Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Kemandirian Warga di Cisolok: Saat Penyintas Bergerak Tanpa Menunggu Negara

Kemandirian Warga di Cisolok: Saat Penyintas Bergerak Tanpa Menunggu Negara

  • account_circle KangHasan
  • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
  • visibility 77
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wartaloka, BERITA SUKABUMIKemandirian warga di Dusun Citiis, Desa Gunung Karamat, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, pada akhirnya menjadi cermin reflektif bagi para pemangku kebijakan. Bukan sekadar tentang absennya bantuan, tetapi tentang kecepatan respons dan keberpihakan nyata terhadap masyarakat terdampak bencana.

Di bawah terik matahari cucuran keringat warga, suara cangkul dan sekop beradu dengan tanah menjadi irama kemandirian warga dalam melakukan langkah nyata untuk mewujudkan harapan mereka. Di lokasi inilah, 35 Kepala Keluarga (KK) penyintas bencana tanah bergerak menunjukkan sebuah pesan kuat: kemandirian warga mampu bergerak lebih cepat dibandingkan berbagai aturan “yang mengikat” atas nama prosedural dalam aturan tata laksana kepemerintahan.

Pada Jumat (16/01/2026), warga terlihat bahu-membahu melakukan cut and fill serta pembangunan pondasi hunian tetap di lahan relokasi. Yang membuatnya berbeda, proses ini tidak digerakkan oleh dana besar dari APBD atau program bantuan pemerintah, melainkan dari iuran swadaya masyarakat desa, keringat bersama, dan solidaritas antarwarga.

Bagi mereka, menunggu bukanlah pilihan. Kebutuhan akan tempat tinggal yang aman jauh lebih mendesak dibandingkan janji-janji bantuan yang tak kunjung tiba.

Swadaya dan Solidaritas, Fondasi Kemandirian Warga

Kepala Desa Gunung Karamat, Subaeta, menegaskan bahwa seluruh persiapan lahan dilakukan secara mandiri oleh warga dan pemerintah desa. Mulai dari perataan tanah hingga pondasi awal, semua dibiayai dari iuran warga.

“Persiapan lahan atau cut and fill mutlak dari iuran warga masyarakat dan Pemerintah Desa Gunung Karamat,” ujar Subaeta. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada lembaga filantropi BSI Maslahat dan Yayasan Nurul Hayat yang hadir memberi bantuan material serta pendampingan teknis.

Kehadiran pihak swasta dan lembaga sosial ini menjadi bukti bahwa kemandirian warga tidak berarti berjalan sendirian, melainkan membuka ruang kolaborasi di luar jalur formal negara. Di tengah keterbatasan, warga mengandalkan modal sosial—gotong royong, kepercayaan, dan rasa senasib—sebagai fondasi utama membangun kembali kehidupan mereka.

Seorang warga bahkan berujar singkat namun penuh makna:

“Kalau bukan kita yang mulai, kapan anak istri kami bisa tidur nyenyak?”

Ketika Kemandirian Warga Menjadi Sindiran

Di balik kisah ketangguhan ini, muncul pertanyaan yang tak terelakkan: di mana peran pemerintah daerah dan provinsi? Ketika jargon pelayanan publik dan kepedulian terhadap korban bencana kerap digaungkan, realitas di lapangan justru memperlihatkan warga harus berswadaya untuk memenuhi hak dasar tempat tinggal.

Meski demikian, warga memilih tidak larut dalam kekecewaan. Yang mereka lakukan hari ini adalah membangun kembali martabat, bukan hanya rumah. Setiap sekop tanah yang diangkat adalah penegasan bahwa mereka memiliki kedaulatan atas masa depan sendiri.

Sejarah kelak akan mencatat, bahwa di tahun 2026, di sebuah dusun kecil di Cisolok, kemandirian warga bukan sekadar slogan, melainkan praktik nyata—lahir dari keterpaksaan, tumbuh dari solidaritas, dan menguat sebagai pelajaran berharga tentang kemanusiaan. (KH)

-“aturan memang penting jeung kudu dijalankeun…tapi aya nu leuwih penting, lengkah nyata!”-

  • Penulis: KangHasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Galeri Rasulullah Al Jabbar, Wisata Religi Gratis Menyusuri Jejak Nabi

    Galeri Rasulullah Al Jabbar, Wisata Religi Gratis Menyusuri Jejak Nabi

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BANDUNG – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, kerinduan umat Islam untuk lebih dekat dengan Rasulullah SAW semakin terasa. Bukan hanya melalui ibadah, tetapi juga dengan mengenal lebih dalam perjalanan hidup Sang Nabi sebagai teladan umat sepanjang zaman. Di Kota Bandung, kerinduan itu dapat terjawab melalui Galeri Rasulullah SAW yang berada di kawasan Masjid […]

  • Angin Kencang di Cidahu Robohkan Rumah Warga, Cuaca Ekstrem Masih Mengintai Sukabumi

    Angin Kencang di Cidahu Robohkan Rumah Warga, Cuaca Ekstrem Masih Mengintai Sukabumi

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA SUKABUMI – Hujan deras yang disertai angin kencang di Cidahu tepatnya di Desa Cidahu, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, kembali membawa duka bagi warga Kabupaten Sukabumi. Sebuah rumah sederhana milik Hery, warga Kampung Panagan, RT 04 RW 02, roboh diterjang cuaca ekstrem pada Kamis pagi (29/1/2026) sekitar pukul 07.00 WIB. Rumah yang dihuni satu […]

  • PPPK Paruh Waktu Kota Sukabumi

    Wali Kota Sukabumi Lantik 1.827 PPPK Paruh Waktu

    • calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
    • account_circle Admin Wartaloka
    • visibility 78
    • 0Komentar

    wartaloka.com, BERITA. Pemerintah Kota Sukabumi resmi melantik 1.827 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu dalam upacara yang digelar di Lapang Merdeka, Jumat (21/11/2025). Momentum ini menjadi salah satu tahapan penting dalam penataan tenaga honorer di Kota Sukabumi, sekaligus pelaksanaan amanat undang-undang terkait reformasi birokrasi dan perbaikan kualitas pelayanan publik. Wali Kota Sukabumi menegaskan […]

  • Warga Garut Butuh Pertolongan, Orang Tua Rekam Pesan untuk Gubernur Jawa Barat

    Warga Garut Butuh Pertolongan, Orang Tua Rekam Pesan untuk Gubernur Jawa Barat

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 76
    • 0Komentar

    Wartaloka, Berita Garut – Sebuah video berdurasi singkat merekam suara lirih seorang ayah yang meminta pertolongan kepada Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi. Video itu kini menyentuh banyak hati, karena di balik rekaman sederhana tersebut tersimpan kisah panjang perjuangan sebuah keluarga kecil di Kabupaten Garut. Pasangan suami istri itu adalah Pirmansyah dan Isoh Nurjanah, warga […]

  • Sayap bangkai pesawat menimpa rumah warga

    Puting Beliung di Kemang Bogor Terbangkan Sayap Bangkai Pesawat, puluhan Rumah Warga Rusak.

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle KangHasan
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Wartaloka. Berita Bogor – Peristiwa puting beliung di Kemang, Bogor, Jawa Barat, menghebohkan warga pada Senin (29/12/2025) siang. Angin kencang yang datang secara tiba-tiba itu bukan hanya merusak puluhan bangunan, tetapi juga menerbangkan sayap pesawat bekas dari lokasi penampungan atau yang dikenal sebagai kuburan pesawat, hingga menimpa rumah warga. Puting beliung tersebut terjadi di Desa […]

  • Kejari Tetapkan 8 Tersangka Kasus Korupsi Bank Plat Merah di Sukabumi

    Kejari Tetapkan 8 Tersangka Kasus Korupsi Bank Plat Merah di Sukabumi

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Kejari Sukabumi tetapkan 8 tersangka korupsi bank plat merah dengan modus kredit fiktif, rugikan bank Rp2,6 miliar.

expand_less