Geng Motor Garut Aniaya 6 Warga, 22 Orang Ditangkap Polisi
- account_circle KangHasan
- calendar_month Minggu, 9 Agt 2026
- visibility 113
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Wartaloka, BERITA GARUT – Aksi brutal sekelompok pengendara motor di Jalan KH Anwar Musaddad, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, berujung panjang. Polisi membongkar keterlibatan puluhan orang geng motor Garut dalam aksi penganiayaan terhadap enam warga yang terekam kamera pengawas dan kemudian viral di media sosial.
Tak tanggung-tanggung, polisi mengamankan 22 orang yang diduga terlibat dalam aksi tersebut. Fakta yang cukup mengejutkan, 20 orang di antaranya masih berstatus pelajar SMP dan SMA.
Kasus ini terungkap setelah rekaman kamera CCTV milik salah satu rumah makan di sekitar lokasi memperlihatkan sekelompok pengendara motor mendatangi warga yang sedang berada di depan rumah makan.
Rekaman tersebut kemudian menyebar di media sosial dan memicu keresahan masyarakat.
Polisi Amankan 22 Orang Geng Motor Garut, Mayoritas Masih Pelajar
Setelah melakukan penyelidikan selama sekitar dua kali 24 jam, Satuan Reserse Kriminal Polres Garut berhasil mengidentifikasi kelompok yang diduga terlibat dalam aksi penganiayaan tersebut.
Dari sekitar 25 orang yang diduga berada dalam rombongan, sebanyak 22 orang berhasil diamankan polisi. Sementara tiga orang lainnya masih dalam pengejaran.
Kapolres Garut AKBP Niko N Adi Putra mengatakan, hasil pemeriksaan menunjukkan kelompok tersebut terafiliasi dengan geng motor bernama PAP.
Yang menjadi perhatian, sebagian besar orang yang diamankan masih berusia remaja. Bahkan, polisi mencatat 20 orang di antaranya masih duduk di bangku SMP dan SMA.
“Jumlah korban ada enam orang, didatangi sekelompok pemuda berjumlah 25 orang. Korban dilukai, ditendang, dipukul, ada juga yang dihantam benda tumpul,” kata Niko, Jumat (7/8/2026).
Polisi masih melakukan pendalaman terhadap seluruh pihak yang diamankan untuk mengetahui peran masing-masing dalam kejadian tersebut.
Berawal dari Knalpot Bising
Di balik aksi penganiayaan yang melibatkan puluhan orang geng motor Garut tersebut, polisi mengungkap persoalan yang disebut menjadi pemicu awal.
Menurut Kapolres Garut, kejadian bermula ketika rombongan pengendara motor melintas secara berkonvoi di sekitar lokasi.
Sejumlah kendaraan disebut menggunakan knalpot yang menimbulkan suara bising. Kondisi tersebut membuat salah satu korban merasa terganggu dan kemudian meneriaki rombongan tersebut.
Teriakan korban ternyata terdengar oleh kelompok pengendara motor.
Rombongan kemudian diduga memutar arah dan mendatangi enam korban yang saat itu sedang berada di depan sebuah rumah makan.
Situasi pun berubah menjadi aksi kekerasan. Enam orang menjadi korban penganiayaan oleh kelompok tersebut.
Korban Dianiaya Menggunakan Benda Tumpul
Dalam aksinya, para pelaku tidak hanya menggunakan tangan kosong. Polisi juga menemukan adanya penggunaan benda tumpul dalam penganiayaan tersebut.
“Ada yang menggunakan tangan kosong, ada juga yang membawa senjata jenis pipa besi. Selain itu ditemukan alat lain berupa knuckle,” ujar Niko.
Akibat kejadian tersebut, enam orang mengalami luka-luka dan harus mendapatkan penanganan.
Polisi kemudian mengamankan sejumlah orang yang diduga terlibat sekaligus melakukan pengembangan untuk mengejar tiga orang lainnya yang masih belum tertangkap.
Polisi Ungkap Kelompok Geng Motor PAP
Hasil pemeriksaan terhadap orang-orang yang telah diamankan mengarah pada dugaan keterlibatan mereka dalam kelompok geng motor PAP.
Polisi menilai kelompok tersebut cukup meresahkan karena aksi yang dilakukan melibatkan sejumlah remaja yang sebagian masih berada di bangku sekolah.
Pihak kepolisian juga telah memberikan informasi kepada orang tua dan sekolah tempat para pelaku bersekolah agar persoalan tersebut tidak semakin berkembang di lingkungan pendidikan.
Kasus ini menjadi perhatian serius karena aksi kekerasan melibatkan kelompok remaja dalam jumlah besar. Polisi masih memburu tiga orang lainnya serta mendalami keterlibatan masing-masing anggota kelompok dalam penganiayaan terhadap enam warga tersebut.(kh)
- Penulis: KangHasan
