Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Bullying di Pesantren dan Krisis Pendidikan Karakter: Alarm Keras bagi Dunia Pendidikan

Bullying di Pesantren dan Krisis Pendidikan Karakter: Alarm Keras bagi Dunia Pendidikan

  • account_circle KangHasan
  • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
  • visibility 235
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Krisis Pendidikan Karakter di Lingkungan Pendidikan

Menurut saya, maraknya bullying di pesantren dan berbagai bentuk kekerasan di sekolah menunjukkan adanya krisis pendidikan karakter yang perlu diakui secara jujur.

Pendidikan karakter seharusnya tidak hanya diajarkan dalam bentuk teori, tetapi diwujudkan dalam budaya sehari-hari. Anak-anak perlu dibimbing untuk memahami bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi moral dan spiritual.

Allah SWT berfirman:

“Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hadid: 4)

Ayat tersebut mengajarkan bahwa setiap perbuatan berada dalam pengawasan Allah SWT. Kesadaran seperti inilah yang seharusnya menjadi benteng utama agar peserta didik tidak melakukan tindakan yang merugikan atau menyakiti orang lain.

Rasulullah SAW juga bersabda:

“Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya. Ia tidak menzaliminya dan tidak membiarkannya dizalimi.” (HR Bukhari dan Muslim)

Hadis tersebut menegaskan bahwa bullying terhadap santri maupun bentuk kekerasan lainnya merupakan tindakan zalim yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam.

Solusi Mengatasi Bullying di Pesantren

Mengatasi kasus bullying di pesantren tidak cukup hanya dengan seminar, slogan anti-kekerasan, atau hukuman administratif. Diperlukan langkah yang lebih mendasar dan berkelanjutan.

1. Memperkuat pendidikan berbasis akidah dan karakter

Tujuan pendidikan tidak hanya menghasilkan lulusan yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepribadian yang baik, berakhlak mulia, serta bertanggung jawab terhadap sesama.

2. Mengubah budaya senioritas menjadi budaya pembinaan

Senior harus diposisikan sebagai pembimbing, pelindung, dan teladan bagi juniornya. Hubungan yang sehat akan membantu menciptakan lingkungan pesantren yang aman dan nyaman.

3. Memperkuat pengawasan lembaga pendidikan

Setiap lembaga pendidikan perlu memiliki mekanisme pengawasan yang efektif untuk mencegah terjadinya bullying, kekerasan fisik, maupun kekerasan psikologis.

4. Memberikan sanksi yang adil dan tegas

Penegakan aturan yang konsisten penting dilakukan agar pelaku menyadari kesalahannya dan kejadian serupa tidak terus berulang.

Bullying di Pesantren Harus Menjadi Momentum Perbaikan

Kasus di Lombok Tengah seharusnya menjadi momentum evaluasi bersama bagi seluruh elemen pendidikan. Kita tidak cukup hanya berduka atau mengecam pelaku, tetapi juga perlu mencari akar persoalan yang memungkinkan kekerasan terjadi.

Selama pendidikan lebih menitikberatkan pada prestasi dibanding pembentukan karakter, selama budaya senioritas yang keliru masih dibiarkan berkembang, dan selama pengawasan belum berjalan optimal, maka risiko terjadinya bullying di pesantren maupun kekerasan di lingkungan pendidikan akan tetap ada.

Sebagai pendidik, saya meyakini bahwa pendidikan yang menempatkan akhlak sebagai tujuan utama akan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki empati, kepedulian, dan tanggung jawab moral. Dengan demikian, pesantren dan lembaga pendidikan dapat kembali menjadi tempat yang aman, menenangkan, dan mampu membentuk generasi berkarakter mulia. (ls/kh) 

-Lilis Suryani (Guru dan Pegiat Literasi)-

  • Penulis: KangHasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkot Bandung Gas Pol Tangani Sampah, Ajak Warga Bergerak

    Pemkot Bandung Gas Pol Tangani Sampah, Ajak Warga Bergerak

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 216
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung mulai mengirim pesan yang lebih tegas kepada warganya: persoalan sampah tidak bisa lagi diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah. Dengan produksi sampah harian yang menembus angka 1.500 ton, Bandung kini berada di persimpangan antara perubahan sistem pengelolaan atau risiko lingkungan yang semakin besar. Berdasarkan informasi yang dibagikan melalui akun Instagram […]

  • Pers Dihina, Pers Ternoda

    Pers Dihina, Pers Ternoda

    • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 56
    • 0Komentar

    Pers dihina saat menjalankan tugas, tetapi ulah oknum juga mencoreng profesi. Di mana batas kritik dan kehormatan jurnalistik?

  • Sayap bangkai pesawat menimpa rumah warga

    Puting Beliung di Kemang Bogor Terbangkan Sayap Bangkai Pesawat, puluhan Rumah Warga Rusak.

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle KangHasan
    • visibility 217
    • 0Komentar

    Wartaloka. Berita Bogor – Peristiwa puting beliung di Kemang, Bogor, Jawa Barat, menghebohkan warga pada Senin (29/12/2025) siang. Angin kencang yang datang secara tiba-tiba itu bukan hanya merusak puluhan bangunan, tetapi juga menerbangkan sayap pesawat bekas dari lokasi penampungan atau yang dikenal sebagai kuburan pesawat, hingga menimpa rumah warga. Puting beliung tersebut terjadi di Desa […]

  • swakka sawala wartawan dan konten kreator aspiratif

    SWAKKA: Komunitas Baru bagi Wartawan dan Konten Kreator

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • account_circle Admin Wartaloka
    • visibility 231
    • 0Komentar

    wartaloka.com, EDITORIAL. Sebuah komunitas baru bernama SWAKKA disepakati untuk berdiri oleh perwakilan sejumlah media di wilayah Priangan Timur. Kesepakatan tersebut lahir setelah diskusi panjang selama hampir empat jam, Rabu (5/11/2025), di Kota Tasikmalaya. SWAKKA merupakan singkatan dari Sawala Wartawan dan Konten Kreator Aspiratif. Kata Sawala diambil dari bahasa Sunda yang berarti musyawarah atau ruang bertukar […]

  • 3 Pekan Tanpa Jawaban, Pedagang Pasar Cikurubuk Bersiap Gelar Aksi

    3 Pekan Tanpa Jawaban, Pedagang Pasar Cikurubuk Bersiap Gelar Aksi

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 208
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA – Kekecewaan para Pedagang di Pasar Cikurubuk terhadap pemerintah daerah disebut semakin meningkat. Setelah hampir tiga pekan sejak surat resmi disampaikan kepada Wali Kota Tasikmalaya, para pedagang mengaku belum menerima tanggapan dari pemerintah kota. Situasi tersebut mendorong para pedagang bersama sejumlah elemen masyarakat menyiapkan langkah lanjutan berupa aksi massa yang direncanakan berlangsung […]

  • Kasus Kuota Haji Makin Panas, KPK Kembali Tahan Dua Tersangka

    Kasus Kuota Haji Makin Panas, KPK Kembali Tahan Dua Tersangka

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 232
    • 0Komentar

    KPK menahan dua tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi kuota haji 2023-2024, yakni Ismail Adham dan Asrul Azis Taba. Total tersangka yang ditahan kini menjadi empat orang.

expand_less