Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Sabu di Lapas Banceuy Digagalkan, Wanita Hamil Nekat Jadi Kurir

Sabu di Lapas Banceuy Digagalkan, Wanita Hamil Nekat Jadi Kurir

  • account_circle KangHasan
  • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
  • visibility 218
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wartaloka, BERITA BANDUNG – Upaya penyelundupan sabu di Lapas Banceuy, Kota Bandung, kembali terbongkar. Kali ini, petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Banceuy mengamankan seorang wanita hamil yang nekat membawa narkotika jenis sabu dan obat keras saat hendak menjenguk warga binaan.

Peristiwa tersebut terjadi pada pekan ini, saat pelaku datang ke area kunjungan lapas. Sejak awal, petugas menjalankan prosedur pemeriksaan ketat terhadap seluruh pengunjung tanpa terkecuali. Dari pemeriksaan itu, petugas menemukan delapan paket sabu serta sejumlah obat keras yang dibawa masuk secara ilegal.

Pelaku mencoba memanfaatkan kondisi kehamilannya untuk menghindari kecurigaan. Namun, kewaspadaan petugas berhasil menggagalkan aksi tersebut sebelum barang terlarang masuk ke dalam lingkungan lapas.

Modus Lama, Cara Makin Nekat

Dari hasil pemeriksaan dan pendalaman awal, petugas mengungkap bahwa wanita tersebut berperan sebagai kurir. Ia menjalankan tugas atas permintaan seorang warga binaan berinisial MS. Pelaku diminta mengantarkan sabu dan obat keras dengan memanfaatkan momen kunjungan keluarga.

Untuk mengelabui petugas, pelaku menyembunyikan barang haram itu di bagian tubuhnya. Cara ini sengaja dipilih agar tidak mudah terdeteksi saat pemeriksaan awal. Namun, petugas Lapas Banceuy tetap menjalankan pemeriksaan sesuai standar pengamanan yang berlaku.

Kepala Lapas Banceuy Bandung, Eris Ramdani, menegaskan bahwa berbagai modus penyelundupan narkotika masih terus terjadi. Karena itu, pihak lapas tidak pernah mengendurkan pengawasan, termasuk terhadap pengunjung dengan kondisi khusus.

“Petugas tetap profesional menjalankan tugas. Meskipun pelaku dalam kondisi hamil, pemeriksaan tetap dilakukan sesuai prosedur. Dari situlah sabu dan obat keras berhasil ditemukan,” ujar Eris.

Lapas Tegas, Tak Ada Ruang untuk Narkoba

Eris menegaskan, pihaknya tidak memberi toleransi terhadap segala bentuk upaya penyelundupan narkotika. Menurutnya, keberadaan narkoba di dalam lapas bisa merusak program pembinaan dan menciptakan gangguan keamanan.

Kasus sabu di Lapas Banceuy ini sekaligus menjadi pengingat bahwa jaringan narkotika terus mencari celah, bahkan dengan cara-cara yang semakin nekat. Oleh karena itu, Lapas Banceuy berkomitmen meningkatkan deteksi dini dan memperketat pengawasan di seluruh lini.

Atas perbuatannya, pelaku langsung diproses secara hukum dan diserahkan kepada pihak kepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut. Ia dijerat Pasal 114 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.

Pihak Lapas Banceuy berharap masyarakat turut mendukung upaya pemberantasan narkoba dengan tidak mencoba-coba membantu penyelundupan ke dalam lapas. Ulah siga kieu téh lain ngan ngarugikeun diri sorangan, tapi ogé ngabahayakeun lingkungan sabudeureunana. (KH)

  • Penulis: KangHasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aset Pemkot Sukabumi

    Ironi Pengelolaan Aset Pemkot Sukabumi: Lemah Keteladanan

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle Admin Wartaloka
    • visibility 245
    • 0Komentar

    wartaloka.com, KUPAS. Di balik temuan 351 aset Pemkot Sukabumi yang tidak diketahui keberadaannya, tersimpan ironi tata kelola yang tak bisa diabaikan. Data auditor negara menunjukkan, perangkat daerah dengan fungsi strategis dalam pengelolaan keuangan, perencanaan, dan administrasi justru menempati porsi dominan dalam sebaran aset yang belum dapat diyakini keberadaannya. Fakta ini membuat persoalan aset bergerak dari […]

  • Tuntutan Resmi Pedagang Pasar Cikurubuk, HIPPATAS Kirim Surat ke 9 Instansi

    Tuntutan Resmi Pedagang Pasar Cikurubuk, HIPPATAS Kirim Surat ke 9 Instansi

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Admin Wartaloka
    • visibility 213
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA – Langkah advokasi penataan Pasar Cikurubuk memasuki fase krusial. Perkumpulan Himpunan Pedagang Pasar Tasikmalaya (HIPPATAS) resmi mengirimkan surat usulan kebijakan kepada sembilan instansi strategis di Kota Tasikmalaya, Jumat (13/02/2026). Langkah ini menandai eskalasi serius dari tuntutan resmi pedagang Pasar Cikurubuk yang selama ini bergulir di ruang diskusi dan forum internal. Surat tersebut […]

  • Doa Lintas Agama Bandung Sambut 2026 Penuh Harapan Damai

    Doa Lintas Agama Bandung Sambut 2026 Penuh Harapan Damai

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle KangHasan
    • visibility 210
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung menggelar doa bersama lintas agama sebagai bagian dari refleksi akhir tahun menjelang pergantian menuju Tahun Baru 2026. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, tokoh lintas agama, serta para pemuka agama di Kota Bandung, sebagai simbol persatuan dan harmoni di tengah keberagaman. Doa bersama tersebut menjadi momentum spiritual […]

  • Pemprov Jabar Siap Lunasi Utang Pembangunan Rp621 Miliar

    Pemprov Jabar Siap Lunasi Utang Pembangunan Rp621 Miliar

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 249
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA JABAR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat memastikan komitmennya untuk melunasi utang pembangunan Jabar senilai Rp621 miliar yang belum terbayar hingga 2025. Kepastian ini disampaikan langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Dedi menegaskan bahwa kondisi keuangan daerah saat ini dalam keadaan aman dan mencukupi. Anggaran pelunasan utang tersebut bersumber dari Dana Alokasi […]

  • 426 Kasus dalam Empat Bulan, Mengapa Kekerasan terhadap Anak Terus Berulang?

    426 Kasus dalam Empat Bulan, Mengapa Kekerasan terhadap Anak Terus Berulang?

    • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 324
    • 0Komentar

    Data KPAI mencatat 426 kasus kekerasan terhadap anak dalam empat bulan. Mengapa kasus ini terus berulang?

  • Dua Remaja Tewas di Selokan Bekasi, Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku

    Dua Remaja Tewas di Selokan Bekasi, Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 233
    • 0Komentar

    Polisi mengamankan empat terduga pelaku setelah dua remaja ditemukan tewas di selokan Jalan Raya Mustikajaya, Kota Bekasi.

expand_less