Pro kontra Galian Pasir Cikalong Begini Kata Tokoh Masyarakat
- account_circle KangHasan
- calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
- visibility 41
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA. Polemik galian pasir Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya, kembali menjadi perhatian. Di tengah sorotan mengenai dugaan dampak terhadap lingkungan pesisir, muncul pula pandangan lain dari masyarakat yang meminta persoalan tersebut dilihat secara lebih utuh.
Salah satunya disampaikan H. Kamnan, 60 tahun, tokoh masyarakat Desa Mandalajaya, Kecamatan Cikalong. Menurutnya, pembahasan mengenai aktivitas galian pasir di wilayah tersebut tidak semestinya hanya dilihat dari aktivitas pengerukan material.
Ada aspek ekonomi masyarakat serta kondisi muara yang, menurut dia, juga perlu menjadi bagian dari pembahasan.
Pandangan tersebut menjadi perspektif lain dalam polemik galian pasir Cikalong yang berkembang di masyarakat. Sebab, bagi warga di sekitar kawasan pesisir, aktivitas galian pasir berkaitan dengan berbagai persoalan sekaligus, mulai dari sumber penghasilan, kondisi lingkungan, hingga keadaan muara.
Galian Pasir Cikalong dan Sisi Ekonomi Masyarakat
H. Kamnan mengatakan aktivitas galian pasir memiliki kaitan dengan penghasilan sebagian masyarakat di sekitar lokasi.
Karena itu, menurutnya, pembahasan mengenai kegiatan tersebut perlu mempertimbangkan kondisi ekonomi warga yang merasakan manfaat dari aktivitas tersebut.
Namun, ia juga menegaskan bahwa aspek ekonomi tidak berarti mengabaikan persoalan lingkungan maupun ketentuan yang berlaku.
Dengan demikian, manfaat ekonomi yang disampaikan H. Kamnan perlu dipahami sebagai pandangan dari salah satu tokoh masyarakat, bukan sebagai kesimpulan bahwa seluruh warga mendukung aktivitas galian pasir.
Di sisi lain, ia juga menyinggung pembangunan kirmir yang disebut berkaitan dengan penguatan struktur dinding jalan desa.
Informasi mengenai pembangunan tersebut masih membutuhkan penjelasan lebih lanjut dari pemerintah desa maupun pihak yang menangani pekerjaan tersebut. Masyarakat perlu mengetahui sumber pembiayaan, bentuk pekerjaan, serta apakah terdapat keterkaitan dengan aktivitas yang berlangsung di kawasan galian.
Penjelasan terbuka diperlukan agar berbagai informasi yang berkembang di lapangan dapat diuji berdasarkan data.
Pengerukan Disebut Berkaitan dengan Pendangkalan Muara
Selain sisi ekonomi, H. Kamnan juga menyampaikan pandangannya mengenai kondisi muara di kawasan Cikalong Kabupaten Tasikmalaya.
Menurut keterangan yang disampaikannya kepada redaksi, pengerukan disebut dapat membantu memperdalam alur muara yang mengalami pendangkalan.
Dalam pandangan tersebut, kondisi alur muara perlu diperhatikan karena berkaitan dengan kelancaran aliran air. Pengerukan diharapkan dapat membantu mengurangi potensi genangan maupun banjir.
Meski demikian, hubungan antara pengerukan dan pengurangan risiko banjir tidak bisa langsung dianggap sebagai kesimpulan teknis.
Untuk membuktikan hal tersebut, diperlukan data dan kajian dari instansi yang memiliki kompetensi. Sejumlah faktor perlu diperhitungkan, mulai dari kedalaman muara, tingkat sedimentasi, kapasitas aliran air, kondisi pasang surut, hingga karakteristik kawasan pesisir.
Jika pengerukan memang dilakukan dengan tujuan menangani pendangkalan, data kondisi muara sebelum dan setelah pengerukan akan menjadi informasi penting untuk mengetahui apakah kegiatan tersebut benar-benar memberikan dampak sebagaimana yang diharapkan.
Begitu pula dengan aspek lingkungan. Potensi perubahan terhadap ekosistem pesisir perlu dilihat berdasarkan kajian dan hasil pengawasan, bukan semata-mata berdasarkan asumsi dari salah satu pihak.
Polemik Galian Pasir Cikalong Perlu Dilihat Secara Utuh
Polemik galian pasir Cikalong pada akhirnya tidak cukup dilihat hanya dari posisi mendukung atau menolak.
Ada warga yang mempertanyakan dampak lingkungan. Namun di sisi lain, terdapat pula masyarakat yang melihat adanya aspek ekonomi serta persoalan pendangkalan muara yang perlu diperhatikan.
Kedua perspektif tersebut seharusnya dapat ditempatkan dalam ruang pembahasan yang sama.
Pemerintah memiliki peran penting untuk menjelaskan status kegiatan, dasar aturan yang digunakan, mekanisme pengawasan, serta langkah yang dilakukan untuk memastikan aktivitas di kawasan pesisir tidak menimbulkan dampak yang merugikan masyarakat.
Sementara pihak yang melakukan kegiatan juga perlu terbuka mengenai tujuan pengerukan, metode yang digunakan, lokasi kegiatan, volume material yang dikeruk, serta langkah pengendalian dampak lingkungan.
Dengan informasi tersebut, masyarakat dapat menilai persoalan berdasarkan fakta yang lebih lengkap.
Bukan Sekadar Pro dan Kontra
Pandangan H. Kamnan menambah perspektif dalam melihat polemik galian pasir di Desa Mandalajaya, Kecamatan Cikalong.
Di satu sisi terdapat kepentingan ekonomi masyarakat. Di sisi lain ada kebutuhan untuk menjaga lingkungan dan memastikan kondisi muara tetap berfungsi dengan baik.
Keduanya tidak harus selalu diposisikan sebagai kepentingan yang bertentangan.
Jika pengerukan memang memberikan manfaat dalam mengatasi pendangkalan, manfaat tersebut perlu diperkuat dengan data teknis. Jika aktivitas tersebut memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat, dampaknya juga perlu dijelaskan secara terbuka.
Sebaliknya, apabila terdapat persoalan lingkungan ataupun legalitas, masyarakat berhak mendapatkan penjelasan dari pemerintah dan instansi yang memiliki kewenangan.
Dengan begitu, perdebatan mengenai galian pasir Cikalong tidak berhenti pada narasi pro dan kontra.
Yang dibutuhkan masyarakat adalah kepastian berdasarkan fakta: aktivitas ekonomi tetap diperhatikan, kondisi muara dijaga, lingkungan tidak dikorbankan, dan seluruh kegiatan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Redaksi sangat membuka ruang bagi pemerintah, masyarakat, pihak pengelola, maupun instansi terkait untuk memberikan penjelasan dan hak jawab mengenai aktivitas galian pasir di Cikalong. (kh)
- Penulis: KangHasan
