Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kupas » BPKPD dan BAPPEDA Paling Bermasalah dalam Aset Pemkot Sukabumi

BPKPD dan BAPPEDA Paling Bermasalah dalam Aset Pemkot Sukabumi

  • account_circle Admin Wartaloka
  • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
  • visibility 167
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

wartaloka.com, KUPAS. Persoalan ratusan aset Pemkot Sukabumi yang tidak diketahui keberadaannya tidak tersebar merata. Data auditor negara menunjukkan, sebaran aset paling dominan terkonsentrasi pada sejumlah perangkat daerah tertentu, terutama Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), serta Sekretariat Daerah (Setda).

Temuan ini memberi lapisan baru dalam membaca persoalan. Jika sebelumnya publik melihat angka total dan jenis aset, kini pertanyaan bergerak ke arah di mana aset paling banyak tidak terlacak dan bagaimana kaitannya dengan fungsi organisasi. Dari pemetaan yang dilakukan auditor, perangkat daerah dengan beban pengelolaan administrasi dan perencanaan justru menempati porsi terbesar.

Pada BPKPD, aset yang tak terlacak didominasi perangkat teknologi informasi—mulai dari laptop dan notebook lintas generasi, PC workstation, hingga tablet. Perangkat-perangkat ini bukan sekadar penunjang, melainkan alat kerja inti untuk pengelolaan keuangan, penyusunan laporan, dan pengolahan data. Sebagian di antaranya tercatat bernilai relatif tinggi dan masih dikategorikan aktif dalam inventaris.

Sementara itu, Bappeda Kota Sukabumi juga menyumbang jumlah signifikan, terutama laptop/notebook dan tablet yang lazim digunakan dalam proses perencanaan, analisis program, serta pengolahan data pembangunan. Sebaran aset di Bappeda menunjukkan pengadaan yang berlangsung lintas tahun, dari perangkat lama hingga yang relatif baru. Fakta bahwa sebagian aset tersebut tak dapat ditunjukkan saat pemeriksaan fisik memunculkan pertanyaan tentang alur penempatan dan pengawasan.

Berbeda dengan dua perangkat daerah tersebut, Setda menonjol pada aset kendaraan dinas, khususnya sepeda motor operasional, meski juga tercatat memiliki perangkat TIK. Karakter sebaran ini memperlihatkan bahwa persoalan tidak tunggal, melainkan berbeda-beda sesuai fungsi dan jenis aset yang dikelola masing-masing unit.

Fungsi Strategis SKPD dan Risiko Pengendalian

Sebaran aset yang terkonsentrasi pada BPKPD dan Bappeda membawa makna strategis. Keduanya merupakan unit kerja dengan peran sentral dalam pengelolaan keuangan dan perencanaan daerah. Ketika aset kerja utama di dua perangkat tersebut tidak dapat diyakini keberadaannya, fungsi pengendalian internal menjadi sorotan.

Data auditor negara mencatat bahwa kondisi ini berkontribusi pada belum optimalnya pemanfaatan data inventaris sebagai alat pengendalian aset. Dengan kata lain, daftar aset ada dan nilainya tercatat, tetapi kepastian fisik dan penguasaan belum sepenuhnya terjamin. Dalam praktik tata kelola, situasi ini berisiko menimbulkan celah—baik berupa ketidaktertiban administrasi maupun potensi pemborosan anggaran.

Sebaran SKPD juga menunjukkan bahwa persoalan tidak berdiri sendiri pada satu unit. Koordinasi lintas perangkat daerah menjadi faktor penting, terutama dalam proses serah-terima barang, mutasi pegawai, hingga pemeliharaan dan pengamanan aset. Tanpa mekanisme yang konsisten, aset mudah berpindah tangan tanpa jejak yang memadai di sistem inventaris.

Auditor negara merekomendasikan agar pemerintah daerah menelusuri dan melaporkan keberadaan seluruh aset yang belum dapat diyakini, sekaligus memperkuat pengawasan pada unit-unit dengan sebaran terbesar. Penekanan ini penting agar pembenahan tidak bersifat umum, melainkan tepat sasaran sesuai karakter masing-masing perangkat daerah.

Bagi publik, pemetaan sebaran ini memberi gambaran yang lebih jernih. Persoalan 351 aset tak terlacak bukan sekadar angka besar di laporan, melainkan cerita tentang bagaimana aset publik dikelola di tingkat unit kerja. Dengan tenggat tindak lanjut yang telah ditetapkan auditor negara, perhatian kini tertuju pada langkah konkret: apakah penelusuran mampu menjawab sebaran masalah ini, dan apakah pembenahan sistem bisa mencegahnya terulang di perangkat daerah yang sama. (AR)

  • Penulis: Admin Wartaloka

Rekomendasi Untuk Anda

  • Film “Pesta Babi”, Kritik yang Dibungkam dalam Demokrasi Kapitalisme

    Film “Pesta Babi”, Kritik yang Dibungkam dalam Demokrasi Kapitalisme

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 237
    • 0Komentar

    Film Pesta Babi memicu polemik usai sejumlah nobar dibubarkan. Kritik terhadap demokrasi kapitalisme, konflik lahan, dan kebebasan berpendapat.

  • Proyek Mangkrak di Sukabumi: Gedung Rp181 Miliar Terbengkalai.

    Proyek Mangkrak di Sukabumi: Gedung Rp181 Miliar Terbengkalai.

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 189
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA SUKABUMI – Proyek mangkrak di Sukabumi, sebuah gedung megah enam lantai yang dibangun menggunakan anggaran lebih dari Rp181 miliar dari APBD Kabupaten Sukabumi hingga kini belum juga difungsikan. Alih-alih menjadi pusat pelayanan publik modern, bangunan yang berdiri di Jalan Jenderal A. Yani, Kompleks GOR Palabuhanratu, itu justru terbengkalai dan menunjukkan tanda-tanda kerusakan serius. […]

  • “Saya Siap Mati, Saya Mau Buka Semua”, Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator dalam Kasus MBG

    “Saya Siap Mati, Saya Mau Buka Semua”, Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator dalam Kasus MBG

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Sony Sonjaya mengajukan Justice Collaborator. Elza Syarief menyebut kliennya siap membuka informasi terkait perkara MBG.

  • Polemik Padel Kota Tasikmalaya Temukan Titik Terang

    Polemik Padel Kota Tasikmalaya Temukan Titik Terang

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA – Polemik perizinan lapangan padel di Kota Tasikmalaya akhirnya memasuki babak penyelesaian. Setelah beberapa waktu menjadi sorotan publik dan memicu inspeksi dari DPRD, persoalan tersebut dibahas secara terbuka dalam pertemuan antara Komisi III DPRD dan para pengelola lapangan padel. Isu ini mencuat seiring pesatnya pertumbuhan olahraga padel di Kota Tasikmalaya dalam beberapa […]

  • Walikota Bandung mengaskan pelarangan menyalakan kembang api di Tahun Baru 2026

    Pemkot Bandung: Tahun Baru 2026 Tanpa Kembang Api,

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle KangHasan
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Wartaloka. BERITA BANDUNG – Perayaan Tahun Baru 2026 tanpa kembang api resmi diberlakukan di seluruh wilayah Kota Bandung. Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melarang warga menyalakan petasan dan kembang api pada malam pergantian tahun sebagai langkah menjaga keamanan, ketertiban, serta kenyamanan masyarakat. Kebijakan tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, pada Selasa, 30 Desember […]

  • Viral, Petani Cineam Mengaku Diminta Tinggalkan Lahan Eks HGU, TNI Beri Respons

    Viral, Petani Cineam Mengaku Diminta Tinggalkan Lahan Eks HGU, TNI Beri Respons

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Video petani di lahan eks HGU PT Wiria Cakra, Cineam, Tasikmalaya viral. TNI menyatakan sedang melakukan pengecekan terkait kejadian tersebut.

expand_less