Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Kemandirian Warga di Cisolok: Saat Penyintas Bergerak Tanpa Menunggu Negara

Kemandirian Warga di Cisolok: Saat Penyintas Bergerak Tanpa Menunggu Negara

  • account_circle KangHasan
  • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
  • visibility 9
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wartaloka, BERITA SUKABUMIKemandirian warga di Dusun Citiis, Desa Gunung Karamat, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, pada akhirnya menjadi cermin reflektif bagi para pemangku kebijakan. Bukan sekadar tentang absennya bantuan, tetapi tentang kecepatan respons dan keberpihakan nyata terhadap masyarakat terdampak bencana.

Di bawah terik matahari cucuran keringat warga, suara cangkul dan sekop beradu dengan tanah menjadi irama kemandirian warga dalam melakukan langkah nyata untuk mewujudkan harapan mereka. Di lokasi inilah, 35 Kepala Keluarga (KK) penyintas bencana tanah bergerak menunjukkan sebuah pesan kuat: kemandirian warga mampu bergerak lebih cepat dibandingkan berbagai aturan “yang mengikat” atas nama prosedural dalam aturan tata laksana kepemerintahan.

Pada Jumat (16/01/2026), warga terlihat bahu-membahu melakukan cut and fill serta pembangunan pondasi hunian tetap di lahan relokasi. Yang membuatnya berbeda, proses ini tidak digerakkan oleh dana besar dari APBD atau program bantuan pemerintah, melainkan dari iuran swadaya masyarakat desa, keringat bersama, dan solidaritas antarwarga.

Bagi mereka, menunggu bukanlah pilihan. Kebutuhan akan tempat tinggal yang aman jauh lebih mendesak dibandingkan janji-janji bantuan yang tak kunjung tiba.

Swadaya dan Solidaritas, Fondasi Kemandirian Warga

Kepala Desa Gunung Karamat, Subaeta, menegaskan bahwa seluruh persiapan lahan dilakukan secara mandiri oleh warga dan pemerintah desa. Mulai dari perataan tanah hingga pondasi awal, semua dibiayai dari iuran warga.

“Persiapan lahan atau cut and fill mutlak dari iuran warga masyarakat dan Pemerintah Desa Gunung Karamat,” ujar Subaeta. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada lembaga filantropi BSI Maslahat dan Yayasan Nurul Hayat yang hadir memberi bantuan material serta pendampingan teknis.

Kehadiran pihak swasta dan lembaga sosial ini menjadi bukti bahwa kemandirian warga tidak berarti berjalan sendirian, melainkan membuka ruang kolaborasi di luar jalur formal negara. Di tengah keterbatasan, warga mengandalkan modal sosial—gotong royong, kepercayaan, dan rasa senasib—sebagai fondasi utama membangun kembali kehidupan mereka.

Seorang warga bahkan berujar singkat namun penuh makna:

“Kalau bukan kita yang mulai, kapan anak istri kami bisa tidur nyenyak?”

Ketika Kemandirian Warga Menjadi Sindiran

Di balik kisah ketangguhan ini, muncul pertanyaan yang tak terelakkan: di mana peran pemerintah daerah dan provinsi? Ketika jargon pelayanan publik dan kepedulian terhadap korban bencana kerap digaungkan, realitas di lapangan justru memperlihatkan warga harus berswadaya untuk memenuhi hak dasar tempat tinggal.

Meski demikian, warga memilih tidak larut dalam kekecewaan. Yang mereka lakukan hari ini adalah membangun kembali martabat, bukan hanya rumah. Setiap sekop tanah yang diangkat adalah penegasan bahwa mereka memiliki kedaulatan atas masa depan sendiri.

Sejarah kelak akan mencatat, bahwa di tahun 2026, di sebuah dusun kecil di Cisolok, kemandirian warga bukan sekadar slogan, melainkan praktik nyata—lahir dari keterpaksaan, tumbuh dari solidaritas, dan menguat sebagai pelajaran berharga tentang kemanusiaan. (KH)

-“aturan memang penting jeung kudu dijalankeun…tapi aya nu leuwih penting, lengkah nyata!”-

  • Penulis: KangHasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Galeri Rasulullah Al Jabbar, Wisata Religi Gratis Menyusuri Jejak Nabi

    Galeri Rasulullah Al Jabbar, Wisata Religi Gratis Menyusuri Jejak Nabi

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 7
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BANDUNG – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, kerinduan umat Islam untuk lebih dekat dengan Rasulullah SAW semakin terasa. Bukan hanya melalui ibadah, tetapi juga dengan mengenal lebih dalam perjalanan hidup Sang Nabi sebagai teladan umat sepanjang zaman. Di Kota Bandung, kerinduan itu dapat terjawab melalui Galeri Rasulullah SAW yang berada di kawasan Masjid […]

  • Panghegar Waterboom, Destinasi Wisata Bandung Favorit Liburan Keluarga

    Panghegar Waterboom, Destinasi Wisata Bandung Favorit Liburan Keluarga

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BANDUNG – Liburan awal tahun menjadi momen yang tepat untuk berkumpul dan bersenang-senang bersama keluarga. Di Bandung selatan, Panghegar Waterboom hadir sebagai salah satu destinasi wisata Bandung yang paling banyak diburu wisatawan lokal. “Liburan jeung kulawarga mah kudu nu aman, merenah, jeung bisa ngajadikeun barudak bungah,” itulah kesan yang sering muncul dari para […]

  • Penganiayaan Wartawan di Tasikmalaya: Solidaritas Media Bukan Sekadar Simbol

    Penganiayaan Wartawan di Tasikmalaya: Solidaritas Media Bukan Sekadar Simbol

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 7
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA – Kasus penganiayaan wartawan di Tasikmalaya kini menjadi sorotan serius publik. Dugaan kekerasan yang dilakukan oleh oknum Ketua Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) terhadap seorang jurnalis tidak lagi dipandang sebagai insiden personal. Ini adalah ujian nyata terhadap kebebasan pers di tingkat lokal. Peristiwa itu terjadi ketika wartawan korban mendatangi terduga pelaku untuk […]

  • Bayi di Pos Kamling Warungkiara

    Tangis Bayi di Pos Kamling Warungkiara Gegerkan Warga

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • account_circle Admin Wartaloka
    • visibility 9
    • 0Komentar

    wartaloka.com, BERITA. Keheningan petang di Kampung Babakan, Desa Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, mendadak pecah oleh suara tangisan bayi pada Minggu (16/11/2025). Warga setempat digemparkan oleh penemuan seorang bayi perempuan dalam kondisi hidup, tergeletak sendirian di sebuah pos kamling yang sepi. Di samping bayi mungil yang masih merah itu, ditemukan sepucuk surat tulisan tangan yang mengoyak hati, […]

  • Rajin OTT, tapi Malas Antisipasi?

    Rajin OTT, tapi Malas Antisipasi?

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Wartaloka, OPINI – Gelombang operasi tangkap tangan (OTT) terhadap kepala daerah kembali terjadi dalam waktu yang berdekatan. Teranyar, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman dalam operasi di Jawa Tengah. Penangkapan ini menambah daftar kepala daerah yang terjerat kasus korupsi dalam beberapa bulan terakhir. Sebelumnya, KPK juga menjerat Bupati Pati Sudewo serta […]

  • Indikasi Korupsi di Tasikmalaya: Proyek PLUT Disorot

    Indikasi Korupsi di Tasikmalaya: Proyek PLUT Disorot

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA – Dugaan indikasi korupsi di Tasikmalaya kembali mencuat ke ruang publik. Kali ini, sorotan mengarah pada proyek revitalisasi Gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Kabupaten Tasikmalaya yang bernilai lebih dari Rp3,4 miliar. Proyek yang semestinya menjadi pusat penguatan layanan UMKM itu kini berada dalam pusaran kontroversi. Komunitas media dan konten kreator, SWAKKA […]

expand_less