Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Optimalkan Perempuan Berdaya dengan Cara Islam

Optimalkan Perempuan Berdaya dengan Cara Islam

  • account_circle KangHasan
  • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
  • visibility 54
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wartaloka, OPINI Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan Program Inkubasi Bisnis “Perempuan Berdaya” 2026 dengan menggandeng Yayasan Rumah Indung Kreatif Indonesia (YRIKI) dan Yayasan Indonesia Setara (YIS).

Program tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas perempuan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya dalam mengembangkan usaha, meningkatkan kemandirian, serta memperluas daya saing.

Kepala Bidang Pengembangan Usaha Kecil Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat, Moch. Danny Fulton, mengatakan program tersebut memberikan penguatan kepada pelaku UMKM dalam sejumlah aspek pengembangan usaha.

“Melalui program ‘Perempuan Berdaya’ 2026, pelaku UMKM mendapatkan penguatan dalam berbagai aspek usaha, di antaranya literasi keuangan, legalitas, digitalisasi, pengembangan produk, hingga akses pasar dan pembiayaan,” ujarnya.

Menurutnya, penguatan tersebut diharapkan membuat pelaku UMKM semakin mandiri dalam mengelola usaha serta siap memperluas pasar dan mengakses pembiayaan.

Ketika Pemberdayaan Perempuan Diukur dari Ekonomi

Program pemberdayaan perempuan melalui penguatan kapasitas ekonomi tentu memiliki manfaat bagi perempuan yang menjalankan usaha. Namun, dari perspektif penulis, terdapat persoalan yang lebih mendasar mengenai bagaimana makna perempuan berdaya didefinisikan.

Penulis menilai cara pandang kapitalisme-sekuler telah memengaruhi pemaknaan terhadap peran perempuan. Ukuran keberhasilan perempuan kerap dikaitkan dengan kemampuan menghasilkan pendapatan, meningkatkan keuntungan bisnis, dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi.

Dalam paradigma tersebut, pemberdayaan perempuan kemudian lebih banyak diarahkan pada peningkatan produktivitas ekonomi.

Padahal, menurut penulis, perempuan memiliki peran lain yang tidak kalah penting, terutama sebagai ibu dan pendidik generasi.

Persoalannya bukan pada aktivitas ekonomi perempuan semata, melainkan pada ketika nilai seorang perempuan seolah-olah hanya diukur berdasarkan kontribusinya terhadap ekonomi.

Perempuan Berdaya dalam Perspektif Islam

Islam memiliki perspektif berbeda mengenai makna pemberdayaan perempuan.

Dalam pandangan Islam yang menjadi dasar tulisan ini, perempuan berdaya bukan sekadar perempuan yang mandiri secara materi, tetapi perempuan yang mampu mengoptimalkan seluruh potensinya sebagai bagian penting dalam membangun peradaban.

Perempuan memiliki peran sebagai ibu sekaligus pendidik generasi. Karena itu, peran keibuan tidak semestinya dipandang sebagai pekerjaan domestik yang rendah atau tidak produktif.

Justru melalui keluarga, perempuan memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter dan kepribadian anak-anak yang kelak menjadi bagian dari masyarakat.

Dengan perspektif tersebut, pemberdayaan perempuan tidak seharusnya hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja atau mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan perempuan dapat menjalankan peran sosial dan keluarganya secara optimal.

Negara dan Sistem Pendukung Perempuan

Dalam pandangan Islam, optimalisasi peran perempuan tidak berarti membebankan seluruh tanggung jawab kepada perempuan secara individual.

Sebaliknya, terdapat mekanisme keluarga dan negara yang berfungsi memberikan perlindungan serta menjamin terpenuhinya kebutuhan hidup.

Penulis berpandangan bahwa perempuan harus mendapatkan jaminan nafkah dari pihak yang memiliki kewajiban menafkahinya. Dalam kondisi tertentu ketika kewajiban tersebut tidak dapat dipenuhi, negara memiliki tanggung jawab untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.

Prinsip tanggung jawab pemimpin terhadap rakyat juga ditegaskan dalam hadis Rasulullah SAW:

“Amir (pemimpin) masyarakat adalah pengurus mereka dan dia bertanggung jawab atas urusan rakyatnya.”

(HR Al-Bukhari, Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan Ahmad).

Prinsip tersebut menunjukkan bahwa kesejahteraan masyarakat tidak semata-mata dibebankan kepada individu.

Pendidikan dan Keluarga sebagai Pilar Peradaban

Jika perempuan hanya diarahkan untuk menjadi pelaku ekonomi, terdapat risiko bahwa peran keluarga dan pendidikan generasi kurang mendapatkan perhatian.

Dalam perspektif Islam, keluarga merupakan salah satu lingkungan utama dalam pembentukan kepribadian anak. Karena itu, perempuan sebagai ibu memiliki posisi strategis dalam proses pendidikan tersebut.

Optimalisasi perempuan berarti memastikan mereka memperoleh ilmu, keterampilan, perlindungan, serta dukungan sosial dan ekonomi yang memungkinkan mereka menjalankan berbagai tanggung jawab secara seimbang.

Dengan demikian, pendidikan, sistem sosial, dan kebijakan ekonomi tidak berdiri sendiri. Ketiganya harus saling mendukung agar perempuan tidak diposisikan hanya sebagai instrumen pertumbuhan ekonomi.

Mengubah Makna “Perempuan Berdaya”

Program pemberdayaan ekonomi perempuan dapat menjadi salah satu sarana untuk meningkatkan kemampuan dan kemandirian pelaku UMKM. Namun, menurut penulis, makna pemberdayaan tersebut perlu dilihat secara lebih luas.

Perempuan berdaya bukan hanya perempuan yang mampu menghasilkan pendapatan. Perempuan juga berdaya ketika mampu menjalankan peran intelektual, sosial, keluarga, dan pendidikan secara optimal.

Dalam perspektif Islam, perempuan bukan sekadar bagian dari mesin pertumbuhan ekonomi. Ia memiliki kedudukan strategis dalam keluarga dan masyarakat serta berperan dalam membentuk generasi masa depan.

Karena itu, pemberdayaan perempuan idealnya tidak hanya berbicara tentang literasi keuangan, legalitas usaha, digitalisasi, akses pasar, dan pembiayaan. Pemberdayaan juga perlu memastikan adanya sistem yang melindungi perempuan, menjaga kehormatannya, mendukung peran keibuannya, serta memberikan ruang bagi perempuan untuk berkembang sesuai dengan potensi dan tanggung jawabnya.

Pada akhirnya, perempuan berdaya dalam perspektif Islam bukan sekadar perempuan yang mandiri secara ekonomi, melainkan perempuan yang mampu mengoptimalkan potensinya sebagai bagian dari pembentukan generasi dan peradaban.

Wallahu a’lam bi ash-shawab. – Laela Faridah, S.Kom.I

  • Penulis: KangHasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tuntutan Resmi Pedagang Pasar Cikurubuk, HIPPATAS Kirim Surat ke 9 Instansi

    Tuntutan Resmi Pedagang Pasar Cikurubuk, HIPPATAS Kirim Surat ke 9 Instansi

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Admin Wartaloka
    • visibility 213
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA – Langkah advokasi penataan Pasar Cikurubuk memasuki fase krusial. Perkumpulan Himpunan Pedagang Pasar Tasikmalaya (HIPPATAS) resmi mengirimkan surat usulan kebijakan kepada sembilan instansi strategis di Kota Tasikmalaya, Jumat (13/02/2026). Langkah ini menandai eskalasi serius dari tuntutan resmi pedagang Pasar Cikurubuk yang selama ini bergulir di ruang diskusi dan forum internal. Surat tersebut […]

  • Kemandirian Warga di Cisolok: Saat Penyintas Bergerak Tanpa Menunggu Negara

    Kemandirian Warga di Cisolok: Saat Penyintas Bergerak Tanpa Menunggu Negara

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 223
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA SUKABUMI – Kemandirian warga di Dusun Citiis, Desa Gunung Karamat, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, pada akhirnya menjadi cermin reflektif bagi para pemangku kebijakan. Bukan sekadar tentang absennya bantuan, tetapi tentang kecepatan respons dan keberpihakan nyata terhadap masyarakat terdampak bencana. Di bawah terik matahari cucuran keringat warga, suara cangkul dan sekop beradu dengan tanah […]

  • Antisipasi Macet Long Weekend, Dishub Bandung Siaga

    Antisipasi Macet Long Weekend, Dishub Bandung Siaga

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 222
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung bersiap menghadapi lonjakan kunjungan wisatawan selama libur panjang 3–5 April 2026 yang bertepatan dengan momen Wafat Isa Almasih. Kondisi ini diprediksi memicu macet long weekend di sejumlah ruas jalan utama dan kawasan wisata.Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung pun langsung mengambil langkah strategis dengan memperkuat pengawasan lalu lintas di […]

  • Korban Bencana Bantargadung Sukabumi Dapat Bantuan Sewa Rumah Rp3 Juta

    Korban Bencana Bantargadung Sukabumi Dapat Bantuan Sewa Rumah Rp3 Juta

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 217
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA SUKABUMI – Pemerintah Kabupaten Sukabumi mengambil langkah cepat untuk membantu warga terdampak Bencana Bantargadung Sukabumi dengan menyalurkan Bantuan Sewa Rumah bagi masyarakat yang tinggal di wilayah rawan pergerakan tanah. Bantuan tersebut diberikan kepada warga Kampung Cijambe, Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, yang rumahnya mengalami kerusakan akibat pergeseran tanah dalam beberapa waktu terakhir. […]

  • 5 Rekomendasi Tempat Wisata Untuk Tahun Baru di Bandung

    5 Rekomendasi Tempat Wisata Untuk Tahun Baru di Bandung

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle KangHasan
    • visibility 205
    • 0Komentar

    Wartaloka. Berita Bandung, Berbagai kemeriahan dalam menyambut pergantian tahun sudah mulai terasa di berbagai daerah di Indonesia, salah satunya di Kota Bandung. Setiap menjelang akhir tahun, Kota Kembang selalu menjadi magnet bagi wisatawan dari berbagai wilayah yang ingin menikmati suasana liburan sekaligus merayakan malam pergantian tahun. Beragam hiburan menarik tersedia, mulai dari wisata kuliner khas […]

  • Bukan Satu Anak: Fakta Baru Fenomena Pengemis di Tasikmalaya

    Bukan Satu Anak: Fakta Baru Fenomena Pengemis di Tasikmalaya

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 284
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA – Kisah Ns, siswi SD yang berprestasi di sekolah namun mengemis pada malam hari di pusat Kota Tasikmalaya, terus bergulir. Setelah viral dan menyita perhatian publik, fakta-fakta baru terungkap melalui kunjungan langsung aparat kecamatan dan unsur terkait ke rumahnya, ternyata ditemukan beberapa fenomena baru yang menjadi permasalahan mengenai kemiskinan di Kota Tasikmalaya […]

expand_less