Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Kopdes Merah Putih: Program Populis yang Sarat Polemik

Kopdes Merah Putih: Program Populis yang Sarat Polemik

  • account_circle KangHasan
  • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
  • visibility 137
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wartaloka, OPINI – Pemerintah menggulirkan program nasional 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) sebagai upaya memperkuat perekonomian masyarakat desa. Program ini diproyeksikan menjadi pusat layanan ekonomi yang mampu mendorong pertumbuhan usaha, memperluas akses masyarakat terhadap berbagai layanan ekonomi, serta meningkatkan kesejahteraan di tingkat desa.

Namun, dalam pelaksanaannya, program tersebut memunculkan berbagai polemik. Di sejumlah daerah, lokasi koperasi dinilai kurang strategis sehingga berpotensi menghambat aktivitas ekonomi masyarakat. Selain itu, mekanisme pengelolaan dan pelaksanaan program masih dinilai belum jelas.

Berbagai laporan juga menunjukkan adanya penyimpangan dalam realisasi proyek. Di sisi lain, pelatihan bergaya militer bagi calon manajer Koperasi Desa Merah Putih yang menurut kabar yang beredar mengakibatkan lima peserta meninggal dunia semakin menambah sorotan terhadap pelaksanaan program ini. Pemerintah pun memberikan sinyal akan melakukan evaluasi dan pengembangan agar program berjalan lebih efektif.

Ketika Program Ekonomi Tidak Berangkat dari Kebutuhan Desa

Berbagai persoalan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi yang tidak berangkat dari kebutuhan riil masyarakat berisiko menghasilkan program yang minim partisipasi publik dan tidak mampu menggerakkan perekonomian desa secara optimal.

Program yang dirancang secara sentralistis tanpa memperhatikan kondisi lokal berpotensi menjadi sekadar proyek administratif, bukan solusi atas persoalan ekonomi masyarakat.

Karena itu, keberhasilan sebuah program ekonomi semestinya tidak hanya diukur dari jumlah koperasi yang berhasil dibentuk, tetapi juga dari sejauh mana keberadaannya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat desa.

Besarnya Anggaran dan Risiko Penyimpangan

Di sisi lain, dalam sistem ekonomi kapitalisme, proyek-proyek berskala besar sering kali menghadapi persoalan penyimpangan.

Besarnya anggaran yang digelontorkan serta kompleksitas pengawasan membuka peluang terjadinya inefisiensi, praktik rente, hingga tindak korupsi. Akibatnya, manfaat yang diterima masyarakat tidak selalu sebanding dengan besarnya dana publik yang telah dikeluarkan.

Kondisi tersebut memunculkan kritik bahwa kebijakan semacam ini cenderung lebih menguntungkan pihak-pihak yang memiliki akses terhadap kekuasaan dan modal dibandingkan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, berbagai persoalan mendasar yang dihadapi rakyat, seperti keterbatasan lapangan kerja, rendahnya daya beli, dan kesenjangan distribusi kekayaan, belum memperoleh penyelesaian yang mendasar.

Perspektif Islam dalam Membangun Ekonomi Rakyat

Dalam perspektif Islam, pembangunan ekonomi harus berorientasi pada pemenuhan kebutuhan rakyat, bukan sekadar mengejar target proyek.

Negara berkewajiban menjadi pelayan dan pengurus urusan rakyat dengan menjamin terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat, mengelola harta milik umum secara amanah, membuka lapangan kerja, serta memastikan distribusi kekayaan berlangsung secara adil.

Dengan prinsip tersebut, pembangunan ekonomi tidak semata-mata diarahkan untuk mengejar pertumbuhan angka atau keberhasilan administratif, tetapi memastikan masyarakat benar-benar memperoleh manfaat dari kebijakan yang dijalankan.

Islam Menawarkan Solusi Ekonomi yang Sistemik

Islam juga memandang bahwa kesejahteraan tidak cukup diwujudkan melalui program-program parsial, tetapi harus dibangun melalui penerapan sistem ekonomi Islam secara menyeluruh.

Penguatan ekonomi rakyat dilakukan dari hulu, yakni melalui tata kelola kepemilikan, produksi, distribusi, dan pengelolaan sumber daya alam sesuai syariat.

Dengan demikian, solusi yang ditawarkan Islam bersifat sistemik, bukan sekadar tambal sulam atau penambahan proyek baru. Tujuannya adalah membangun tata kelola ekonomi yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dan mewujudkan kesejahteraan secara berkelanjutan. (lsd/kh)

Lusita Sari Devi

  • Penulis: KangHasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dinas PU Kabupaten Sukabumi Evaluasi Program 2025, Fokus Infrastruktur 2026

    Dinas PU Kabupaten Sukabumi Evaluasi Program 2025, Fokus Infrastruktur 2026

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 334
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA SUKABUMI – Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi menggelar rapat evaluasi pelaksanaan kegiatan tahun 2025 sekaligus menyusun rencana program kerja untuk tahun anggaran 2026. Rapat tersebut dilaksanakan pada Rabu, 25 Desember 2025, bertempat di Kantor Dinas PU Kabupaten Sukabumi, dan dipimpin langsung oleh Kepala Dinas PU, Uus Pirdaus. Rapat evaluasi ini menjadi momentum […]

  • OTT UNSOED: Sebuah Ironi Perguruan Tinggi di Negeri Ini

    OTT UNSOED: Sebuah Ironi Perguruan Tinggi di Negeri Ini

    • calendar_month Minggu, 23 Agt 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 79
    • 0Komentar

    OTT UNSOED menjadi ironi di tengah perjuangan mahasiswa mengakses pendidikan dan tuntutan menjaga integritas perguruan tinggi.

  • Kenaikan BBM April 2026: Informasi Resmi PERTAMINA

    Kenaikan BBM April 2026: Informasi Resmi PERTAMINA

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 303
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA NASIONAL – Isu kenaikan BBM April 2026 kembali memicu kegelisahan publik setelah beredarnya informasi di media sosial terkait lonjakan harga bahan bakar non-subsidi. Dalam unggahan yang ramai diperbincangkan, harga Pertamax disebut-sebut akan melonjak tajam mulai 1 April 2026. Menanggapi hal tersebut, PT Pertamina (Persero) langsung memberikan klarifikasi. Perusahaan pelat merah itu menegaskan bahwa […]

  • Arsenal Wajib Bangkit di Elland Road, Leeds Siap Jegal The Gunners

    Arsenal Tertekan, Leeds Punya Peluang Kejutkan di Elland Road. Sabtu 31/1/2026.

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle Deni Heryanto
    • visibility 232
    • 0Komentar

    wartaloka.com, BERITA OLAHRAGA. Arsenal datang ke Elland Road dengan beban berat di pundak mereka. Tiga laga tanpa kemenangan di Premier League membuat posisi The Gunners di papan atas mulai terancam, sementara para pesaing terus memangkas jarak. Sabtu (31/1/2026) malam waktu Indonesia, tim asuhan Mikel Arteta harus bertandang ke markas Leeds United—stadion yang dikenal angker bagi […]

  • Gibran ke Tasikmalaya:  Aparat Gabungan Siaga Sejak Pagi

    Gibran ke Tasikmalaya: Aparat Gabungan Siaga Sejak Pagi

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 220
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA – Menjelang kedatangan Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka, aparat gabungan mulai bersiaga di sejumlah titik strategis di Kota Tasikmalaya, Selasa (20/1/2026). Salah satu lokasi yang menjadi pusat pengamanan adalah area depan Pasar Cikurubuk, pasar terbesar di wilayah Priangan Timur. Sejak pagi hari, petugas gabungan dari TNI, Polri, dan unsur pengamanan […]

  • Proyek Drainase Irigasi P3A Rp195 Juta di Copong Garut Rusak, Warga Protes

    Proyek Drainase Irigasi P3A Rp195 Juta di Copong Garut Rusak, Warga Protes

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Proyek drainase irigasi P3A senilai Rp195 juta di Copong Garut rusak setelah sekitar setahun, kualitas pekerjaan dipertanyakan.

expand_less