Persib Juara Paruh Musim, Tapi Thom Haye Ungkap Fakta Mengejutkan
- account_circle KangHasan
- calendar_month Senin, 12 Jan 2026
- visibility 11
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Wartaloka, BERITA JABAR – Persib Bandung menutup paruh musim BRI Super League 2025/26 dengan hasil sempurna. Kemenangan tipis 1-0 atas Persija Jakarta dalam laga sarat gengsi bertajuk El Clasico Indonesia mengantarkan Maung Bandung ke puncak klasemen sekaligus menyabet gelar juara paruh musim.
Kemenangan ini disambut antusias ribuan Bobotoh. Atmosfer stadion dinilai luar biasa dan kembali menunjukkan besarnya kecintaan masyarakat Jawa Barat terhadap sepak bola.
Namun, di balik euforia kemenangan tersebut, muncul cerita lain yang justru mengundang keprihatinan.
Thom Haye Bangga, Tapi Sedih dengan Perilaku Tak Terpuji
Gelandang Persib Bandung, Thom Haye, mengungkapkan perasaannya melalui akun Instagram pribadinya, @thomhaye. Pemain Tim Nasional Indonesia itu mengaku bangga dengan performa tim dan dukungan suporter.
“Kami memenangkan derbi hari ini dan saya bangga dengan tim kami dan Bobotoh. Saya benar-benar percaya sepak bola Indonesia memiliki potensi. Semangat dan atmosfernya istimewa,” tulis Haye, Minggu (11/1/2026).
Namun, Haye juga menyoroti berbagai insiden negatif yang kerap muncul dalam pertandingan besar. Menurutnya, sepak bola seharusnya menjadi ruang hiburan dan pemersatu, bukan ajang permusuhan.
Ia bahkan menyayangkan jika sikap tidak sportif justru datang dari para pelaku sepak bola sendiri, termasuk pemain di lapangan.
Keluarga Thom Haye Dapat Teror Ancaman
Pernyataan Haye menjadi semakin serius ketika ia mengungkap fakta mengejutkan. Ia menyebut keluarganya menerima pesan teror bernuansa ancaman pembunuhan setelah laga Persib vs Persija.
“Saya bisa menerima banyak hal sebagai seorang profesional, tetapi saya ingin dengan hormat meminta orang-orang yang mengirimkan harapan kematian dan pesan-pesan mengerikan kepada keluarga saya untuk berhenti,” tegasnya.
Haye menegaskan bahwa rivalitas klub seharusnya berhenti selama 2×45 menit di atas lapangan. Di luar itu, semua pihak tetaplah sesama manusia dan bagian dari satu bangsa.
“Sepak bola seharusnya tidak pernah sampai sejauh itu. Mari kita bangun lingkungan sepak bola yang lebih baik untuk masa depan sepak bola Indonesia,” tutup Haye.
Prestasi dan Pekerjaan Rumah Sepak Bola Indonesia
Kemenangan Persib atas Persija pun meninggalkan dua catatan penting: prestasi membanggakan di papan klasemen, sekaligus pekerjaan rumah besar bagi dunia sepak bola nasional untuk menjaga rivalitas tetap dalam batas sportivitas dan kemanusiaan. (KH)
-ulah kajurung ku nafsu, ieu ajang olahraga, ajang sportivitas ulah dikotoran ku hal-hal anu teu sportif”-
- Penulis: KangHasan
