Depo BRT Bandung Raya Dimulai: Terminal Cicaheum Beralih Fungsi
- account_circle KangHasan
- calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
- visibility 32
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Wartaloka, BERITA BANDUNG – Program Depo BRT Bandung Raya menjadi tonggak penting dalam transformasi transportasi massal di kawasan Bandung Raya.
Pemerintah mulai menggeser sistem operasional terminal menuju konsep “satu pintu” yang terintegrasi, dengan dampak langsung pada perubahan fungsi Terminal Cicaheum dan penguatan peran Terminal Leuwipanjang.
Perubahan ini merupakan bagian dari proyek besar yang mencakup Kota Bandung, Cimahi, Kabupaten Bandung, Bandung Barat, hingga sebagian Sumedang.
Tujuannya jelas: meningkatkan efisiensi, konektivitas, dan kenyamanan transportasi publik berbasis Bus Rapid Transit (BRT).

Terminal Cicaheum Beralih Jadi Depo BRT
Sebagai pusat perubahan, Terminal Cicaheum direncanakan tidak lagi melayani bus antarkota (AKAP/AKDP).
Mulai 2027, terminal ini akan sepenuhnya dialihfungsikan menjadi depo utama BRT Bandung Raya.
Langkah ini diambil untuk mendukung operasional sistem BRT yang lebih modern, termasuk integrasi jalur dan manajemen armada yang lebih terpusat.
Namun, kebijakan ini juga memunculkan dinamika sosial, terutama penolakan dari sebagian warga dan pelaku usaha transportasi yang selama ini menggantungkan aktivitas di kawasan tersebut.
Leuwipanjang Jadi Pusat Baru Operasional Bus
Sebagai konsekuensi dari perubahan tersebut, seluruh aktivitas naik-turun penumpang bus antarkota dipindahkan ke Terminal Leuwipanjang.
Perpindahan ini mulai dilakukan secara bertahap dan ditargetkan rampung setelah masa Angkutan Lebaran Idulfitri 2026.
Terminal Leuwipanjang kini diproyeksikan menjadi pusat utama transportasi darat di Bandung, dengan lonjakan penumpang yang diperkirakan mencapai hingga 12 ribu orang per hari saat musim liburan.
PO Besar Mulai Bangun Lounge Eksklusif
Sejumlah perusahaan otobus (PO) besar sudah mulai beradaptasi dengan perubahan ini. Nama-nama seperti:
- PO Budiman
- PO Sugeng Rahayu
- PO Sinar Jaya
- PO Gunung Harta
- PO Eka Mira
- PO Primajasa
telah membuka perwakilan hingga membangun lounge eksklusif di dalam area terminal.
Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan penumpang, termasuk menyediakan ruang tunggu yang lebih layak bagi penumpang dan kru bus.
Fasilitas Modern dan Penataan Ulang Terminal
Pengelola Terminal Leuwipanjang juga melakukan berbagai peningkatan fasilitas, mulai dari:
- Penambahan toilet dan shower
- Penyediaan loker penyimpanan
- Penataan ulang jalur keberangkatan
- Optimalisasi area parkir bus
Semua ini dirancang untuk mengantisipasi lonjakan aktivitas sekaligus menjaga kelancaran arus kendaraan di dalam terminal.
Dampak Ekonomi Lokal Tetap Dijaga
Di tengah modernisasi besar-besaran ini, pihak pengelola memastikan bahwa aktivitas ekonomi warga sekitar tidak terganggu. Akses menuju area pedagang tetap dipertahankan agar roda ekonomi lokal tetap berjalan.
Pendekatan ini menjadi penting untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan infrastruktur dan keberlangsungan ekonomi masyarakat kecil.
Proyek Besar dengan Jangkauan Luas
Depo BRT Bandung Raya tidak hanya berfokus pada terminal, tetapi juga mencakup pembangunan sekitar 232 titik halte di 22 kecamatan. Proyek ini telah dimulai sejak 2025 dan terus dikebut hingga 2026.
Terminal Leuwipanjang sendiri sudah mulai difungsikan sebagai depo BRT dengan kapasitas awal sekitar 29 unit bus, menjadikannya pusat operasional strategis dalam sistem transportasi baru ini.
Transformasi Besar Transportasi Bandung
Perubahan menuju sistem Depo BRT Bandung Raya menandai babak baru transportasi publik di Bandung. Meski diwarnai tantangan sosial, langkah ini diyakini akan membawa dampak positif dalam jangka panjang, mulai dari efisiensi perjalanan hingga peningkatan kualitas layanan bagi masyarakat.
Dengan perpindahan operasional bus ke Leuwipanjang dan transformasi Cicaheum, wajah transportasi Bandung kini benar-benar sedang dibentuk ulang menuju sistem yang lebih modern dan terintegrasi.(KH)
- Penulis: KangHasan
