Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Sukabumi: Ramadan di Tengah Kecemasan Bencana Pergeseran Tanah

Sukabumi: Ramadan di Tengah Kecemasan Bencana Pergeseran Tanah

  • account_circle KangHasan
  • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
  • visibility 69
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wartaloka, BERITA SUKABUMIRamadan tahun ini menjadi momen yang tak terlupakan sekaligus menyayat hati bagi sejumlah warga Kampung Cijarian, Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Di saat umat Muslim lain menikmati suasana sahur dan berbuka puasa bersama keluarga di rumah masing-masing, sebagian warga di wilayah ini justru harus menjalani ibadah dalam kondisi darurat akibat bencana pergeseran tanah.

Peristiwa yang terjadi pada Sabtu malam, 28 Februari 2026, menjadi titik balik kehidupan warga RT 003 RW 006. Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur kawasan tersebut selama beberapa hari terakhir memicu retakan serius pada bangunan rumah. Dinding mulai menganga, lantai amblas, dan suara gemeretak dari struktur bangunan menjadi pertanda bahwa tanah di bawah permukiman mereka tidak lagi stabil.


Detik-Detik Mencekam Saat Bencana Pergeseran Tanah Terjadi

Warga mengaku awalnya hanya mendengar suara retakan kecil. Namun, seiring waktu, suara tersebut semakin jelas dan diikuti munculnya celah pada tembok serta pergeseran lantai. Kondisi itu memaksa beberapa keluarga segera mengosongkan rumah demi menghindari risiko yang lebih fatal.

Tiga kepala keluarga yang rumahnya mengalami rusak berat adalah Bapak Sarhini (64), Ibu Een (59), dan Bapak Sahir (34). Bangunan mereka dinyatakan tidak layak huni karena struktur pondasi telah terdampak cukup parah akibat bencana pergeseran tanah tersebut. Demi keselamatan, mereka terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Bantargadung, Sihabudin, menyampaikan bahwa retakan pada bangunan terus melebar dari hari ke hari. Hal ini menunjukkan bahwa pergerakan tanah belum sepenuhnya berhenti, sehingga risiko lanjutan masih membayangi warga sekitar.


Sahur dan Buka Puasa dalam Bayang-Bayang Ketidakpastian

Ramadan identik dengan suasana hangat kebersamaan keluarga. Namun bagi para penyintas bencana pergeseran tanah di Kampung Cijarian, momen sahur dan berbuka justru diliputi kecemasan.

Di tempat pengungsian, mereka menjalani ibadah puasa dengan fasilitas terbatas. Setiap rintik hujan yang turun pada malam hari kembali menghadirkan kekhawatiran baru. Warga takut tanah kembali bergerak dan berdampak pada rumah-rumah lain yang masih ditempati.

Kondisi psikologis warga pun menjadi tantangan tersendiri. Anak-anak dan lansia termasuk kelompok paling rentan yang membutuhkan perhatian khusus, baik dari sisi kesehatan maupun dukungan mental.


Data Dampak Bencana Pergeseran Tanah di RT 003 RW 006

Hasil asesmen lapangan terbaru menunjukkan dampak yang cukup signifikan dalam satu lingkungan RT saja. Berikut rinciannya:

  • Rusak Berat (Mengungsi): 3 Kepala Keluarga
    (Keluarga Bp. Sarhini, Ibu Een, dan Bp. Sahir)
  • Rusak Sedang: 2 Kepala Keluarga
    (Keluarga Bp. Lukman dan Bp. Abdul Majid)
  • Rusak Ringan: 3 Kepala Keluarga
    (Keluarga Bp. Herlandi, Ajis Junaedi, dan M. Shisui Al Ghifari)

Secara keseluruhan, belasan jiwa terdampak langsung oleh bencana pergeseran tanah ini. Mereka kini sangat bergantung pada bantuan dari pemerintah daerah, relawan, serta solidaritas masyarakat sekitar.


Kondisi Tanah Masih Labil, Warga Diminta Waspada

Meski cuaca sempat cerah pada Minggu siang, kondisi tanah di Desa Bantargadung dinilai masih labil. Petugas P2BK bersama unsur TNI dan Polri terus melakukan pemantauan intensif untuk mengantisipasi potensi pergerakan susulan.

Koordinasi lintas sektor dilakukan guna memastikan keselamatan warga, termasuk pengamanan lokasi terdampak dan pendataan lanjutan terhadap rumah yang berpotensi mengalami kerusakan tambahan.

Para ahli menilai bahwa wilayah dengan kontur tanah labil dan curah hujan tinggi memang memiliki risiko lebih besar terhadap bencana pergeseran tanah, terutama jika sistem drainase dan resapan air kurang optimal.


Kebutuhan Mendesak Penyintas Bencana Pergeseran Tanah

Di tengah menjalankan ibadah puasa, para penyintas menghadapi berbagai keterbatasan. Beberapa kebutuhan mendesak yang saat ini sangat dibutuhkan antara lain:

  1. Logistik Sembako, terutama untuk kebutuhan sahur dan buka puasa.
  2. Bahan bangunan dan pipa air, karena sebagian akses air bersih terputus akibat pergeseran tanah.
  3. Pengkajian teknis kondisi tanah, guna memastikan apakah wilayah tersebut masih aman untuk dihuni atau perlu relokasi permanen.

Bulan Ramadan yang seharusnya menjadi bulan penuh berkah, kini berubah menjadi ujian berat bagi warga Kampung Cijarian. Mereka berharap ada perhatian lebih dari berbagai pihak agar dapat segera bangkit dari dampak bencana pergeseran tanah ini.


Harapan Warga: Bangkit dan Kembali ke Rumah yang Aman

Di balik keterbatasan dan kecemasan, semangat warga untuk bertahan tetap menyala. Mereka berharap rumah yang rusak dapat diperbaiki atau dibangun kembali dengan struktur yang lebih aman dan tahan terhadap risiko pergerakan tanah.

Ramadan adalah bulan kesabaran dan kepedulian. Bagi warga Kampung Cijarian, kesabaran itu kini benar-benar diuji. Mereka berpuasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan rasa cemas atas tanah yang belum sepenuhnya stabil.

Solidaritas dan kepedulian publik diharapkan menjadi jembatan harapan, agar para penyintas bencana pergeseran tanah ini dapat kembali menjalani kehidupan normal dengan rasa aman dan tenang. (KH)

  • Penulis: KangHasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Proyek Mangkrak di Sukabumi: Gedung Rp181 Miliar Terbengkalai.

    Proyek Mangkrak di Sukabumi: Gedung Rp181 Miliar Terbengkalai.

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA SUKABUMI – Proyek mangkrak di Sukabumi, sebuah gedung megah enam lantai yang dibangun menggunakan anggaran lebih dari Rp181 miliar dari APBD Kabupaten Sukabumi hingga kini belum juga difungsikan. Alih-alih menjadi pusat pelayanan publik modern, bangunan yang berdiri di Jalan Jenderal A. Yani, Kompleks GOR Palabuhanratu, itu justru terbengkalai dan menunjukkan tanda-tanda kerusakan serius. […]

  • Wibawa Guru Direndahkan: Buah Sistem Pendidikan Sekuler Kapitalistik

    Wibawa Guru Direndahkan: Buah Sistem Pendidikan Sekuler Kapitalistik

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Merosotnya adab siswa menjadi bukti gagalnya sistem pendidikan sekuler dalam memuliakan guru dan akhlak.

  • Bayar Pajak Kini Makin Mudah, Bapenda Sukabumi Hadirkan Layanan Digital dan Hadiah Umroh

    Bayar Pajak Kini Makin Mudah, Bapenda Sukabumi Hadirkan Layanan Digital dan Hadiah Umroh

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA SUKABUMI – Pajak yang dibayarkan masyarakat kepada pemerintah, baik pusat maupun daerah, sejatinya kembali lagi untuk kepentingan publik. Mulai dari pembangunan infrastruktur, layanan pendidikan, kesehatan, hingga perlindungan sosial. Di Kabupaten Sukabumi, peran pajak menjadi tulang punggung pembiayaan pembangunan daerah yang berkelanjutan. Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sukabumi mencatat sedikitnya terdapat lima manfaat utama […]

  • Hasil Akhir PSM Makassar vs Persib Bandung: Julio Cesar Jadi Pahlawan

    Hasil Akhir PSM Makassar vs Persib Bandung: Julio Cesar Jadi Pahlawan

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Hasil akhir PSM Makassar vs Persib Bandung berakhir 1-2. Julio Cesar jadi pahlawan kemenangan Persib lewat gol dramatis di injury time.

  • Bakesbangpol Ciamis - LIterasi Politik Desa

    Bakesbangpol Ciamis: Literasi Politik Jadi Kunci Demokrasi Desa

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle Admin Wartaloka
    • visibility 76
    • 0Komentar

    wartaloka.com, BERITA. Pentingnya literasi politik khususnya bagi penguatan demokrasi di tingkat dewa kembali mendapat sorotan dari Kaban Bakesbangpol Ciamis, DR. R. Yadi Tisyadi, S.E., M.Si.. Ia menegaskan bahwa kualitas demokrasi tidak hanya ditentukan oleh proses pemilu, tetapi oleh seberapa paham warga desa terhadap hak, kewajiban, serta peran mereka dalam penyelenggaraan pemerintahan. Pemahaman yang benar, katanya, […]

  • 3 Pekan Tanpa Jawaban, Pedagang Pasar Cikurubuk Bersiap Gelar Aksi

    3 Pekan Tanpa Jawaban, Pedagang Pasar Cikurubuk Bersiap Gelar Aksi

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA – Kekecewaan para Pedagang di Pasar Cikurubuk terhadap pemerintah daerah disebut semakin meningkat. Setelah hampir tiga pekan sejak surat resmi disampaikan kepada Wali Kota Tasikmalaya, para pedagang mengaku belum menerima tanggapan dari pemerintah kota. Situasi tersebut mendorong para pedagang bersama sejumlah elemen masyarakat menyiapkan langkah lanjutan berupa aksi massa yang direncanakan berlangsung […]

expand_less