Raksa Budaya Santun Tasik Oktober Festival 2025
- account_circle Deni Heryanto
- calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
- visibility 10
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
wartaloka.com, BERITA. Semangat kebudayaan dan kebersamaan terasa kuat dalam gelaran Tasik Oktober Festival 2025 yang berlangsung di Lapang Karangsambung, Kecamatan Cibeureum, Selasa (21/10/2025). Ribuan warga dari berbagai penjuru kota tumpah ruah menikmati rangkaian acara Raksa Budaya Santun yang menjadi salah satu agenda utama festival tersebut. Anak-anak, remaja, hingga orang tua larut dalam suasana penuh warna, iringan musik tradisional, serta ragam ekspresi seni khas Tasikmalaya.
Kehadiran Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan bersama Wakil Wali Kota Rd Diky Chandra Negara menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pelestarian budaya lokal. Di hadapan masyarakat, Viman menyampaikan bahwa Tasik Oktober Festival 2025 bukan sekadar perayaan, tetapi ruang penting untuk menanamkan rasa cinta dan bangga terhadap jati diri daerah.
“Budaya adalah jati diri bangsa. Melalui kegiatan ini, kita ingin menanamkan rasa cinta dan bangga terhadap budaya Tasikmalaya, sekaligus memperkuat karakter generasi muda agar tidak tercerabut dari akar tradisi,” ujar Viman dengan penuh harap.
Bagi banyak warga, festival ini menjadi momen kebersamaan yang dirindukan. Mereka tidak hanya datang untuk menonton, tetapi juga merasakan kembali nilai-nilai kearifan lokal yang diwariskan turun-temurun. Suasana hangat terlihat ketika orang tua menjelaskan makna tarian atau pakaian adat kepada anak-anak mereka, menjadikan Tasik Oktober Festival 2025 sebagai ruang belajar yang hidup.
Panggung Seni, Kreativitas, dan Harapan Generasi Muda
Beragam pertunjukan seni tradisional mewarnai Tasik Oktober Festival 2025 Tasikmalaya, mulai dari tari-tarian khas Sunda, musik tradisional, hingga parade budaya yang melibatkan pelajar, seniman, dan komunitas dari berbagai kecamatan. Tak hanya itu, pameran kerajinan tangan dan kuliner khas daerah turut menjadi daya tarik, menghadirkan cita rasa lokal yang membangkitkan nostalgia sekaligus kebanggaan.
Wakil Wali Kota Rd Diky Chandra Negara menegaskan bahwa pelestarian budaya bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Menurutnya, keterlibatan aktif masyarakat menjadi kunci agar nilai-nilai budaya tetap hidup dan relevan dengan perkembangan zaman.
“Kami berharap Raksa Budaya Santun dalam Tasik Oktober Festival 2025 bisa menjadi agenda tahunan yang melibatkan lebih banyak komunitas seni dan pelaku budaya lokal,” ujarnya.
Bagi generasi muda, festival ini menjadi panggung ekspresi sekaligus ruang untuk menunjukkan kreativitas. Banyak pelajar terlibat langsung dalam parade budaya dan pertunjukan seni, memberi mereka kesempatan untuk mengenal budaya Sunda lebih dekat, bukan hanya dari buku pelajaran, tetapi dari pengalaman nyata di tengah masyarakat.
Dengan antusiasme masyarakat yang tinggi, Tasik Oktober Festival 2025 membuktikan bahwa budaya bukan warisan masa lalu yang ditinggalkan, melainkan napas kehidupan yang terus dijaga dan dirayakan bersama.
Pemerintah Kota Tasikmalaya berharap, melalui Tasik Oktober Festival 2025 , semangat pelestarian budaya dapat terus tumbuh dan mengakar. Lebih dari sekadar hiburan, festival ini diharapkan menjadi kekuatan sosial yang mempererat persatuan, membangun kebanggaan daerah, serta memperkuat posisi Tasikmalaya sebagai kota budaya yang berkarakter dan berdaya saing.(DH)
- Penulis: Deni Heryanto
