Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Pemkot Bandung Serius Bangun Ketahanan Mental Pelajar, Sekolah Tak Lagi Sekadar Tempat Belajar

Pemkot Bandung Serius Bangun Ketahanan Mental Pelajar, Sekolah Tak Lagi Sekadar Tempat Belajar

  • account_circle KangHasan
  • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
  • visibility 221
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wartaloka, BERITA BANDUNGPemerintah Kota Bandung semakin menegaskan komitmennya dalam membangun ketahanan mental dan karakter pelajar. Melalui Dinas Pendidikan (Disdik), Pemkot mendorong penguatan kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) agar penanganan persoalan psikologis anak dilakukan secara menyeluruh, tidak parsial, dan berkelanjutan.

Langkah ini sejalan dengan arahan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, yang menilai bahwa kesehatan mental anak sama pentingnya dengan capaian akademik. Sekolah, menurutnya, tidak boleh dipersempit hanya sebagai ruang transfer ilmu, tetapi juga sebagai lingkungan aman untuk pembentukan karakter dan penguatan mental peserta didik, terutama pada jenjang TK, SD, hingga SMP.

Pemkot menilai fase usia tersebut sebagai periode krusial yang akan menentukan arah perkembangan anak, baik secara emosional, sosial, maupun psikologis.

Program Karakter dan Bela Negara Jadi Fondasi Awal

Kepala Disdik Kota Bandung, Asep Saeful Gufron, menjelaskan bahwa upaya penguatan kesehatan mental siswa sejatinya telah dimulai sejak 2025. Salah satu program utama yang dijalankan adalah penguatan karakter berbasis bela negara dengan melibatkan unsur TNI dan Polri.

Program ini dirancang untuk membentuk pola pikir positif, menanamkan nilai kemandirian dan tanggung jawab, serta meningkatkan daya tahan mental siswa agar tidak mudah terpengaruh tekanan, provokasi, maupun intimidasi di lingkungan sosial mereka.

“Tahun lalu kami prioritaskan untuk siswa kelas 9 SMP karena mereka berada di fase paling rentan. Program ini bertujuan membangun ketahanan mental agar anak-anak tidak mudah goyah,” ujar Asep, Jumat, 6 Februari 2026.

Disdik menilai pendekatan karakter ini penting sebagai pondasi awal sebelum intervensi lanjutan dilakukan melalui layanan psikologis yang lebih spesifik.

Kolaborasi OPD, Pendekatan Menyeluruh

Dalam implementasinya, Disdik Kota Bandung tidak bekerja sendiri. Sejumlah OPD dilibatkan untuk memastikan penanganan kesehatan mental anak berjalan komprehensif. Di antaranya Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), serta Dinas Sosial (Dinsos).

Kolaborasi ini mencerminkan kesadaran dari Pemerintah Kota Bandung bahwa persoalan kesehatan mental anak berkaitan erat dengan faktor kesehatan, perlindungan, hingga kondisi sosial keluarga dan lingkungan sekitar.

“Masalah kesehatan mental tidak bisa ditangani satu sektor saja. Harus kolaboratif, karena menyentuh banyak aspek kehidupan anak,” tegas Asep.

Guru BK Diperkuat, Deteksi Dini Jadi Kunci

Selain program karakter, Disdik Kota Bandung juga memperkuat peran guru Bimbingan Konseling (BK) sebagai garda terdepan deteksi dini persoalan psikologis siswa. Seluruh guru BK se-Kota Bandung direncanakan mengikuti pelatihan khusus dengan melibatkan Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi).

Melalui pelatihan ini, guru BK diharapkan mampu mengenali perubahan perilaku, pola pikir, serta potensi risiko kesehatan mental pada siswa sejak tahap awal.

“Usia SMP sangat rentan. Tergantung bagaimana kita mengarahkan dan mengisi pola pikir mereka. Guru BK harus punya kapasitas lebih untuk membaca tanda-tandanya,” ujar Asep.

Pendampingan hingga Rujukan Khusus

Di luar peran guru BK, Disdik juga mengandalkan tenaga psikolog untuk melakukan asesmen mendalam terhadap siswa yang terindikasi mengalami gangguan kesehatan mental. Hasil asesmen tersebut menjadi dasar penentuan langkah lanjutan, mulai dari pendampingan intensif di sekolah hingga rujukan ke layanan pendidikan atau kesehatan yang lebih sesuai.

Bagi siswa yang masih memungkinkan mengikuti pembelajaran reguler, pendampingan akan dilakukan secara khusus. Sementara siswa dengan kemampuan jauh di bawah rata-rata akan dikoordinasikan dengan orang tua untuk kemungkinan rujukan ke sekolah luar biasa (SLB).

Mengacu pada data Dapodik, terdapat ribuan peserta didik penyandang disabilitas di Kota Bandung yang kini menjadi fokus perhatian Disdik, baik di sekolah negeri maupun swasta.

Pemkot Bandung menegaskan bahwa upaya ini merupakan investasi jangka panjang demi melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh secara mental dan emosional. (KH)

  • Penulis: KangHasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • 3 Pekan Tanpa Jawaban, Pedagang Pasar Cikurubuk Bersiap Gelar Aksi

    3 Pekan Tanpa Jawaban, Pedagang Pasar Cikurubuk Bersiap Gelar Aksi

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA – Kekecewaan para Pedagang di Pasar Cikurubuk terhadap pemerintah daerah disebut semakin meningkat. Setelah hampir tiga pekan sejak surat resmi disampaikan kepada Wali Kota Tasikmalaya, para pedagang mengaku belum menerima tanggapan dari pemerintah kota. Situasi tersebut mendorong para pedagang bersama sejumlah elemen masyarakat menyiapkan langkah lanjutan berupa aksi massa yang direncanakan berlangsung […]

  • Persib Juara Paruh Musim, Tapi Thom Haye Ungkap Fakta Mengejutkan

    Persib Juara Paruh Musim, Tapi Thom Haye Ungkap Fakta Mengejutkan

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 211
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA JABAR – Persib Bandung menutup paruh musim BRI Super League 2025/26 dengan hasil sempurna. Kemenangan tipis 1-0 atas Persija Jakarta dalam laga sarat gengsi bertajuk El Clasico Indonesia mengantarkan Maung Bandung ke puncak klasemen sekaligus menyabet gelar juara paruh musim. Kemenangan ini disambut antusias ribuan Bobotoh. Atmosfer stadion dinilai luar biasa dan kembali […]

  • Pemprov Jabar Keluarkan Peringatan Dini DBD, Warga Diminta Waspada

    Pemprov Jabar Keluarkan Peringatan Dini DBD, Warga Diminta Waspada

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 225
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA JAWA BARAT – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) kembali mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lonjakan kasus dan pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD). Peringatan ini disampaikan melalui akun Instagram resmi Humas Jabar sebagai respons terhadap kondisi musim hujan yang masih berlangsung di sejumlah wilayah. DBD merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus […]

  • Isu Superflu di Bandung Bikin Resah, Wali Kota Sampaikan Himbauan

    Isu Superflu di Bandung Bikin Resah, Wali Kota Sampaikan Himbauan

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 216
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BANDUNG – Isu kasus superflu di Bandung yang belakangan ramai diperbincangkan membuat sebagian masyarakat resah. Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan meminta warga tetap tenang dan tidak bereaksi berlebihan. Farhan menegaskan, hingga saat ini belum ada kasus Superflu yang terkonfirmasi secara resmi di Kota Bandung. Informasi tersebut ia sampaikan saat menghadiri […]

  • Dua Remaja Tewas di Selokan Bekasi, Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku

    Dua Remaja Tewas di Selokan Bekasi, Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 232
    • 0Komentar

    Polisi mengamankan empat terduga pelaku setelah dua remaja ditemukan tewas di selokan Jalan Raya Mustikajaya, Kota Bekasi.

  • Mogok Kerja Petugas Perparah Kondisi Krisis Sampah Tasikmalaya

    Mogok Kerja Petugas Perparah Kondisi Krisis Sampah Tasikmalaya

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 243
    • 0Komentar

    Krisis sampah Tasikmalaya 2026 memuncak usai 120 petugas mogok kerja akibat gaji telat, picu penumpukan sampah.

expand_less