Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » 3 Pekan Tanpa Jawaban, Pedagang Pasar Cikurubuk Bersiap Gelar Aksi

3 Pekan Tanpa Jawaban, Pedagang Pasar Cikurubuk Bersiap Gelar Aksi

  • account_circle KangHasan
  • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
  • visibility 55
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wartaloka, BERITA TASIKMALAYAKekecewaan para Pedagang di Pasar Cikurubuk terhadap pemerintah daerah disebut semakin meningkat. Setelah hampir tiga pekan sejak surat resmi disampaikan kepada Wali Kota Tasikmalaya, para pedagang mengaku belum menerima tanggapan dari pemerintah kota.

Situasi tersebut mendorong para pedagang bersama sejumlah elemen masyarakat menyiapkan langkah lanjutan berupa aksi massa yang direncanakan berlangsung pada Senin, 9 Maret 2026.

Aksi tersebut diperkirakan diikuti sekitar 500 orang yang tergabung dalam Forum Masyarakat Peduli Pedagang Pasar Cikurubuk.

Forum itu dipimpin ulama senior Tasikmalaya, KH. Tb. Miftah Fauzi, yang selama ini dikenal aktif menyuarakan aspirasi pedagang pasar tradisional di Kota Tasikmalaya.


Surat HIPPATAS Disebut Belum Mendapat Tanggapan

Sebelumnya, Perkumpulan Himpunan Pedagang Pasar Tasikmalaya (HIPPATAS) telah mengirimkan surat resmi kepada pemerintah daerah pada 13 Februari 2026.

Surat tersebut ditujukan kepada Wali Kota Tasikmalaya serta delapan instansi lainnya, di antaranya DPRD, Polres Tasikmalaya Kota, Kejaksaan Negeri, Kodim, Satpol PP, Dinas Koperasi UKM Perindag, Dinas Perhubungan, serta Dinas Lingkungan Hidup.

Melalui surat itupara pedagang melalui HIPPATAS meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah kebijakan terkait berbagai persoalan yang terjadi di Pasar Cikurubuk.

Namun hingga Jumat, 6 Maret 2026, para pedagang menyatakan belum menerima tanggapan resmi.

Bagi sebagian Pedagang , kondisi tersebut memunculkan kesan bahwa aspirasi mereka belum menjadi perhatian serius pemerintah kota.


Forum Peduli Pedagang Pasar Cikurubuk Terbentuk

Merespons situasi tersebut, sejumlah tokoh masyarakat bersama pedagang membentuk Forum Masyarakat Peduli Pedagang Pasar Cikurubuk.

Forum ini menjadi wadah konsolidasi berbagai elemen masyarakat yang menilai persoalan di Pasar Cikurubuk tidak hanya berdampak pada pedagang, tetapi juga pada aktivitas ekonomi masyarakat kecil di Kota Tasikmalaya.

Melalui forum tersebut, rencana aksi massa mulai dipersiapkan sebagai upaya menyampaikan aspirasi para pedagang secara langsung kepada pemerintah daerah.

Para pedagang berharap pemerintah kota membuka ruang dialog agar solusi atas berbagai persoalan di pasar dapat segera ditemukan.


Konfirmasi ke Pimpinan Forum

Redaksi mencoba mengonfirmasi rencana aksi tersebut dengan mendatangi kediaman KH. Tb. Miftah Fauzi di Tasikmalaya.

Namun berdasarkan informasi yang diperoleh di lokasi, ulama yang menjadi Ketua Forum Masyarakat Peduli Pedagang Pasar Cikurubuk itu sedang tidak berada di rumah.

Disebutkan bahwa KH Miftah Fauzi tengah memenuhi undangan sebagai penceramah dari Bupati Tangerang.

Meski demikian, sejumlah Pedagang yang ditemui di area pasar membenarkan adanya rencana aksi tersebut.


Pedagang: Aksi Dilakukan Karena Aspirasi Tak Dijawab

Beberapa pedagang menyatakan rencana aksi massa tersebut muncul setelah berbagai upaya komunikasi dinilai tidak membuahkan respons.

Salah seorang pedagang mengatakan sebelumnya mereka berharap pemerintah kota segera memberikan tanggapan atas surat yang telah dikirimkan HIPPATAS.

Namun karena belum ada jawaban hingga kini, para Pedagang akhirnya mempersiapkan langkah aksi.

Menurutnya, aksi tersebut bukan dimaksudkan untuk menciptakan konflik, melainkan agar suara pedagang dapat didengar oleh pemerintah daerah.


Pedagang: Pasar Cikurubuk Sumber Nafkah Ribuan Keluarga

Seorang pedagang yang telah lama berjualan di Pasar Cikurubuk mengatakan rencana aksi lahir dari rasa kecewa para pedagang.

Ia menyebut para pedagang sebenarnya telah menempuh jalur komunikasi resmi dengan mengirimkan surat kepada pemerintah kota sejak pertengahan Februari.

“Surat resmi sudah dikirim sejak pertengahan Februari, tapi sampai sekarang belum ada jawaban,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah daerah segera membuka komunikasi agar persoalan di pasar tidak terus berlarut.

“Kalau pemerintah memilih diam, jangan salahkan jika pedagang akhirnya bersuara lebih keras. Kami hanya ingin didengar,” katanya.

Bagi para pedagang, pasar tersebut bukan sekadar tempat berdagang, tetapi menjadi sumber penghidupan bagi ribuan keluarga di Tasikmalaya.

“Pasar ini tempat kami mencari nafkah. Kalau aspirasi tidak dijawab, lalu kami harus menyampaikan keluhan ke siapa lagi?” ujarnya (KH)

  • Penulis: KangHasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Viral Kabar 700 Orang Terjebak Gas Tambang, Ini Fakta Sebenarnya.

    Viral Kabar 700 Orang Terjebak Gas Tambang, Ini Fakta Sebenarnya.

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BOGOR — Viral kabar yang menyesatkan di tengah-tengah terjadinya musibah tambang Nanggung Kabupaten Bogor. Media sosial dan pesan berantai WhatsApp mendadak riuh pada Rabu (14/1/2026) setelah beredar narasi mengerikan soal ratusan orang yang disebut terjebak gas beracun di kawasan pertambangan Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor. Angka “700 orang” menjadi pemicu kepanikan, bahkan memunculkan kekhawatiran […]

  • Senja di Pantai Cibuaya, Jasad Terombang-ambing Bikin Geger Warga

    Senja di Pantai Cibuaya, Jasad Terombang-ambing Bikin Geger Warga

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 55
    • 0Komentar

    Wartaloka, Berita Sukabumi – Suasana senja di pesisir Pantai Cibuaya, Desa Pangumbahan, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, yang biasanya tenang berubah mencekam. Selasa (20/1/2026) sekitar pukul 17.16 WIB, warga dan pemancing dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat yang terombang-ambing di tengah laut, tepat ketika matahari perlahan tenggelam di ufuk barat. Jasad tersebut kemudian diketahui sebagai Salman Abdul […]

  • Transparansi anggaran Perwaskim Tasikmalaya - wartaloka

    Perwaskim Tasikmalaya Disorot, Transparansi Data Belanja Dipertanyakan

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Transparansi anggaran Perwaskim Tasikmalaya dipertanyakan setelah jawaban soal data belanja dinilai belum substansial.

  • Pemprov Jabar Keluarkan Peringatan Dini DBD, Warga Diminta Waspada

    Pemprov Jabar Keluarkan Peringatan Dini DBD, Warga Diminta Waspada

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 57
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA JAWA BARAT – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) kembali mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lonjakan kasus dan pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD). Peringatan ini disampaikan melalui akun Instagram resmi Humas Jabar sebagai respons terhadap kondisi musim hujan yang masih berlangsung di sejumlah wilayah. DBD merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus […]

  • Bupati Bogor Tegaskan: Ciliwung Milik Bersama, Warga Diminta Ikut Menjaga

    Bupati Bogor Tegaskan: Ciliwung Milik Bersama, Warga Diminta Ikut Menjaga

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BOGOR – Pemerintah Kabupaten Bogor secara terbuka mengajak masyarakat lintas wilayah untuk tidak lagi bersikap pasif terhadap kondisi Sungai Ciliwung. Ajakan ini menegaskan satu pesan utama: menjaga hulu sungai bukan sekadar tugas pemerintah daerah, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh warga yang menggantungkan hidupnya pada aliran Ciliwung. Pesan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Bogor, […]

  • Bayar Pajak Kini Makin Mudah, Bapenda Sukabumi Hadirkan Layanan Digital dan Hadiah Umroh

    Bayar Pajak Kini Makin Mudah, Bapenda Sukabumi Hadirkan Layanan Digital dan Hadiah Umroh

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA SUKABUMI – Pajak yang dibayarkan masyarakat kepada pemerintah, baik pusat maupun daerah, sejatinya kembali lagi untuk kepentingan publik. Mulai dari pembangunan infrastruktur, layanan pendidikan, kesehatan, hingga perlindungan sosial. Di Kabupaten Sukabumi, peran pajak menjadi tulang punggung pembiayaan pembangunan daerah yang berkelanjutan. Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sukabumi mencatat sedikitnya terdapat lima manfaat utama […]

expand_less