Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Pemkot Bandung Matangkan Kesiapan Transportasi Massal

Pemkot Bandung Matangkan Kesiapan Transportasi Massal

  • account_circle KangHasan
  • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
  • visibility 214
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

WartalokaBERITA BANDUNGPemerintah Kota Bandung menegaskan tidak akan menunggu kepastian lelang proyek Bus Rapid Transit (BRT) dari pemerintah pusat untuk mulai bersiap. Alih-alih bersikap pasif, Pemkot memilih mematangkan mitigasi risiko agar transportasi massal Bandung dapat berjalan tanpa menimbulkan gejolak sosial dan ekonomi ketika BRT mulai beroperasi.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyebut, kesiapan daerah menjadi kunci agar sistem transportasi baru tidak menimbulkan masalah turunan. Dua isu utama yang sejak awal menjadi perhatian adalah hilangnya parkir di badan jalan (on street parking) serta potensi penurunan aktivitas ritel di sepanjang koridor BRT.

“Kalau parkir di Ahmad Yani, Sudirman, Asia Afrika, dan Otista dilarang, konsekuensinya besar. Orang mau belanja pasti akan berpikir, parkirnya di mana?” ujar Farhan di Balai Kota Bandung, Senin (5/1/2025).

Parkir dan Akses Jadi Isu Krusial

Farhan mengakui, perubahan pola lalu lintas akibat kehadiran BRT berpotensi memicu resistensi, terutama dari pelaku usaha di kawasan padat aktivitas ekonomi. Pengalaman di sejumlah kota menunjukkan, pembatasan parkir tanpa solusi alternatif kerap berdampak langsung pada penurunan jumlah pengunjung toko.

Karena itu, Pemkot Bandung mulai memetakan lokasi-lokasi strategis yang membutuhkan kantong parkir pengganti, termasuk opsi parkir terpusat dan skema park and ride. Langkah ini dipandang penting agar masyarakat tetap memiliki akses mudah ke pusat perbelanjaan dan layanan publik meski koridor jalan diprioritaskan untuk angkutan massal.

“Transportasi massal itu bukan cuma soal busnya jalan, tapi ekosistemnya harus siap,” kata Farhan.

Jaga Ekonomi Lokal Tetap Bergerak

Selain parkir, Pemkot juga mencermati potensi dampak terhadap ritel kecil dan menengah. Farhan menilai, transportasi massal Bandung seharusnya justru menjadi pengungkit ekonomi, bukan sebaliknya. Namun hal itu hanya bisa tercapai jika transisi dilakukan secara terencana.

Pemkot mempertimbangkan penataan ulang akses pejalan kaki, penambahan titik drop-off, serta penguatan konektivitas dengan angkutan pengumpan (feeder). Dengan begitu, pelanggan tetap bisa menjangkau kawasan usaha tanpa harus bergantung pada kendaraan pribadi.

“Kita tidak mau pelaku usaha merasa ditinggalkan oleh kebijakan transportasi,” ujarnya.

Tidak Menunggu, Tapi Bersiap

Sikap Pemkot Bandung yang tidak menunggu kepastian lelang dari pusat mencerminkan pendekatan antisipatif. Farhan menegaskan, kesiapan daerah harus dibangun sejak awal agar saat BRT benar-benar berjalan, pemerintah tidak lagi sibuk memadamkan masalah di lapangan.

Menurutnya, transportasi massal adalah kebutuhan kota besar, tetapi penerapannya harus disesuaikan dengan karakter Bandung yang memiliki kepadatan tinggi, aktivitas ekonomi beragam, dan budaya mobilitas yang unik.

Dengan fokus pada mitigasi risiko sejak dini, Pemkot Bandung berharap kehadiran BRT kelak tidak hanya memperlancar lalu lintas, tetapi juga memperkuat kualitas hidup warga. Pada akhirnya, keberhasilan transportasi massal Bandung bukan diukur dari cepatnya proyek berjalan, melainkan dari seberapa siap kota dan warganya beradaptasi.

“Lengkah pamaréntah pikeun ngabebenah Kota Bandung mugia tiasa janten ikhtiar anu hadé keur urang sadayana. Urang kudu ngarojong, bari tetep maparin pangawasan kalayan wijaksana. Mugia unggal léngkah anu dicandak sanggup ngajantenkeun Bandung langkung tartib, langkung merenah, tur masihan mangpaat nyata pikeun kahirupan masarakatna. Hayu urang sarua ngarojong jeung ngawaskeun, sangkan Bandung jadi leuwih rapih, merenah, jeung nyugemakeun keur kahirupan sapopoé.(KH)

  • Penulis: KangHasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Angin Kencang di Cidahu Robohkan Rumah Warga, Cuaca Ekstrem Masih Mengintai Sukabumi

    Angin Kencang di Cidahu Robohkan Rumah Warga, Cuaca Ekstrem Masih Mengintai Sukabumi

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 227
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA SUKABUMI – Hujan deras yang disertai angin kencang di Cidahu tepatnya di Desa Cidahu, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, kembali membawa duka bagi warga Kabupaten Sukabumi. Sebuah rumah sederhana milik Hery, warga Kampung Panagan, RT 04 RW 02, roboh diterjang cuaca ekstrem pada Kamis pagi (29/1/2026) sekitar pukul 07.00 WIB. Rumah yang dihuni satu […]

  • SWAKKA Dideklarasikan, Babak Baru Hubungan Media dan Pemerintah di Priangan Timur

    SWAKKA Dideklarasikan, Babak Baru Hubungan Media dan Pemerintah di Priangan Timur

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 291
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA — Deklarasi SWAKKA (Sawala Wartawan dan Konten Kreator Aspiratif) di Grand Metro Hotel Tasikmalaya, Kamis (12/2/2026), menjadi penanda babak baru dalam membangun sinergi media dengan pemerintah di wilayah Priangan Timur. Forum yang dihadiri unsur pemerintah daerah, legislatif, penegak hukum, serta tokoh masyarakat itu tidak sekadar seremoni pembentukan komunitas. Lebih dari itu, kegiatan […]

  • Pemkab Bandung Barat Siapkan Relokasi Warga Terdampak Longsor Pasirlangu

    Pemkab Bandung Barat Siapkan Relokasi Warga Terdampak Longsor Pasirlangu

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 224
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BANDUNG BARAT – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) mulai melakukan persiapan relokasi bagi warga terdampak bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mitigasi lanjutan untuk mencegah jatuhnya korban jiwa serta meminimalkan risiko bencana susulan, mengingat kondisi geografis wilayah tersebut masih dinilai rawan. Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie […]

  • L68T Haram dan Dosa Besar dalam Perspektif Syariah Islam

    L68T Haram dan Dosa Besar dalam Perspektif Syariah Islam

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 101
    • 0Komentar

    LGBT dalam perspektif syariah Islam dipandang haram. Simak perdebatan agama, HAM, kesehatan, dan pandangan Islam tentang LGBT.

  • Tasikmalaya: Penemuan Mayat di Cibeureum,  Bikin Warga Geger

    Tasikmalaya: Penemuan Mayat di Cibeureum, Bikin Warga Geger

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 220
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA – Warga Perum Bumi Kersanagara, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, digegerkan dengan peristiwa penemuan mayat di Cibeureum, Selasa (17/02/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Seorang pria bernama Danil (56) ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya dan diduga telah wafat lebih dari satu minggu. Peristiwa tersebut sontak mengundang perhatian warga sekitar. Hingga menjelang petang, kerumunan […]

  • Muscab PKB Kabupaten Sukabumi Jadi Momentum Politik Strategis, Apa Itu?

    Muscab PKB Kabupaten Sukabumi Jadi Momentum Politik Strategis, Apa Itu?

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 251
    • 0Komentar

    Kenapa Muscab PKB Kabupaten Sukabumi penting bagi demokrasi dan arah pembangunan daerah.

expand_less