Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Menu MBG Diprotes, Wali Murid Bertanya: Ini Makan Bergizi?

Menu MBG Diprotes, Wali Murid Bertanya: Ini Makan Bergizi?

  • account_circle KangHasan
  • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
  • visibility 225
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wartaloka, BERITA SUKABUMI — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang sebagai solusi pemenuhan gizi anak sekolah kembali menuai sorotan tajam. Sejumlah wali murid SDN Dewi Sartika, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, melayangkan protes keras terhadap menu MBG yang dibagikan pada Kamis (15/1/2026).

Menu yang diterima siswa dinilai jauh dari standar kelayakan gizi. Berdasarkan pantauan di lapangan, makanan disajikan dalam baki stainless steel dengan isi potongan kentang rebus, satu buah jeruk, sepotong tahu kuning, serta satu butir kudapan kecil seperti siomay atau telur puyuh.

Kondisi tersebut langsung memicu pertanyaan besar dari para orang tua murid yang berharap program prioritas nasional ini benar-benar menyentuh aspek gizi anak, bukan sekadar menggugurkan kewajiban.

Wali Murid Pertanyakan Standar Gizi

Salah seorang wali murid menyampaikan kekecewaannya secara terbuka. Ia menilai menu yang diberikan tidak mencerminkan konsep “makan bergizi” sebagaimana yang selama ini disosialisasikan pemerintah.

“Kentang seperti itu, tahu dikukus atau digoreng juga tidak jelas, kelihatan seperti mentah. Di mana makanan bergizinya? Mana protein, mana karbohidratnya?” ujarnya, Kamis (15/1/2026).

Ia membandingkan dengan sekolah lain yang menyajikan menu basah dan diolah dengan lebih layak. Menurutnya, ketimpangan kualitas antar sekolah menimbulkan tanda tanya besar soal pengawasan program.

Wali murid tersebut juga menegaskan bahwa MBG dibiayai APBN, sehingga masyarakat memiliki hak penuh untuk mengawasi. “Ini uang rakyat. Kalau hasilnya seperti ini, wajar kami protes. Jangan sampai anggaran besar tapi manfaatnya minim,” tegasnya.

Meski demikian, sikap tersebut justru memicu kritik lanjutan dari sejumlah pihak. Mereka menilai transparansi adalah kunci utama keberhasilan program MBG. Selama dana bersumber dari APBN, pengawasan publik tidak boleh dibatasi, apalagi jika menyangkut pemenuhan gizi anak sekolah.

Pengawasan Publik Jadi Kunci

Kasus ini menegaskan pentingnya kontrol kualitas dalam pelaksanaan MBG. Tanpa pengawasan ketat, tujuan besar program berisiko bergeser menjadi sekadar formalitas administratif. Harus ada mekanisme pengawasan yang ketat, agar dapat mengevaluasi dan mengklasifikasikan pelaksana program SPPG ini, bahkan bila perlu ada tindakan eliminasi kepada dapur SPPG yang melaksanakan program ini, jauh dari standar yang telah ditetapkan.

Masyarakat berharap keluhan menu MBG ini menjadi bahan evaluasi serius, bukan sekadar ditutup dengan mediasi internal, agar program benar-benar berdampak pada tumbuh kembang generasi muda. (KH)

-“titah nu hade, kudu dibarengan ku kalampahan nu alus”-

  • Penulis: KangHasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • truk tabrak gerobak mie ayam di sukabumi

    Diduga Rem Blong, Truk Tabrak Gerobak Mie Ayam di Sukabumi

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • account_circle Admin Wartaloka
    • visibility 220
    • 0Komentar

    wartaloka.com, PERISTIWA. Kecelakaan truk di Sukabumi kembali terjadi. Sebuah kendaraan jenis Dum truk bermuatan tanah menabrak lapak pedagang mie di kawasan Leuwigoong, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Selasa (4/11/2025) sekitar pukul 14.20 WIB. Insiden itu menyebabkan dua pedagang mie mengalami luka-luka cukup serius. Keduanya langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis. Beruntung, tidak […]

  • Pemprov Jabar Keluarkan Peringatan Dini DBD, Warga Diminta Waspada

    Pemprov Jabar Keluarkan Peringatan Dini DBD, Warga Diminta Waspada

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 226
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA JAWA BARAT – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) kembali mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lonjakan kasus dan pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD). Peringatan ini disampaikan melalui akun Instagram resmi Humas Jabar sebagai respons terhadap kondisi musim hujan yang masih berlangsung di sejumlah wilayah. DBD merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus […]

  • Polisi Gagalkan Produksi Ribuan Pil Ekstasi di Sukabumi

    Polisi Gagalkan Produksi Ribuan Pil Ekstasi di Sukabumi

    • calendar_month Kamis, 1 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 209
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA SUKABUMI – Satuan Reserse Narkoba Polres Sukabumi Kota berhasil menggagalkan rencana peredaran ribuan butir pil ekstasi yang diduga akan diedarkan pada malam Tahun Baru 2026. Pengungkapan ini menjadi langkah penting aparat kepolisian dalam mencegah peredaran narkotika, khususnya menjelang momen pergantian tahun yang biasanya diwarnai peningkatan aktivitas masyarakat. Ruko di Lembursitu Dijadikan Tempat Produksi […]

  • OTT UNSOED: Sebuah Ironi Perguruan Tinggi di Negeri Ini

    OTT UNSOED: Sebuah Ironi Perguruan Tinggi di Negeri Ini

    • calendar_month Minggu, 23 Agt 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 76
    • 0Komentar

    OTT UNSOED menjadi ironi di tengah perjuangan mahasiswa mengakses pendidikan dan tuntutan menjaga integritas perguruan tinggi.

  • Bocah 8 Tahun Diduga Tenggelam di Bendungan Tangkolo Ciamis

    Bocah 8 Tahun Diduga Tenggelam di Bendungan Tangkolo Ciamis

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Bocah 8 tahun diduga tenggelam di Bendungan Tangkolo, Sungai Cijolang, Rancah Ciamis. Pencarian masih berlangsung.

  • Wali Kota Sukabumi Siap Perkuat Kinerja Birokrasi dengan cara ini

    Wali Kota Sukabumi Siap Perkuat Kinerja Birokrasi dengan cara ini

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA SUKABUMI – Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki membuat terobosan baru dalam tata kelola pemerintahan daerah dengan menerapkan Key Performance Indicator (KPI) bagi seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) mulai tahun anggaran 2026. Kebijakan ini diarahkan untuk memperkuat kinerja birokrasi sekaligus meningkatkan transparansi pengelolaan keuangan daerah di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi. Kebijakan tersebut menjadi salah […]

expand_less