Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Rajin OTT, tapi Malas Antisipasi?

Rajin OTT, tapi Malas Antisipasi?

  • account_circle KangHasan
  • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
  • visibility 90
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Biaya Politik dan Lingkaran Patronase

Pengamat tata kelola pemerintahan menilai bahwa akar masalah korupsi daerah tidak hanya terletak pada individu, tetapi juga pada struktur politik.

Biaya politik yang mahal dalam pemilihan kepala daerah membuat kandidat harus mencari dukungan dari berbagai pihak, termasuk pengusaha dan kelompok kepentingan.

Ketika terpilih, muncul tekanan untuk:

  • membalas dukungan politik
  • memberikan proyek kepada relasi tertentu
  • menjaga kepentingan kelompok pendukung

Kondisi ini menciptakan lingkaran patronase yang sulit diputus.

Akibatnya, kebijakan publik sering kali tidak sepenuhnya berpihak pada kepentingan masyarakat, melainkan pada jaringan kekuasaan yang menopang pejabat tersebut.


Krisis Integritas di Hulu Kekuasaan

Pieter Zulkifli juga menilai bahwa persoalan hukum di Indonesia bukan lagi sekadar masalah aturan atau kelembagaan.

Masalah yang lebih mendasar adalah krisis karakter dalam kekuasaan.

Ia mengutip pernyataan Ketua Mahkamah Agung RI, Sunarto, yang pernah menyampaikan kalimat sederhana namun menohok:

“Percuma hakim pintar jika tidak takut kepada Tuhan.”

Menurut Pieter, Indonesia tidak kekurangan orang cerdas di ruang-ruang kekuasaan.

Yang justru langka adalah orang yang memiliki keberanian moral untuk berhenti sebelum melanggar batas.

Dalam banyak kasus, hukum terlihat bekerja di hilir—melalui OTT, penangkapan, dan vonis pengadilan.

Namun di sisi lain, kasus serupa terus muncul dari lembaga yang sama.

“Kita rajin memadamkan api, tetapi membiarkan gudang bensin tetap terbuka,” ujarnya.


Alarm bagi Reformasi Sistem Politik

Rentetan OTT terhadap kepala daerah seharusnya menjadi alarm serius bagi sistem pemerintahan daerah di Indonesia.

Para pakar antikorupsi selama ini mendorong sejumlah langkah penting, antara lain:

  • transparansi penuh dalam pengadaan proyek daerah
  • penguatan pengawasan internal pemerintah daerah
  • reformasi pembiayaan politik dalam pilkada
  • peningkatan integritas pejabat publik

Tanpa pembenahan struktural, kasus serupa berpotensi terus berulang.

Bahkan ketika masyarakat sedang berada dalam momentum religius seperti Ramadhan sekalipun.


Refleksi Moral di Tengah Krisis Kepercayaan

Ramadhan seharusnya menjadi momen refleksi bagi semua pihak, termasuk para pemegang kekuasaan.

Ketika praktik korupsi masih terus terungkap dalam bulan yang identik dengan penguatan moral, pesan yang muncul menjadi sangat jelas:

pemberantasan korupsi tidak cukup hanya dengan penegakan hukum, tetapi juga membutuhkan keberanian moral dan integritas.

Pada akhirnya, jabatan publik bukan sekadar kekuasaan.

Ia adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan—tidak hanya kepada masyarakat, tetapi juga kepada nilai-nilai yang diyakini.

Dan ketika integritas mulai langka di ruang kekuasaan, yang dipertaruhkan bukan hanya uang negara, tetapi juga masa depan kepercayaan publik terhadap demokrasi. (KH)

  • Penulis: KangHasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kabar Terkini Perceraian Ridwan Kamil

    Kabar Terkini Perceraian Ridwan Kamil

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA NASIONAL – Kabar mengenai perceraian Ridwan Kamil resmi berakhir setelah Pengadilan Agama (PA) Kota Bandung mengabulkan gugatan cerai yang diajukan Atalia Praratya, Rabu 7 Januari 2026. Sidang perceraian tersebut digelar secara e-court. Dengan putusan ini, rumah tangga mantan Gubernur Jawa Barat tersebut secara hukum dinyatakan berakhir. Proses persidangan berlangsung tanpa kehadiran publik, sesuai […]

  • Sayap bangkai pesawat menimpa rumah warga

    Puting Beliung di Kemang Bogor Terbangkan Sayap Bangkai Pesawat, puluhan Rumah Warga Rusak.

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle KangHasan
    • visibility 61
    • 0Komentar

    Wartaloka. Berita Bogor – Peristiwa puting beliung di Kemang, Bogor, Jawa Barat, menghebohkan warga pada Senin (29/12/2025) siang. Angin kencang yang datang secara tiba-tiba itu bukan hanya merusak puluhan bangunan, tetapi juga menerbangkan sayap pesawat bekas dari lokasi penampungan atau yang dikenal sebagai kuburan pesawat, hingga menimpa rumah warga. Puting beliung tersebut terjadi di Desa […]

  • Bupati Bogor Tegaskan: Ciliwung Milik Bersama, Warga Diminta Ikut Menjaga

    Bupati Bogor Tegaskan: Ciliwung Milik Bersama, Warga Diminta Ikut Menjaga

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BOGOR – Pemerintah Kabupaten Bogor secara terbuka mengajak masyarakat lintas wilayah untuk tidak lagi bersikap pasif terhadap kondisi Sungai Ciliwung. Ajakan ini menegaskan satu pesan utama: menjaga hulu sungai bukan sekadar tugas pemerintah daerah, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh warga yang menggantungkan hidupnya pada aliran Ciliwung. Pesan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Bogor, […]

  • Bupati Bogor Rudy Susmanto Beri Penghargaan Guru di HGN 2025

    Bupati Bogor Rudy Susmanto Beri Penghargaan Guru di HGN 2025

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • account_circle KangHasan
    • visibility 55
    • 0Komentar

    Wartaloka, Berita Bogor. Peringatan Hari Guru Nasional 2025 di Kabupaten Bogor menjadi momentum penting untuk memberikan apresiasi kepada para insan pendidikan. Bupati Bogor Rudy Susmanto memberikan penghargaan kepada para guru atas dedikasi dan pengabdian mereka dalam mencerdaskan generasi bangsa, pada Upacara Peringatan Hari Guru Nasional 2025 sekaligus HUT PGRI ke-80 tingkat Kabupaten Bogor, yang digelar […]

  • Aset Pemkot Sukabumi yang Baru pun Tak Terlacak

    Aset Pemkot Sukabumi yang Relatif Baru, Ikut Tak Terlacak

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle Admin Wartaloka
    • visibility 66
    • 0Komentar

    wartaloka.com, KUPAS. Persoalan ratusan aset Pemkot Sukabumi yang tidak diketahui keberadaannya ternyata tidak berhenti pada barang lama. Data auditor negara menunjukkan, di antara 351 unit aset yang keberadaannya belum dapat diyakini, terdapat perangkat kerja yang relatif baru, termasuk yang diperoleh dalam beberapa tahun terakhir. Temuan ini penting karena mematahkan anggapan bahwa ketidakjelasan aset semata-mata disebabkan […]

  • sampah-dadaha-tasikmalaya-dlh-bersihkan

    Sampah Dadaha Dibersihkan Semalaman, DLH Tasikmalaya Siap Bergerak ke Cikurubuk

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 52
    • 0Komentar

    DLH Kota Tasikmalaya bekerja hingga malam membersihkan tumpukan sampah di TPS 3R Dadaha. Setelah tuntas, fokus bergeser ke Pasar Cikurubuk.

expand_less