Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Bullying di Pesantren dan Krisis Pendidikan Karakter: Alarm Keras bagi Dunia Pendidikan

Bullying di Pesantren dan Krisis Pendidikan Karakter: Alarm Keras bagi Dunia Pendidikan

  • account_circle KangHasan
  • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
  • visibility 26
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wartaloka, OPINI – Kasus dugaan pembakaran tiga santri oleh seniornya di sebuah pondok pesantren di Lombok Tengah menjadi perhatian publik dan memunculkan keprihatinan mendalam. Peristiwa yang diduga berawal dari praktik bullying di pesantren tersebut tidak hanya meninggalkan luka fisik bagi korban, tetapi juga menimbulkan pertanyaan besar mengenai kondisi pendidikan karakter di lingkungan pendidikan berbasis keagamaan.

Sebagai pendidik, saya merasa sangat terpukul membaca kabar tersebut. Lingkungan yang seharusnya menjadi tempat menanamkan akhlak mulia, kasih sayang, dan ukhuwah Islamiyah justru menjadi lokasi terjadinya tindakan kekerasan yang sulit diterima akal sehat. Kasus ini sekaligus menjadi alarm keras bahwa persoalan bullying di pesantren tidak boleh dianggap sepele.

Kasus Bullying di Pesantren Bukan Peristiwa Tunggal

Kasus yang terjadi di Lombok Tengah tidak dapat dipandang sebagai kejadian terpisah. Data Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2025 terdapat 60 kasus kekerasan di satuan pendidikan. Angka tersebut meningkat tajam dibandingkan 36 kasus pada 2024 dan 15 kasus pada 2023.

Dalam catatan tersebut terdapat 358 korban dan 126 pelaku. Data ini menunjukkan bahwa kekerasan di lingkungan pendidikan sedang mengalami peningkatan yang serius dan membutuhkan perhatian bersama.

Fenomena bullying santri, perundungan di sekolah, hingga kekerasan antar peserta didik menjadi indikasi adanya persoalan mendasar yang belum terselesaikan dalam sistem pendidikan kita.

Mengapa Bullying di Pesantren Bisa Terjadi?

Berdasarkan pengalaman mendampingi peserta didik, bullying tidak muncul secara tiba-tiba. Perilaku tersebut tumbuh ketika pendidikan gagal menanamkan empati, tanggung jawab moral, serta kesadaran spiritual yang kuat.

Saat ini keberhasilan pendidikan sering kali diukur melalui prestasi akademik, nilai ujian, dan kemampuan bersaing. Sementara itu, pembentukan karakter dan akhlak justru kerap ditempatkan sebagai pelengkap.

Akibatnya, lahir generasi yang mungkin unggul secara intelektual, tetapi lemah dalam pengendalian diri. Dalam kondisi seperti itu, budaya senioritas yang seharusnya menjadi sarana pembinaan berubah menjadi alat dominasi. Yang lebih kuat merasa memiliki kuasa untuk menekan yang lemah, sedangkan korban dipaksa menerima perlakuan tidak adil atas nama tradisi.

Di lingkungan pesantren, tantangan ini menjadi lebih kompleks karena para santri hidup bersama selama 24 jam. Jika tidak disertai pengawasan yang baik dan budaya yang sehat, hubungan senior dan junior dapat berubah menjadi ruang terjadinya penyalahgunaan kekuasaan.

Selanjutnya –> krisis pendidikan

  • Penulis: KangHasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jelang Idulfitri, Harga Daging Sapi di Sukabumi Mulai Merangkak Naik

    Jelang Idulfitri, Harga Daging Sapi di Sukabumi Mulai Merangkak Naik

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA SUKABUMI – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, harga daging sapi di Pasar Cibadak, Kabupaten Sukabumi, mulai mengalami kenaikan. Kondisi ini membuat sejumlah pedagang dan pembeli merasakan dampaknya, terutama masyarakat yang tengah mempersiapkan kebutuhan Lebaran. Berdasarkan pantauan di pasar pada Senin (16/3/2026), harga daging sapi yang sebelumnya berada di kisaran Rp130.000 per kilogram, […]

  • Gerakan Pangan Murah Kabupaten Bogor Sukses Distribusi ribuan Ton Pangan

    Gerakan Pangan Murah Kabupaten Bogor Sukses Distribusi ribuan Ton Pangan

    • calendar_month Kamis, 1 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BOGOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor berhasil melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) Istimewa 2025 secara menyeluruh di seluruh wilayah Kabupaten Bogor. Program ini menjadi salah satu langkah strategis Pemkab Bogor dalam menjaga stabilitas harga pangan sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi sepanjang tahun 2025. Sepanjang pelaksanaannya, GPM Istimewa 2025 telah […]

  • Pemkot Bandung Serius Bangun Ketahanan Mental Pelajar, Sekolah Tak Lagi Sekadar Tempat Belajar

    Pemkot Bandung Serius Bangun Ketahanan Mental Pelajar, Sekolah Tak Lagi Sekadar Tempat Belajar

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung semakin menegaskan komitmennya dalam membangun ketahanan mental dan karakter pelajar. Melalui Dinas Pendidikan (Disdik), Pemkot mendorong penguatan kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) agar penanganan persoalan psikologis anak dilakukan secara menyeluruh, tidak parsial, dan berkelanjutan. Langkah ini sejalan dengan arahan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, yang menilai bahwa […]

  • Rusaknya Moral Generasi, Akibat Sistem Pendidikan Kapitalis

    Rusaknya Moral Generasi, Akibat Sistem Pendidikan Kapitalis

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 211
    • 0Komentar

    Kasus pelecehan di kampus dinilai akibat sistem pendidikan kapitalis yang mengabaikan akhlak dan agama.

  • Bukan Satu Anak: Fakta Baru Fenomena Pengemis di Tasikmalaya

    Bukan Satu Anak: Fakta Baru Fenomena Pengemis di Tasikmalaya

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA – Kisah Ns, siswi SD yang berprestasi di sekolah namun mengemis pada malam hari di pusat Kota Tasikmalaya, terus bergulir. Setelah viral dan menyita perhatian publik, fakta-fakta baru terungkap melalui kunjungan langsung aparat kecamatan dan unsur terkait ke rumahnya, ternyata ditemukan beberapa fenomena baru yang menjadi permasalahan mengenai kemiskinan di Kota Tasikmalaya […]

  • Persib Vs Persija di GBLA Polda Jabar siapkan Pengamanan Khusus.

    Persib Vs Persija di GBLA Polda Jabar siapkan Pengamanan Khusus.

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BANDUNG – Polda Jawa Barat mengambil alih langsung komando pengamanan laga Persib Vs Persija yang akan digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (11/1/2026). Langkah ini ditempuh untuk memastikan duel bertajuk El Clasico Indonesia tersebut berjalan aman dan kondusif tanpa gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi […]

expand_less