Bukan Satu Anak: Fakta Baru Fenomena Pengemis di Tasikmalaya
- account_circle KangHasan
- calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
- visibility 67
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA – Kisah Ns, siswi SD yang berprestasi di sekolah namun mengemis pada malam hari di pusat Kota Tasikmalaya, terus bergulir. Setelah viral dan menyita perhatian publik, fakta-fakta baru terungkap melalui kunjungan langsung aparat kecamatan dan unsur terkait ke rumahnya, ternyata ditemukan beberapa fenomena baru yang menjadi permasalahan mengenai kemiskinan di Kota Tasikmalaya ini menjadi lebih kompleks
Jika sebelumnya publik hanya melihat potret ironi di jalanan, kini gambaran persoalan kemiskinan di Kota Tasikmalaya itu terlihat lebih utuh—dan lebih kompleks.
Baca juga: Ranking 2, Tapi Mengemis di Malam Hari?
Kunjungan Langsung: Camat Turun ke Lapangan
Menindaklanjuti pemberitaan yang ramai sejak 25 Februari 2026, Camat Cipedes, Cecep Ridwan, turun langsung ke kediaman Ns di wilayah Kelurahan Panglayungan. Hadir pula Babinkamtibmas serta Kasi Trantib kelurahan setempat.
Dalam pertemuan tersebut, Camat secara tegas menganjurkan agar Ns berhenti mengemis pada malam hari.
“Sayang kalau sampai prestasi sekolahnya sia-sia. Pendidikan harus jadi prioritas,” demikian penekanan yang disampaikan di hadapan keluarga.
Langkah ini menjadi sinyal awal keseriusan pemerintah kecamatan dalam merespons fenomena anak mengemis yang belakangan menjadi sorotan.
Fakta Mengejutkan: Belum Tersentuh Bantuan Sosial
Dari hasil penelusuran di rumahnya, terungkap bahwa keluarga Ns belum terdata sebagai penerima Bantuan Program Keluarga Harapan (PKH). Padahal secara kondisi ekonomi, mereka dinilai layak untuk mendapatkan dukungan tersebut.
Temuan ini memunculkan pertanyaan lanjutan: apakah persoalan kemiskinan di Kota Tasikmalaya juga dipengaruhi oleh ketidaktepatan pendataan?
Camat Cipedes menyatakan akan mengupayakan agar keluarga Ns bisa segera diusulkan masuk dalam skema bantuan yang tersedia. Ia juga mendorong penuh agar Ns tetap fokus sekolah dan tidak lagi turun ke jalan.
selanjutnya –> Di Balik Satu Peristiwa, Tersimpan Realitas yang Lebih Besar…
- Penulis: KangHasan
