matang.
“Pokoknya tahun 2026 secepatnya. Ini kan harus pakai anggaran juga, tapi saya harus merapikan jalan ini dulu dan gorong-gorongnya,” jelas Ade.
Ia menegaskan, penanganan tidak boleh setengah-setengah mengingat posisi jalan tersebut sangat vital sebagai akses utama masyarakat dan layanan publik.
Bangunan Pedagang Jadi Kendala Lapangan
Dalam peninjauan tersebut, Ade juga menemukan kendala lain yang cukup krusial. Saluran air di sepanjang Jalan Ahmad Yani diketahui tertutup bangunan permanen milik pedagang yang sudah dicor.
“Barusan saya cek ternyata pedagang-pedagangnya kan di atasnya udah pada dicor. Gimana merapikannya? Sok piriweheun da eta ge. Pak Camat, nanti juga harus dikoordinasikan sama para pedagang,” ucapnya.
Ia menegaskan, koordinasi lintas sektor akan dilakukan agar penataan drainase dapat berjalan tanpa menimbulkan konflik di lapangan. Ade juga menugaskan Kepala Dinas PU untuk segera menindaklanjuti pembenahan saluran air yang posisinya lebih tinggi dibanding badan jalan.
“Saya ingin aliran air itu bener-bener berfungsi. Pak Kadis PU sudah saya tugaskan untuk membereskan itu,” tandasnya. (KH)
-“salaku warga, urang kudu milu ngajaga tur ngarawat kanu fasilitas nu aya di sabudeureun urang.”-
- Penulis: KangHasan
