Harga Pertamax Naik, Pengguna Kendaraan Harus Rogoh Kocek Lebih Dalam
- account_circle KangHasan
- calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
- visibility 43
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Wartaloka, BERITA NASIONAL – Kenaikan harga Pertamax mulai berdampak langsung pada pengeluaran masyarakat. Dengan harga terbaru mencapai Rp16.250 per liter, pengendara yang biasa mengisi penuh tangki kendaraan sebanyak 40 liter kini harus mengeluarkan biaya sekitar Rp650.000 dalam sekali pengisian.
Sebelum penyesuaian harga diberlakukan, biaya untuk pengisian dengan jumlah yang sama hanya sekitar Rp492.000. Artinya, terdapat tambahan pengeluaran sekitar Rp158.000 setiap kali mengisi penuh tangki kendaraan menggunakan Pertamax.
Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan biaya transportasi masyarakat maupun dunia usaha, terutama apabila tren kenaikan harga energi global masih terus berlanjut dalam beberapa waktu ke depan.
Pengamat energi menilai pemerintah perlu menjaga keseimbangan antara keberlanjutan bisnis energi nasional dan daya beli masyarakat agar dampak kenaikan harga BBM tidak memberikan tekanan berlebihan terhadap aktivitas ekonomi.
Pertalite Diperkirakan Tetap Jadi Pilihan Masyarakat
Di tengah kenaikan harga Pertamax, harga Pertalite masih belum mengalami perubahan. Situasi ini diperkirakan akan membuat konsumsi BBM bersubsidi tetap tinggi di kalangan masyarakat.
Saat ini selisih harga Pertalite dengan Pertamax mencapai sekitar Rp6.250 per liter. Perbedaan harga yang cukup jauh tersebut membuat sebagian pengguna kendaraan pribadi mulai mempertimbangkan kembali pilihan bahan bakar yang digunakan.
Di sejumlah daerah, kenaikan harga Pertamax juga mulai memicu keluhan masyarakat. Banyak pengguna kendaraan mengaku biaya operasional kendaraan meningkat, terutama bagi mereka yang memiliki mobil dengan konsumsi BBM relatif tinggi.
Meski demikian, pemerintah hingga kini belum memberikan sinyal adanya perubahan harga Pertalite maupun Biosolar dalam waktu dekat.
Pertamina Pastikan Pasokan BBM Tetap Aman
Di tengah kenaikan harga tersebut, Pertamina memastikan pasokan BBM di seluruh jaringan SPBU tetap aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
Perusahaan menjamin distribusi Pertamax maupun Pertamax Green berjalan normal tanpa gangguan. Masyarakat juga diimbau untuk memperoleh informasi harga BBM terbaru melalui kanal resmi perusahaan, termasuk aplikasi MyPertamina dan layanan informasi Pertamina Patra Niaga.
“Kami memastikan pasokan Pertamax dan Pertamax Green tetap aman serta tersedia di seluruh jaringan SPBU Pertamina,” kata Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga, Robertth MV Dumatubun.
Penyesuaian Harga Mengacu Formula Pemerintah
Robertth menjelaskan bahwa penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui evaluasi berdasarkan formula yang telah ditetapkan pemerintah.
Menurutnya, keputusan tersebut mempertimbangkan berbagai faktor, mulai dari perkembangan harga minyak mentah dunia, nilai tukar rupiah, hingga kondisi pasar energi internasional yang mengalami volatilitas dalam beberapa pekan terakhir.
“Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kebijakan harga BBM nonsubsidi tetap mengacu pada mekanisme pasar dan regulasi yang berlaku guna mendukung keberlanjutan pasokan energi nasional. (kh)
- Penulis: KangHasan
