Strategi Swasembada Pangan Tasikmalaya Dimulai dari Siswa
- account_circle KangHasan
- calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
- visibility 135
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA – Upaya mewujudkan swasembada pangan Tasikmalaya kini tidak lagi sebatas wacana kebijakan. Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mulai menanamkan konsep kemandirian pangan langsung dari lingkungan sekolah melalui peluncuran gerakan satu siswa satu pohon di Kecamatan Cikalong.
Program yang diresmikan Bupati Tasikmalaya, H. Cecep Nurul Yakin, ini menjadi pendekatan baru dalam membangun ketahanan pangan jangka panjang dengan melibatkan generasi muda sebagai aktor utama.
Ketahanan Pangan Dimulai dari Edukasi
Bupati Cecep menegaskan bahwa fluktuasi harga pangan dan ketergantungan pasokan dari luar daerah harus diantisipasi sejak dini. Sekolah dipilih sebagai basis gerakan karena dinilai efektif membentuk pola pikir dan kebiasaan.
“Anak-anak harus dikenalkan bahwa pangan tidak tiba-tiba ada di pasar. Ada proses panjang yang harus dijaga bersama,” tegasnya.
Pendekatan edukatif ini diyakini mampu menciptakan kesadaran kolektif yang berdampak langsung pada stabilitas pangan daerah.
Gerakan Satu Siswa Satu Pohon Bukan Seremonial
Program ini menyatu dengan kebijakan Tasik Hejo dan Instruksi Bupati tentang penghijauan sekolah. Setiap siswa diwajibkan menanam dan merawat pohon sebagai bentuk tanggung jawab lingkungan dan pangan.
Empat sekolah di wilayah selatan Tasikmalaya dipilih sebagai pilot project, sekaligus menjadi tolok ukur efektivitas program sebelum diterapkan secara masif.
Kolaborasi Jadi Kunci Swasembada
Keterlibatan Yayasan Swatantra Pangan Nusantara, dunia usaha, dan unsur Forkopimda memperlihatkan bahwa swasembada pangan bukan semata tugas pemerintah.
Model kolaboratif ini diharapkan mampu mempercepat tercapainya swasembada pangan Tasikmalaya yang mandiri, berkelanjutan, dan berbasis potensi lokal. (KH)
- Penulis: KangHasan
